By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Krisis Penyerapan Susu Lokal Menuai Aksi Simbolis Mandi Susu di Boyolali

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Rabu, 27 November 2024 | 00:01 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Aksi Mandi Susu di Boyolali, Jawa Tengah (9/11/2024). (Sumber Foto: Kumparan)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sabtu (9/11/2024) lalu terjadi aksi simbolis mandi susu di Tugu Susu Tumpah, Boyolali, Jawa Tengah. Hal ini terjadi lantaran banyaknya susu dari peternakan di Kabupaten Boyolali tidak terserap oleh pelaku Industri Pengolahan Susu (IPS) karena mereka lebih memilih mengambil susu produk impor dan membuat susu lokal banyak terbuang karena basi.

Terkait peristiwa tersebut banyak sekali komentar negatif yang diterima para peternak sapi perah Boyolali bukan malah mendapatkan dukungan, mulai dari pernyataan aksi tersebut mubazir dan menyarankan peternakan membagikannya. Selain itu juga ada yang menyampaikan aksi itu tidak mencerminkan selayaknya orang beragama. Dengan adanya pembatasan penyerapan susu lokal, susu lokal yang diproduksi sebesar 200 ton perhari sebagian dibagikan ke masyarakat secara gratis akan tetapi hal ini memicu keresahan peternak karena mereka kehilangan potensi pendapatan yang signifikan.

Bagaimana dengan program susu gratis Prabowo Gibran? Bukannya ini mejadi angin segar bagi para peternak sapi perah? namun kenyataannya menurut data dari badan pusat statistik Indonesia saat ini gencar melakukan impor susu. Data susu impor dengan rentang waktu Januari-Oktober 2024 volume impor susu tercatat mencapai 257.300 ton. Angka ini meningkat 7,07 persen dibanding tahun 2023 yang mencapai 240.300 ton.

Menyikapi Peristiwa tersebut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah mereka menyampaikan bahwasannya perihal susu sapi yang tidak terserap dari peternakan lokal karena ada peningkatan syarat kualitas susu sehingga terjadi penumpukan setoran susu lokal di Industri Pengolahan Susu (IPS). Respon cepat dilakukan oleh Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian RI dan menekankan secara tegas bagi Industri Pengolahan Susu (IPS) wajib menyerap susu lokal dari peternakan sapi perah di Indonesia kecuali susu yang memang rusak.

Baca Juga:   Peduli Nelayan Kerang Dara vs PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Akankah Suara Nelayan Terdengar?

Seharusnya terdapat beberapa langkah yang bisa kita lakukan sebagai cerminan Mahasiswa Kedokteran Hewan untuk mengatasi persoalan tersebut dengan cara:

Mendukung penuh dan menghargai para peternak sapi perah Boyolali yang terus bekerja dalam situasi tidak menguntungkan. Pengorbanan dalam menyediakan pasokan susu segar yang melimpah harus mendapat perhatian yang lebih serius dari semua pihak, terutama Industri Pengolahan Susu (IPS).

Sebagai Mahasiswa Kedokteran Hewan yang peduli terhadap kesejahteraan hewan dan keberlanjutan industri peternakan, seluruh stekholder yang terlibat harus mewajibkan Industri Pengolahan Susu (IPS) untuk melakukan penyerapan susu lokal yang masih layak dengan maksimal, kebijakan ini harus diimplementasikan secara tegas agar peternak sapi perah tidak lagi dirugikan dan produksi susu lokal tetap berjalan dengan baik. Kemudian mendukung program peningkatan kualitas susu lokal dengan menyediakan pelatihan dan teknologi yang tepat kepada peternak, agar susu yang dihasilkan memenuhi standar industri, namun tetap memperhatikan kesejahteraan hewan.

Menolak secara tegas ketergantungan pada susu impor, berdasarkan data dari badan pusat statistik mengenai peningkatan angka susu impor, saya menilai bahwa kebijakan tersebut berdampak buruk terhadap keberlanjutan industri peternakan sapi perah lokal.

Dalam pandangan Kedokteran Hewan hal yang harus diperhatikan juga mengenaipentingnya pengelolaan kesehatan hewan yang baik dalam meningkatkan produksi susu yang berkualitas, mendukung kebijakan yang mengedepankan pengawasan kesehatan ternak secara ketat, mendorong pengembangan riset di bidang kedokteran hewan untuk menemukan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan ternak yang dapat mengurangi produktivitas susu.

Harapan kedepan terhadap pemerintah terkait beberapa langkah yang telah disampaikan tadi dapat diimplementasikan dan tentunya dijalankan secara konsisten di seluruh Indonesia, termasuk di Boyolali.


Penulis: Dexa Ramadhani, Ketua Komisariat GmnI FKH UWKS Surabaya dan Sekjen PB IMAKAHI 2023-2024.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Rabu, 7 Januari 2026 | 04:01 WIB
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Rabu, 7 Januari 2026 | 02:04 WIB
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
Selasa, 6 Januari 2026 | 23:30 WIB
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Selasa, 6 Januari 2026 | 22:03 WIB
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas
Selasa, 6 Januari 2026 | 19:47 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Suharto dan Gelar Pahlawan: Penghargaan atau Penghinaan bagi Sejarah?

Marhaenist.id - Soeharto, nama yang sudah menjadi sebuah monumen yang terbuat dari…

Raymundus Sau Fernandes dalam Kenangan: Marhaenis Sejati dan Pancasilais yang Teguh

Marhaenist.id - "Pada pagi hari 8 Oktober 1995 itu, Kak Niko dan…

Che Guevara – Sosialisme dan Manusia di Kuba

Kawan tercinta: Meskipun terlambat, saya tetap berusaha menyelesaikan catatan ini dalam rangkaian…

Ribuan Kader dan Alumni GMNI Napak Tilas Ziarahi Makam Bung Karno

Marhaenist - Ribuan kader dan alumni dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Minta Jokowi Evaluasi Kinerja Menkominfo Terkait Amburadulnya Penghentian Siaran TV Analog

Marhaenist - Kebijakan penghentian siaran TV analog atau Analog Swicth Off (ASO)…

Food Estate Gagal, Warga Kalteng: Warga Sering Kebanjiran

Marhaenist.id, Palangkaraya - Kegagalan program food estate di beberapa daerah Kalimantan Tengah…

GMNI Sambut Hangat Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia

MARHAENIST - Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Daerah Khusus Jakarta,…

Tantang DPRD Sultra, GMNI Kendari: Makan Gratis atau Masa Depan Pendidikan?

Marhaenist.id, Kendari – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Doktrin Ekonomi Karl Marx Bab I

MARHAENIST - Karl Kautsky adalah salah seorang sosialis dari Jerman. Dia memimpin…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?