By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Resolusi GMNI 2026
GMNI Situbondo Luncurkan Program Sanggar Sarinah, Perkuat Nasionalisme Melalui Kebudayaan
Gelar Mimbar Bebas, AMPERA Tojo Una-Una Respons Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di NTT
Beredar Wacana Usulan Pembubaran Bawaslu dan Pencabutan Kewenangan MK dalam Sengketa Pemilu, Inilah Kata Arief Hidayat!
Hai Orang-Orang Yang Beriman, Ramadhan 2026 Jatuh Pada Kamis 19 Februari

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Gelar Mimbar Bebas, AMPERA Tojo Una-Una Respons Tragedi Bunuh Diri Siswa SD di NTT

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 17 Februari 2026 | 22:04 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: AMPERA saat menggelar aksi Mimbar Bebas di Taman JH Ampana Kota, Ampana, sebagai bentuk duka mendalam sekaligus protes atas tragedi bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di NTT, Senin (16/2/2026) (Dok. GMNI Touna)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist id, Ampana – Di bawah langit Tojo Una-Una, suara perlawanan menggema bukan sekadar memecah kesunyian, melainkan menggugat nurani negara yang dinilai semakin abai terhadap nasib generasi muda.

Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (AMPERA) menggelar aksi Mimbar Bebas di Taman JH Ampana Kota, Ampana, sebagai bentuk duka mendalam sekaligus protes atas tragedi bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (16/2/2026).

Aliansi ini merupakan gabungan dari berbagai elemen organisasi mahasiswa dan pemuda, antara lain Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tojo Una-Una, Liga Mahasiswa Nasional Indonesia (LMND) Tojo Una-Una, dan HMM.

AMPERA menilai tragedi tersebut bukan sekadar insiden individual, melainkan potret kegagalan sistemik dalam tata kelola pendidikan nasional, khususnya dalam aspek perlindungan psikologis dan kesejahteraan peserta didik.

Ketua DPC GMNI Tojo Una-Una, Ricky M. Nibi, dalam orasinya menegaskan bahwa tragedi tersebut merupakan refleksi dari rapuhnya sistem pendidikan nasional.

“Pendidikan seharusnya menjadi rahim tempat harapan dilahirkan, bukan ruang sempit yang memaksa seorang anak memilih maut sebagai jalan keluar. Ketika pendidikan diposisikan sebagai variabel pinggiran dan bukan prioritas utama, maka kita sedang menyaksikan keruntuhan fondasi peradaban. Kematian anak di NTT adalah duka nasional yang lahir dari kelalaian kebijakan negara,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan aksi, Gita Floressita, menekankan pentingnya perhatian serius pemerintah terhadap kesehatan mental anak, khususnya di lingkungan pendidikan dasar.

> “Kami mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk tidak menganggap remeh isu kesehatan mental di sekolah. Negara harus hadir bukan hanya sebagai pemungut kewajiban warga, tetapi sebagai pelindung dan penjamin kesejahteraan rakyatnya,” ujarnya.

Tuntutan dan Agenda Perjuangan AMPERA

Baca Juga:   Catat Sejarah Baru, Sarinah Nurfani Ici jadi Perempuan Pertama yang Pimpin DPC GMNI Kota Ternate

Dalam aksi tersebut, AMPERA juga menyampaikan sejumlah tuntutan strategis kepada pemerintah daerah sebagai bentuk evaluasi dan dorongan perbaikan kebijakan, meliputi:

Sektor Pendidikan

1. Implementasi program Makan Bergizi Gratis secara transparan, tepat sasaran, dan memberdayakan pangan lokal Tojo Una-Una.

