By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Guncangan Ontologis Bangsa dan Krisis Kepercayaan pada Negara Hukum
Berangkat dari Keterusiran Kaum Marhaen, Disitulah Jiwa Sang Pejuang Benar-Benar Diuji
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Marhaenis

Lukisan Pakde Karwo Menolak Terbakar: Isyarat Zaman dari Api Grahadi, Ramalan Jayabaya yang Hidup

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 7 September 2025 | 19:34 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto Pade Karwo dalam bingkai yang tidak terbakar/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Malam itu api beringas, melalap Gedung Grahadi hingga menjilat atap dan meruntuhkan dinding. Asap hitam menutup langit Surabaya, sirene meraung-raung, dan orang-orang berdesakan di luar pagar bersejarah itu. Namun dari balik kepulan bara, sebuah pemandangan membuat bulu kuduk berdiri: lukisan Pakde Karwo, mantan Gubernur Jawa Timur, tegak berdiri tanpa sedikitpun tersentuh api.

Seorang relawan pemadam, yang tidak mau disebut namanya, mengaku melihat kilatan cahaya sebelum menemukan lukisan itu utuh.

“Saya masuk ruangan penuh asap, hampir semua hancur. Tapi ketika senter saya menyapu ke arah lukisan itu, seperti ada sinar kuning sebentar. Saya langsung merinding. Bagaimana mungkin kain kanvas tidak terbakar, padahal lemari besi saja meleleh?”

Fenomena ini mengundang tafsir para sesepuh dan penjaga tradisi dari penjuru Nusantara.

Ki Jatmiko (Juru Kunci Gunung Kelud, Jawa Timur)

“Lukisan itu tidak terbakar karena ada kekuatan gaib yang menolak. Dalam ilmu titen Jawa, api hanya melahap yang kotor. Jika sesuatu selamat, berarti ia membawa energi kesucian. Bisa jadi, ini tanda roh kepemimpinan beliau masih dibutuhkan Jawa Timur.”

Mbah Rono (Sesepuh Merapi, DIY)

“Ini bukan hal baru. Di Merapi, pusaka juga sering ditemukan utuh meski lumbung habis terbakar. Lukisan itu bisa dianggap ‘pembawa pesan’. Mungkin Jawa sedang memasuki masa gejolak, dan leluhur memberi tanda lewat benda yang selamat dari api.”

Haji Daeng Lawa (Tokoh adat Bugis, Sulawesi Selatan)

“Di tradisi Bugis ada kisah benda suci yang kebal api. Itu pertanda leluhur hadir menjaga tatanan. Kalau terjadi di Jawa pada lukisan seorang pemimpin, maka itu sinyal bahwa rakyat jangan melupakan kepemimpinan yang jujur.”

Baca Juga:   Tragedi PRT Benhil, Koalisi Masyarakat Sipil: Jangan Lindungi Pelaku, Negara Harus Berdiri di Pihak Korban

Ida Bagus Made (Pemangku Pura di Karangasem, Bali)

“Api adalah penyuci. Kalau lukisan itu tidak dimakan api, artinya ia sudah dianggap suci oleh semesta. Ini pertanda agar masyarakat kembali ke nilai ketulusan dan dharma.”

Dalam tradisi Sunda, ada pula kisah serupa. Prabu Siliwangi, raja agung Pajajaran, dipercaya “ngahiang” (menghilang) dengan tubuh yang tak tersentuh api atau tanah, melainkan kembali ke alam gaib.

Abah Dadan (Tokoh Budaya Sunda, Cigugur, Kuningan)

“Lukisan Pakde Karwo yang selamat dari api bisa disamakan dengan pitutur Prabu Siliwangi. Leluhur Sunda bilang: yang benar-benar ikhlas membangun rakyat akan dilindungi jagat. Api tidak bisa menghapus ketulusan.”

Tradisi Banten juga mengenal karomah ulama besar seperti Sultan Maulana Hasanuddin atau Syekh Nawawi al-Bantani.

Bu Nyai Rukayah (Sesepuh Banten, ahli ilmu hikmah)

“Dulu ada kisah para wali, mukena atau kitab mereka tidak bisa terbakar meski rumah hangus. Itu karomah. Jika lukisan seorang pemimpin utuh dari api, bisa jadi itu tanda semesta masih menaruh hormat pada sosoknya. Jangan dianggap main-main.”

