By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Sahrul A. Latif, Kader GMNI Kota Palu (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Palu — Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Palu, Sahrul A. Latif, menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas wafatnya seorang pelajar dalam peristiwa di Tual yang diberitakan melibatkan anggota kepolisian.

Ia menegaskan bahwa tragedi tersebut tidak boleh dipersempit sebagai sekadar “kasus oknum”, melainkan harus dibaca sebagai ujian serius bagi komitmen negara hukum.

“Peristiwa ini menguji arah negara hukum kita: apakah kewenangan negara tetap menjadi alat perlindungan, atau perlahan bergeser menjadi sumber ketakutan,” ujar Sahrul dalam pernyataan sikapnya di Palu.

Ujian bagi Negara Hukum

Sahrul menekankan bahwa secara historis, Republik Indonesia lahir dari pengalaman panjang menghadapi kekuasaan kolonial yang represif.

Kemerdekaan, menurutnya, bukan sekadar pergantian simbol, melainkan perubahan watak kekuasaan—dari kuasa yang menekan menjadi kuasa yang melindungi.

Karena itu, setiap dugaan kekerasan yang melibatkan aparat negara, terlebih terhadap warga rentan seperti pelajar, dinilai sebagai kemunduran dari semangat negara merdeka yang berorientasi pada perlindungan rakyat.

Secara filosofis, ia mengingatkan bahwa legitimasi negara bertumpu pada kemampuannya menjamin keselamatan dan martabat manusia.

Dalam kerangka Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab bukan sekadar slogan, melainkan standar etik penyelenggaraan kekuasaan.

Jika kewenangan paksa dijalankan tanpa kendali etik dan akuntabilitas, maka negara berisiko kehilangan legitimasi moralnya.

Ia juga menyoroti mandat konstitusional kepolisian sebagai alat negara yang bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

Dugaan penyalahgunaan kewenangan yang berujung pada hilangnya nyawa, menurutnya, merupakan penyimpangan serius dari amanat tersebut dan mencederai prinsip negara hukum.

Sorotan terhadap Kepercayaan Publik

Dari sisi sosiologis, Sahrul menilai kepolisian memegang monopoli kewenangan paksa yang hanya dapat diterima publik jika dibatasi hukum, diawasi secara ketat, dan dijalankan secara profesional.

Baca Juga:   Terpilih dalam Konfercab, Efrem Elman Siarif Ndruru dan Noval Fahrizal Gunawan Resmi Nahkodai DPC GMNI Jaktim Periode 2025-2027

Kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum merupakan modal sosial yang rapuh.

“Ketika publik merasa hukum tajam ke bawah dan tumpul ke dalam, jarak sosial melebar dan potensi konflik meningkat. Transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar pilihan komunikasi, tetapi kebutuhan sosial,” tegasnya.

Sebagai kader GMNI yang berpijak pada Marhaenisme, Sahrul menegaskan bahwa negara harus berpihak pada rakyat kecil dan kelompok rentan.

Kritik terhadap institusi negara, menurutnya, bukan bentuk kebencian, melainkan tanggung jawab warga untuk menjaga agar kekuasaan tetap berjalan sesuai rel konstitusi dan moral publik.

Tuntutan

Dalam rilis tersebut, Sahrul menyampaikan empat tuntutan utama:

1. Proses hukum yang transparan, akuntabel, dan terbuka untuk diuji publik tanpa perlindungan korps dalam bentuk apa pun.

2. Penguatan pengawasan yang kredibel agar penanganan perkara tidak berhenti pada mekanisme internal semata.

3. Evaluasi sistemik terhadap pembinaan, budaya organisasi, penggunaan kewenangan paksa, serta mekanisme pencegahan kekerasan.

4. Komitmen pemulihan kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi yang proporsional, perlindungan saksi dan korban, serta penegakan disiplin yang tegas.

“Keadilan tidak boleh berhenti pada pernyataan. Negara hukum diukur dari keberaniannya menegakkan hukum terhadap dirinya sendiri,” tutup Sahrul.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB
Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka
Jumat, 20 Februari 2026 | 13:15 WIB
Demokrasi yang Merawat
Jumat, 20 Februari 2026 | 12:37 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pemuda Kaubun Tekankan Bawaslu Kutim ke Panwascam Kawal PKPU No 15 Tahun 2023 Tentang Larangan Pemilu 2024

Marhaenist.id, Kutai Timur  - Marak terjadi pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) Politik…

Interview Gunawan ‘Kawier’ Hartono Bakal Calon Walikota Yogyakarta Dari PDI Perjuangan

Marhaenist - Pilkada Kota Yogyakarta bakal digelar November 2024 mendatang. Nama-nama bakal…

DPD GMNI Sulbar Kritik Kinerja Polda Sulbar, Soroti Dugaan Pungli dan Lambannya Penanganan Kasus

Marhaenist.id, Mamuju — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Spirit Masjid Jogokaryan: Islam Modern yang Riil dalam Bingkai Marhaenisme

Marhaenist.id - Indonesia hari ini berdiri di persimpangan zaman. Islam, sebagai kekuatan…

Gelar Halal Bi Halal, PA GMNI Perkuat Kesalehan dan Solidaritas Sosial untuk Indonesia Raya

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Didingklik: Wajah Baru Layanan Digital bagi Pelayanan Publik dan Tata Kelola Daerah di Pandeglang

Marhaenist id - Pandeglang terus berbenah dalam meningkatkan kualitas tata kelola daerah,…

Andai Bank BRI Jadi Bank Koperasi Seperti Desjardins Bank

Marhaenist.id - Pada akhir 2019, ketika saya berkesempatan mengunjungi Kanada untuk mempelajari…

Korupsi dalam Negara yang Bermimpi Keadilan Sosial

Marhaenist.id - Kita ingin menjadi Negara yang adil dan sejahtera. Memang ungkapan…

Arah Politik Luar Negeri PDI Perjuangan dalam Konflik Israel – Palestina

Marhaenist - Penulis tak sengaja membaca perkembangan isu terkini dalam pemberitaan media…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?