Belajar MarhaenismeGMNI

Marhaenisme Tidak Pernah Mati


Marhaenist.id – Marhaenisme merupakan sebuah ideologi yang dikembangkan oleh Bung Karno pada tahun 1926-1927. Bung Karno terinspirasi untuk mengembangkan paham tersebut setelah bertemu dengan seorang petani miskin di Bandung yang bernama Marhaen (versi lain: Mang Aen). Nama Marhaen diabadikan menjadi ideologi yang berdiri pada sosialisme dan pemberdayaan ekonomi kolektif pada kaum kecil.

Marhaenisme menjadi dasar ideologi organisasi mahasiswa GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), organisasi pelajar GSNI (Gerakan Siswa Nasional Indonesia), organisasi Pemuda Marhaen dan lain-lain. GMNI terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia terutama di kota/kabupaten yang memiliki perguruan tinggi. GMNI konsisten bergerak menjaga Ajaran Bung Karno sejak berdiri tahun 1954 hingga kini.

Prof. Peter Mahmud Marzuki, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga, mantan aktivis GMNI, menjelaskan bahwa pada dasarnya esensi Marhaenisme adalah memberdayakan yang kecil tanpa membenci yang besar. Penjabarannya, kaum kecil dan miskin yang kesusahan untuk menghidupi dirinya harus diberdayakan dengan diberi ‘privileges’ tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan tujuan agar tidak terjadi ketimpangan antara kaum atas dengan kaum bawah.

“Itu yang membedakan kaum Marhaen dengan kaum proletar. Menurut Bung Karno, proletar hanya menyumbangkan tenaganya untuk kelangsungan ekonomi kaum borjuis agar bisa bertahan hidup. Sementara kaum Marhaen, meski tidak kaya tapi mereka memiliki faktor produksi sendiri yang mampu menopang kebutuhan hidupnya.”

Prof. Peter menyatakan bahwa Marhaenisme tetap relevan di zaman sekarang. Konsep ekonomi kerakyatan yang menjadi poin penting Marhaenisme telah diadopsi kembali saat ini, namun diselaraskan dengan zaman menjadi ekonomi kreatif atau konsep UMKM.

Terakhir, ia menegaskan bahwa implementasi dari paham Marhaenisme begitu mudah dan dapat dilakukan oleh semua orang terutama pemuda. Marhaenisme bukanlah suatu paham utopis yang tidak mungkin diimplementasikan dan hanya berkutat pada teori saja.

Baca Juga:   GMNI: Istana Harusnya Refleksi, Bukan Menuduh Civitas Akademika

Sumber: UNAIR NEWS.

Bagaimana Reaksi Anda?

Lainnya Dari Marhaenist

close