By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Marhaenis

Lukisan Pakde Karwo Menolak Terbakar: Isyarat Zaman dari Api Grahadi, Ramalan Jayabaya yang Hidup

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 7 September 2025 | 19:34 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto Pade Karwo dalam bingkai yang tidak terbakar/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Malam itu api beringas, melalap Gedung Grahadi hingga menjilat atap dan meruntuhkan dinding. Asap hitam menutup langit Surabaya, sirene meraung-raung, dan orang-orang berdesakan di luar pagar bersejarah itu. Namun dari balik kepulan bara, sebuah pemandangan membuat bulu kuduk berdiri: lukisan Pakde Karwo, mantan Gubernur Jawa Timur, tegak berdiri tanpa sedikitpun tersentuh api.

Seorang relawan pemadam, yang tidak mau disebut namanya, mengaku melihat kilatan cahaya sebelum menemukan lukisan itu utuh.

“Saya masuk ruangan penuh asap, hampir semua hancur. Tapi ketika senter saya menyapu ke arah lukisan itu, seperti ada sinar kuning sebentar. Saya langsung merinding. Bagaimana mungkin kain kanvas tidak terbakar, padahal lemari besi saja meleleh?”

Fenomena ini mengundang tafsir para sesepuh dan penjaga tradisi dari penjuru Nusantara.

Ki Jatmiko (Juru Kunci Gunung Kelud, Jawa Timur)

“Lukisan itu tidak terbakar karena ada kekuatan gaib yang menolak. Dalam ilmu titen Jawa, api hanya melahap yang kotor. Jika sesuatu selamat, berarti ia membawa energi kesucian. Bisa jadi, ini tanda roh kepemimpinan beliau masih dibutuhkan Jawa Timur.”

Mbah Rono (Sesepuh Merapi, DIY)

“Ini bukan hal baru. Di Merapi, pusaka juga sering ditemukan utuh meski lumbung habis terbakar. Lukisan itu bisa dianggap ‘pembawa pesan’. Mungkin Jawa sedang memasuki masa gejolak, dan leluhur memberi tanda lewat benda yang selamat dari api.”

Haji Daeng Lawa (Tokoh adat Bugis, Sulawesi Selatan)

“Di tradisi Bugis ada kisah benda suci yang kebal api. Itu pertanda leluhur hadir menjaga tatanan. Kalau terjadi di Jawa pada lukisan seorang pemimpin, maka itu sinyal bahwa rakyat jangan melupakan kepemimpinan yang jujur.”

Baca Juga:   Mas Bambang Patjul Dibutuhkan Fokus Skala Nasional

Ida Bagus Made (Pemangku Pura di Karangasem, Bali)

“Api adalah penyuci. Kalau lukisan itu tidak dimakan api, artinya ia sudah dianggap suci oleh semesta. Ini pertanda agar masyarakat kembali ke nilai ketulusan dan dharma.”

Dalam tradisi Sunda, ada pula kisah serupa. Prabu Siliwangi, raja agung Pajajaran, dipercaya “ngahiang” (menghilang) dengan tubuh yang tak tersentuh api atau tanah, melainkan kembali ke alam gaib.

Abah Dadan (Tokoh Budaya Sunda, Cigugur, Kuningan)

“Lukisan Pakde Karwo yang selamat dari api bisa disamakan dengan pitutur Prabu Siliwangi. Leluhur Sunda bilang: yang benar-benar ikhlas membangun rakyat akan dilindungi jagat. Api tidak bisa menghapus ketulusan.”

Tradisi Banten juga mengenal karomah ulama besar seperti Sultan Maulana Hasanuddin atau Syekh Nawawi al-Bantani.

Bu Nyai Rukayah (Sesepuh Banten, ahli ilmu hikmah)

“Dulu ada kisah para wali, mukena atau kitab mereka tidak bisa terbakar meski rumah hangus. Itu karomah. Jika lukisan seorang pemimpin utuh dari api, bisa jadi itu tanda semesta masih menaruh hormat pada sosoknya. Jangan dianggap main-main.”

Di tanah Minang, api juga punya makna khusus: pembersih dan penguji. Ada pepatah adat: “Nan sabana murni, indak kaabu dek api” (yang benar-benar murni, tak akan jadi abu karena api).

Datuk Rajo Basa (Tokoh adat Minangkabau, Padang Panjang)

“Kalau di Minang, benda atau orang yang lolos dari api dianggap ‘punyo tuah’. Lukisan itu mungkin punya tuah kepemimpinan. Bisa jadi ini isyarat bagi orang banyak: jangan lupakan pemimpin yang membangun dengan hati.”

Dalam Serat Jayabaya, tertulis bahwa pada masa gonjang-ganjing, akan ada tanda dari api: sesuatu yang tak terbakar, menjadi isyarat bahwa “roh penjaga tanah Jawa masih berjaga.” Kini, tafsir itu kian ramai dibicarakan, bahkan disandingkan dengan pitutur Sunda dan Minang.

Baca Juga:   Jika atas Dasar Cinta, Permata Indonesia Tantang Walikota Kendari Permanenkan Penghentian Proyek KOPPERSON di Tapak Kuda

Legenda Baru dari Abu Grahadi, apakah ini hanya fenomena fisika atau sebuah wahyu zaman? Yang jelas, di antara abu Grahadi, lahir sebuah legenda baru: lukisan seorang pemimpin rakyat yang menolak dimakan api. Dari Jawa hingga Sunda, Banten hingga Minang, tafsirnya sama: ada pesan leluhur yang sedang berbicara.***


Tulisan ini banyak tersebar di grup-grup WA GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Surabaya Kecam Aksi Oknum Ormas, Dukung Kepolisian Tegakkan Hukum dan Lindungi Warga Lansia

Marhaenist.id, Surabaya — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Sujahri Somar Tegaskan Arah Baru Kaderisasi GMNI lewat GMNI.AI: Demokratisasi Ide di Era Data dan Algoritma

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan reposisi strategis kaderisasi…

Mengenal Aliran-Aliran Filsafat!

Marhaenist.id - Ada satu teman bertanya yang telah lama mengusik dalam pikirannya.…

DPC GMNI Jakarta Timur Audiensi dengan BAWASLU Jakarta Timur Bahas Penguatan Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

FORKOMCAB GMNI Sumsel Gerakkan Solidaritas Publik: Open Donasi untuk Korban Banjir & Longsor Sumatera

Marhaenist.id, Sumsel — Gelombang banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di…

Special Olympics Indonesia Bakal Gelar Gala Dinner, Ini Tujuan Dibalik Semuanya!

Marhaenist - Bila anda ingin melihat pertandingan olahraga yang sesungguhnya dan sportif…

GMNI Minta Jokowi Evaluasi Kinerja Menkominfo Terkait Amburadulnya Penghentian Siaran TV Analog

Marhaenist - Kebijakan penghentian siaran TV analog atau Analog Swicth Off (ASO)…

Gelar PPAB, GMNI UIN Salatiga Tanamkan Jiwa Nasionalis dan Sosialis

Marhaenist.id, Salatiga - Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

IHSG Anjlok, Ketua DPP GMNI Sujahri Somar: Alarm Bahaya Ketika Independensi BI Digerogoti

Marhaenist.id, Jakarta — Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 8 persen yang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?