Di tanah Minang, api juga punya makna khusus: pembersih dan penguji. Ada pepatah adat: “Nan sabana murni, indak kaabu dek api” (yang benar-benar murni, tak akan jadi abu karena api).

Datuk Rajo Basa (Tokoh adat Minangkabau, Padang Panjang)

“Kalau di Minang, benda atau orang yang lolos dari api dianggap ‘punyo tuah’. Lukisan itu mungkin punya tuah kepemimpinan. Bisa jadi ini isyarat bagi orang banyak: jangan lupakan pemimpin yang membangun dengan hati.”

Dalam Serat Jayabaya, tertulis bahwa pada masa gonjang-ganjing, akan ada tanda dari api: sesuatu yang tak terbakar, menjadi isyarat bahwa “roh penjaga tanah Jawa masih berjaga.” Kini, tafsir itu kian ramai dibicarakan, bahkan disandingkan dengan pitutur Sunda dan Minang.

Baca Juga:   Pemuda Sumatera Utara Samsudin Ndruru: Kebijakan Pembatasan Daging Babi di Medan Harus Seimbangkan Kepentingan Mayoritas dan Hak Minoritas

Legenda Baru dari Abu Grahadi, apakah ini hanya fenomena fisika atau sebuah wahyu zaman? Yang jelas, di antara abu Grahadi, lahir sebuah legenda baru: lukisan seorang pemimpin rakyat yang menolak dimakan api. Dari Jawa hingga Sunda, Banten hingga Minang, tafsirnya sama: ada pesan leluhur yang sedang berbicara.***


Tulisan ini banyak tersebar di grup-grup WA GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Guncangan Ontologis Bangsa dan Krisis Kepercayaan pada Negara Hukum
Kamis, 14 Mei 2026 | 21:29 WIB
Berangkat dari Keterusiran Kaum Marhaen, Disitulah Jiwa Sang Pejuang Benar-Benar Diuji
Kamis, 14 Mei 2026 | 11:06 WIB
Nubuat Bung Karno Terbukti: Saat Bangsa Sendiri Menjadi Algojo Bagi Nalar dan Demokrasi Rakyat
Rabu, 13 Mei 2026 | 15:49 WIB
DPC GMNI Jeneponto Bedah Film ‘Pesta Babi’, Soroti Praktik Kolonialisme Modern di Daerah
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:23 WIB
DPD GMNI Sultra Buka Posko Pengaduan Tenaga Kerja, Perkuat Perjuangan Hak Buruh di Sulawesi Tenggara
Rabu, 13 Mei 2026 | 13:11 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Obituari Faisal Basri, Ekonom Kritis Yang Selalu Berjarak Dengan Kekuasaan

MARHAENIST - Ekonom senior Faisal Basri meninggal dunia pada dini hari ini…

Megawati, Demokrasi dan Hari Ini

Marhaenist.id - Saya lupa dimana pernah saya baca ketika Sukarno menceritakan bagaimana…

Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Marhaenist.id - Pidato pertama Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Senin (16/10/2017),…

Ajak Masyarakat Tolak Pemilu 2024, Relawan Marhaen Cyber Army Minta Jokowi Mundur dan Pilpres di Ulang

Marhaenist.id, Jakarta - Relawan Marhaen Cyber Army mengeluarkan pernyataan sikap dalam sebuah…

Apresiasi Langkah Kejari, Ketua GMNI Inhil: Bongkar Tuntas Jaringan Korupsi di Indragiri Hilir

Marhaenist.id, Indragiri Hilir - Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir (Inhil) membuat press…

Kedaulatan Digital di Tengah Krisis Privasi Nasional: Menggugat Janji UU Perlindungan Data Pribadi

Marhaenist.id - Saat data pribadi — termasuk data kesehatan, identitas resmi (NIK),…

Analis Politik & Militer Universitas Nasional: Mayor Teddy Dipaksakan Jadi Letkol

Marhaenist.id, Jakarta - Kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dari…

Berjalan Sukses, DPP GMNI Lantik Pengurus DPC GMNI Touna Periode 2025-2027

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Hendak Unras, Belasan Anggota GMNI Dianiaya OTK yang Diduga Dilakukan Preman Bayaran Bea Cukai Batam

Marhaenist.id, Batam - Belasan Pengujuk Rasa dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?