
Marhaenist.id – Sebagai seorang yang beragama Islam, Bung Karno kerap menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kemeriahan dan suka cita baik dimasa pra kemerdekaan dan sesudah kemerdekaan.
Dari kemeriahan itu, Bung Karno kerap pula mengucapkan kata-kata untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri atau yang lebih dikenal dengan Lebaran bagi umat Islam.
Berikut kata-kata Bung Karno saat lebaran Idul Fitri:
• “Saudara-saudara bahwa meskipun hari Id, baik Idul Fitri maupun Idul Kurban merupakan hari yang harus dimuliakan. Namun menurut saya tidak ada satu kalimat bahkan tidak ada satu kata di dalam kitab Qur’an bahwa di kedua hari itu, baik Idul Fitri maupun Idul Kurban, harus nganggur.”
• “Tuhan adalah suatu zat Mahazat yang di mana-mana, juga di hadapanku, juga di hadapanmu. Saudara-saudara, juga di belakangmu, juga di atasmu, tetapi satu esa. Inilah jawaban yang aku dapat dari Alquran. Tentang Tuhan, Tuhan Yang Maha Esa.”
• “Alquran mendatangkan revolusi batin manusia. Alquran mendatangkan revolusi dalam pandangan manusia terhadap Tuhan. Alquran mendatangkan revolusi ekonomi. Alquran mendatangkan revolusi mengenai hubungan manusia dengan manusia. Alquran mendatangkan revolusi yang mengadakan perubahan mutlak dan membentuk manusia baru. Alquran mendatangkan revolusi moral, moral yang meliputi seluruh dunia.”
• “Hanya melalui pertalian agama dan ilmu kita dapat menemukan kembali api Islam yang kita cari.”
• “Umat Muhammad ialah umat yang bertempur berjuang membanting tulang, mengulur tenaga, memeras keringat. Itulah umat Muhammad. Itu sebabnya aku begitu cinta keadaan Muhammad dan mengikuti sunah Muhammad.”
• “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan meski selangkah pun”.
• “Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin.”
• “Jika kita memiliki keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu-membahu mewujudkannya.
• “Berpedomanlah pada harapan dan ketetapan hati. Berpedomanlah pada cita-cita, berpedomanlah pada impian dan angan-angan.”
• “Lakukanlah kebaikan untuk orang lain, bahkan ketika mereka tidak melakukan kebaikan bagi kamu, orang lain tentu akan ada yang berbuat baik kepada kamu. Jika masih ada rasa malu dan takut di hati seseorang untuk berbuat baik, pasti tidak akan ada kemajuan sama sekali.”
• “Sungguh Tuhan hanya memberi satu kali kehidupan kepadaku, tidak ada manusia mempunyai hidup dua atau tiga kali.”
• “Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.”
Dikutip dari Jurnalis Tim Litbang MPI.