By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Marhaenis

Gerakan Pembumian Pancasila Bogor Tolak Penggusuran Tanpa Solusi Kemanusiaan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 6 Februari 2026 | 15:53 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Vayireh Sitohang, Ketua Pembumian Pancasila Kota Bogor (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Bogor — Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) Bogor menilai pemerintah masih kerap mengabaikan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan penataan kota dan wilayah. Praktik penggusuran yang dilakukan atas nama keindahan, ketertiban, dan kenyamanan kota dinilai sering kali mengorbankan hak hidup rakyat kecil.

Ketua Gerakan Pembumian Pancasila Bogor, Vayireh Sitohang, menegaskan bahwa Pancasila merupakan dasar berkehidupan dan pandangan hidup manusia Indonesia, yang nilai-nilainya menjamin setiap warga negara untuk mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya secara bermartabat.

“Pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada penataan fisik kota, tetapi juga menjamin kelangsungan hidup rakyat yang terdampak kebijakan tersebut,” ujar Vayireh dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/2/2026).

Ia menyoroti praktik penggusuran terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini mengandalkan keramaian kota untuk bertahan hidup. Menurutnya, sebagian besar PKL tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk menyewa atau membeli lapak di pasar tradisional maupun ruko-ruko.

“Dengan modal seadanya, PKL menciptakan pekerjaan mereka sendiri. Jika mereka digusur, pemerintah wajib merelokasi ke lokasi yang tetap memiliki potensi keramaian, bukan sekadar memindahkan masalah,” jelasnya.

Vayireh juga mengingatkan bahwa pasar tradisional pada dasarnya lahir dari aktivitas PKL yang tumbuh seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan keramaian di suatu wilayah. Oleh karena itu, upaya menghilangkan PKL di pusat-pusat keramaian seperti stasiun, terminal, dan kawasan perkantoran tanpa solusi yang adil hanya akan memperbesar angka pengangguran.

Selain itu, GPP Bogor juga menyoroti kebijakan penataan transportasi publik yang berujung pada penghapusan angkutan kota (angkot). Kebijakan tersebut berdampak langsung pada hilangnya mata pencaharian para sopir angkot.

“Pemerintah harus memikirkan nasib para sopir angkot setelah angkutan kota dieliminasi. Jangan sampai modernisasi transportasi justru menciptakan kemiskinan baru,” tegasnya.

Baca Juga:   Media Marhaenist.id Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2026

Menurut Vayireh, banyak persoalan sosial justru lahir dari kebijakan pemerintah sendiri yang tidak berangkat dari nilai kemanusiaan, sehingga rakyat dipaksa hidup dalam kondisi “segan mati tak mau”.

Gerakan Pembumian Pancasila Bogor dengan tegas menyatakan penolakan terhadap segala bentuk penggusuran yang tidak memanusiakan manusia dan menghilangkan sumber nafkah rakyat tanpa menyediakan alternatif pekerjaan yang layak.

“Pancasila menjamin hak setiap orang untuk bertahan hidup dan melangsungkan kehidupannya. Tugas pemerintah adalah menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam kebijakan dan peraturan yang berpihak pada keselamatan rakyat, bukan semata memperindah kota,” pungkas Vayireh.

Ia menegaskan, apabila pemerintah justru menghilangkan mata pencaharian rakyat atas nama penataan kota, maka kebijakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai Pancasila.

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Sabtu, 4 April 2026 | 08:53 WIB
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
Jumat, 3 April 2026 | 21:24 WIB
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Jumat, 3 April 2026 | 20:00 WIB
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Jumat, 3 April 2026 | 18:34 WIB
Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Kamis, 2 April 2026 | 11:45 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Ajak Masyarakat Tolak Pemilu 2024, Relawan Marhaen Cyber Army Minta Jokowi Mundur dan Pilpres di Ulang

Marhaenist.id, Jakarta - Relawan Marhaen Cyber Army mengeluarkan pernyataan sikap dalam sebuah…

Dua Ekor Bebek Untuk Kegagalan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu

MARHAENIST - Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Dari kiri, Hadi Sucipto (Ketua Gapokmas Tani Mandiri Jatim), Dandim 0808 Blitar Letkol Sapto Priono, Wabub Blitar Rahmat Santoso, Tenaga Ahli Utama KSP Usep Setiawan, Sukidi (Kantah BPN Kab Blitar ), Kapolres Blitar AKBP Aditya Panji Anom, Marjoko (Pembina Tani Mandiri Jatim) dan Kapolresta Blitar AKBP Agro Wiyono. MARHAENIST

Tenaga Ahli Utama KSP Minta GTRA Kabupaten Blitar Lebih Proaktif Komunikasikan Konflik Agraria

Marhaenist - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Usep Setiawan berdialog…

Alumni GMNI Waingapu.

Mari Satukan Langkah dan Hentikan Kebiasaan Mewariskan Perpecahan di GMNI!!!

Marhaenist.id - Sebagai alumni GMNI, saya merasa terpanggil untuk menyampaikan kegelisahan ini.…

Bahlil Respon Pernyataan Cak Imin, Karyono Wibowo Nilai Bukan Sekadar Balas Dendam Politik

Marhaenit.id, Jakarta — Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan…

Dukung Ganjar, Caleg Demokrat Alumni GMNI Ini Tak Peduli Disanksi Partai

Marhaenist.id, Malang - Caleg DPRD Dapil V Jatim dari Partai Demokrat sekaligus…

Hadirkan 3 Ketum, DPC GMNI Jaktim akan Gelar Dialog Marhaenis dan Pelantikan Pengurus Baru Periode 2025–2027

Marhaenist.id, Jaktim — Dengan semangat Trisakti Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC)…

Bulan Bung Karno: Ini Bukan tentang Persatuan, Tapi tentang Siapa yang Punya Kepentingan!

Marhaenist.id - Bulan Juni selalu menjadi bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia.…

GMNI Deklarasikan Manifesto Ekonomi Nasional

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Indonesia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?