By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 23 Februari 2026 | 03:24 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Jansen Henry Kurniawan, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur menyampaikan sikap tegas terhadap pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, yang menyebut pihak-pihak yang ingin meniadakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih sebagai kelompok yang menentang hak asasi manusia (HAM).

Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk penyempitan makna HAM yang berpotensi membahayakan kehidupan demokrasi sipil.

Menurutnya, dalam konstruksi hak asasi manusia, kritik terhadap kebijakan publik merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar.

Mengkritik, mengevaluasi, hingga mempertanyakan efektivitas program pemerintah adalah bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.

“Menuduh kritik sebagai sikap anti-HAM adalah logika berbahaya dan mencerminkan watak otoritarian yang anti-demokrasi,” tegas Jansen dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Mengacu pada Ajaran Bung Karno

GMNI Jakarta Timur merujuk pada pemikiran Soekarno, khususnya dalam pidato Tahun Vivere Pericoloso (TAVIP) pada 17 Agustus 1964, yang menekankan perjuangan melawan exploitation de l’homme par l’homme (eksploitasi manusia atas manusia).

Dalam ajaran Marhaenisme, negara diposisikan sebagai alat perjuangan rakyat, bukan alat pembenaran kekuasaan.

Hak asasi manusia, menurut GMNI, adalah napas demokrasi dan bukan tameng politik untuk membungkam kritik publik.

Soroti Kasus Dugaan Pelanggaran Hak Hidup di Tual

Di tengah polemik tersebut, GMNI Jakarta Timur juga menyoroti dugaan kasus pembunuhan seorang anak berusia 14 tahun oleh oknum anggota Korps Brigade Mobil di Tual.

Organisasi mahasiswa itu mempertanyakan keseriusan Kementerian HAM dalam mengawal kasus yang menyangkut hak hidup—hak paling fundamental dalam prinsip hak asasi manusia.

“Ketika hak hidup direnggut dan negara tidak menunjukkan keberpihakan yang tegas kepada korban, maka yang tercederai bukan hanya keluarga korban, tetapi moral kemanusiaan bangsa,” ujar Jansen.

Baca Juga:   Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD

GMNI menilai bahwa sikap diam, pembiaran, atau ketidaktegasan terhadap dugaan pelanggaran serius oleh aparat negara dapat mempertebal kesan bahwa HAM sedang direduksi menjadi alat legitimasi politik.

Mereka menyebut fenomena ini sebagai gejala “otoritarianisme gaya baru”, yakni demokrasi prosedural yang mengikis substansi kebebasan sipil.

Empat Tuntutan GMNI Jakarta Timur

Berdasarkan situasi tersebut, DPC GMNI Jakarta Timur menyampaikan empat tuntutan:

1. Mengutuk keras penyempitan makna hak asasi manusia yang berpotensi membungkam kritik publik.

2. Mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk mencopot Menteri HAM Natalius Pigai sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan HAM.

3. Memprioritaskan pengawalan kasus dugaan pelanggaran hak hidup secara transparan, independen, dan berkeadilan.

4. Menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja institusi Kementerian HAM.

GMNI Jakarta Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk mengawal tuntutan tersebut demi mencegah segala bentuk kesewenang-wenangan dalam praktik pemerintahan.

“Revolusi belum selesai. Selama masih ada ketidakadilan dan suara rakyat dibungkam dengan stigma, perjuangan harus terus dilanjutkan,” tutup Jansen.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pilkada Diwacanakan Kembali ke DPRD, Prabowo Benar-Benar Reinkarnasi Soeharto

Marhaenist.id - Reformasi yang dilancarkan oleh gerakan mahasiswa Indonesia, telah membawa kejatuhan…

Bantah Sakit, Prabowo Jogetan di Depan Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta - Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dikabarkan sakit…

Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu

Marhaenist.id, Kendari — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mengantisipasi Otoritarianisme Politik Massa Mengambang

Marhaenist.id - Dalam konteks pemilu elektoral atau pemilihan umum, biasanya ada beberapa…

GMNI Jaktim Tanyakan Kemana Pemangkasan Alokasi Dana Pendidikan dan Tuntut Percepatan Pengesahan RUU PRT

Marhaenist.id, Jakarta - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur Jaktim mengkritik…

Waketum DPP GMNI: Sugiono Punya Modal Lengkap Pimpin Menko PMK

Marhaenist.id, Jakarta — Di tengah menguatnya isu reshuffle kabinet, nama Sugiono kian…

GMNI Demo KPU dan DPR Yang Adakan Rapat Konsinyering di Malam Hari

MARHAENIST - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar demonstrasi di depan Hotel…

Tambang Rampok Hak Rakyat, Ketua PA GMNI Kaltim Desak Presiden Prabowo Hentikan Operasi 13 Perusahaan Raksasa

Marhaenist.id, Samarinda - Gelombang kekecewaan publik terhadap skandal korupsi di sektor tambang…

Ketika Mantan Lawan di Pilpres Ingin Merapat ke Pemerintahan

Marhaenist - Harlah ke-26 PKB menjadi ajang bagi sejumlah partai di luar…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?