By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 23 Februari 2026 | 03:24 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Jansen Henry Kurniawan, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur menyampaikan sikap tegas terhadap pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, yang menyebut pihak-pihak yang ingin meniadakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih sebagai kelompok yang menentang hak asasi manusia (HAM).

Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk penyempitan makna HAM yang berpotensi membahayakan kehidupan demokrasi sipil.

Menurutnya, dalam konstruksi hak asasi manusia, kritik terhadap kebijakan publik merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar.

Mengkritik, mengevaluasi, hingga mempertanyakan efektivitas program pemerintah adalah bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.

“Menuduh kritik sebagai sikap anti-HAM adalah logika berbahaya dan mencerminkan watak otoritarian yang anti-demokrasi,” tegas Jansen dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Mengacu pada Ajaran Bung Karno

GMNI Jakarta Timur merujuk pada pemikiran Soekarno, khususnya dalam pidato Tahun Vivere Pericoloso (TAVIP) pada 17 Agustus 1964, yang menekankan perjuangan melawan exploitation de l’homme par l’homme (eksploitasi manusia atas manusia).

Dalam ajaran Marhaenisme, negara diposisikan sebagai alat perjuangan rakyat, bukan alat pembenaran kekuasaan.

Hak asasi manusia, menurut GMNI, adalah napas demokrasi dan bukan tameng politik untuk membungkam kritik publik.

Soroti Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Hidup di Tual

Di tengah polemik tersebut, GMNI Jakarta Timur juga menyoroti dugaan kasus pembunuhan seorang anak berusia 14 tahun oleh oknum anggota Korps Brigade Mobil di Tual.

Organisasi mahasiswa itu mempertanyakan keseriusan Kementerian HAM dalam mengawal kasus yang menyangkut hak hidup—hak paling fundamental dalam prinsip hak asasi manusia.

“Ketika hak hidup direnggut dan negara tidak menunjukkan keberpihakan yang tegas kepada korban, maka yang tercederai bukan hanya keluarga korban, tetapi moral kemanusiaan bangsa,” ujar Jansen.

Baca Juga:   Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual

GMNI menilai bahwa sikap diam, pembiaran, atau ketidaktegasan terhadap dugaan pelanggaran serius oleh aparat negara dapat mempertebal kesan bahwa HAM sedang direduksi menjadi alat legitimasi politik.

Mereka menyebut fenomena ini sebagai gejala “otoritarianisme gaya baru”, yakni demokrasi prosedural yang mengikis substansi kebebasan sipil.

Empat Tuntutan GMNI Jakarta Timur

Berdasarkan situasi tersebut, DPC GMNI Jakarta Timur menyampaikan empat tuntutan:

1. Mengutuk keras penyempitan makna hak asasi manusia yang berpotensi membungkam kritik publik.

2. Mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mencopot Menteri HAM Natalius Pigai sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan HAM.

3. Memprioritaskan pengawalan kasus dugaan pelanggaran hak hidup secara transparan, independen, dan berkeadilan.

4. Menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja institusi Kementerian HAM.

GMNI Jakarta Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk mengawal tuntutan tersebut demi mencegah segala bentuk kesewenang-wenangan dalam praktik pemerintahan.

“Revolusi belum selesai. Selama masih ada ketidakadilan dan suara rakyat dibungkam dengan stigma, perjuangan harus terus dilanjutkan,” tutup Jansen.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Senin, 23 Februari 2026 | 03:46 WIB
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Senin, 23 Februari 2026 | 03:35 WIB
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Pesan Emil Salim Kepada Ganjar: Kapal Mau Karam Kok Masih Bernyanyi

Marhaenist.id, Jakarta - Ganjar Pranowo menemui ekonom yang sekaligus mantan Menteri Urusan…

Pemerintah Lakukan Diskriminasi dalam Penghapusan Utang UMKM

Marhaenist.id - Pemerintah lagi lagi melakukan kebijakan diskriminatif terhadap lembaga keuangan koperasi. Utang…

Persatuan Alumni GMNI dan GMNI Touna Gelar Donor Darah dalam Rangka Bulan Bung Karno

Marhaenist.id, Touna : Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Menuju Jalan Rekonsoliasi Nasional, Ketum Terpilih Kongres GMNI Bandung dan Kubu Arjuna – Dendy Sepakat Menyulam Persatuan

Marhaenist.id, Jakarta – Di tengah riuh dinamika pasca Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional…

Lakukan Kunjungan ke Daerannya, GMNI Mataram Gelar Aksi Damai: Wapres Gibran Cuma Bisa Omon-Omon

Marhaenist.id, Mataram - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pendidikan Sebagai Hak Dasar, Ganjar Pranowo Bersama PDI Perjuangan Dampingi Anak Korban Banjir Di Aceh

Marhaenist.id, Aceh - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menyalurkan bantuan pendidikan kepada…

DPC GMNI Jaktim Dukung Pemerataan Anggaran KJP melalui Dana Sarapan Pagi Gratis

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Peduli Nelayan Kerang Dara vs PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Akankah Suara Nelayan Terdengar?

Marhaenist.id - Demo yang dilakukan Aliansi Peduli Nelayan Kerang Dara terhadap PT Pertamina…

Prabowonomics vs Pemikiran Bung Hatta: Pertarungan Dua Zaman dalam Satu Konstitusi

Marharnist.id - Perdebatan antara pendekatan ekonomi yang hari ini dikenal sebagai Prabowonomics…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?