2. Penyaluran beasiswa daerah secara objektif, bebas nepotisme, dan menjamin keberlanjutan studi mahasiswa kurang mampu.

3. Pendidikan dasar gratis dan merata melalui penguatan konsep Sekolah Rakyat.

4. Pendirian perguruan tinggi berkualitas di Ampana untuk meningkatkan akses pendidikan dan memperkuat ekonomi lokal.

Sektor Ekonomi

1. Investasi yang menyerap tenaga kerja lokal secara dominan.

2. Pembangunan infrastruktur jalan produksi guna memperlancar distribusi hasil pertanian.

3. Stabilitas harga kebutuhan pokok dan perlindungan daya beli masyarakat.

4. Akses mudah terhadap BBM subsidi bagi nelayan kecil tanpa praktik pungutan liar.

Sektor Sosial dan Pelayanan Publik

1. Reformasi birokrasi yang bersih dari intervensi politik.

2. Pelayanan administrasi kependudukan yang cepat, akurat, dan transparan.

3. Peningkatan kualitas layanan listrik oleh PLN dan air bersih oleh PDAM Tojo Una-Una.

4. Pengembangan sistem pengelolaan limbah modern guna melindungi ekosistem laut.

Sektor Budaya dan Pariwisata

1. Penguatan dan pelestarian budaya lokal sebagai fondasi pembangunan daerah.

2. Pengelolaan pariwisata Kepulauan Togean berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.

3. Pendokumentasian arsip sejarah daerah sebagai sumber literasi generasi mendatang.

Dugaan Korupsi dan Evaluasi Investasi

AMPERA juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan korupsi dana desa di Desa Dolong B dan Desa Katupa. Selain itu, mereka meminta evaluasi terhadap aktivitas investasi oleh PT Indo Tambang Pasir Utama yang ditolak masyarakat Balanggala karena dinilai terlalu dekat dengan permukiman serta diduga belum mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Baca Juga:   DPC GMNI Jaktim: Teknologi Digital Perkuat Marhaenisme hingga ke Akar Rumput

Seruan Moral dan Evaluasi Kebijakan

AMPERA menegaskan bahwa tragedi bunuh diri siswa di NTT harus menjadi momentum refleksi nasional, khususnya dalam memperbaiki sistem pendidikan, kesehatan mental, dan tanggung jawab negara terhadap masa depan anak bangsa.

Aliansi ini berharap seluruh tuntutan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah Tojo Una-Una, guna menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat serta menjamin keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Resolusi GMNI 2026
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:11 WIB
GMNI Situbondo Luncurkan Program Sanggar Sarinah, Perkuat Nasionalisme Melalui Kebudayaan
Rabu, 18 Februari 2026 | 12:04 WIB
Beredar Wacana Usulan Pembubaran Bawaslu dan Pencabutan Kewenangan MK dalam Sengketa Pemilu, Inilah Kata Arief Hidayat!
Selasa, 17 Februari 2026 | 14:52 WIB
Hai Orang-Orang Yang Beriman, Ramadhan 2026 Jatuh Pada Kamis 19 Februari
Selasa, 17 Februari 2026 | 11:39 WIB
DPC GMNI Kendari Versi Arjuna-Dendy Beralih dan Nyatakan Sikap Dukung DPP GMNI Kepemimpinan Sujahri-Amir
Senin, 16 Februari 2026 | 15:49 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Ekonomi Perhatian dan Krisis Kesadaran: Algoritma, Kekuasaan, dan Arsitektur Kendali Pikiran

Marhaenist.id - Kita hidup dalam masa ketika perhatian manusia menjadi komoditas paling berharga…

Cara Melawan Kapitalisme (2): Sang Karyawan Hemat

Marhaenist.id - Ini adalah adalah sebuah cerita yang saya adopsi dari praktik nyata…

Pertumbuhan Ekonomi Yang Menyisakan Luka Sosial dan Ekologis

Marhaenist.id - Di tengah hiruk-pikuk angka pertumbuhan ekonomi, Indonesia kembali dihadapkan pada…

Peringati Dies Natalis Ke 70, DPK GMNI STAI YPIQ Baubau Gelar Diskusi Publik dalam Menyambut PILKADA Serentak 2024

Marhaenist.id, Baubau - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Di Hari Lahir Pancasila, GMNI Kendari Harapkan Nilai Pancasila harus Mampu Diimplementasikan Pemangku Kebijakan di Sultra

Marhaenist.id, Kendari - Dewan pimpinan cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Demokrasi Ditangan Jokowi: Tantangan Etika Politik dan Moralitas

Marhaenist.id - Dinamika politik Indonesia kembali memunculkan sorotan dengan berkembangnya situasi seputar…

Koalisi Masyarakat Peduli Hukum melaksanakan aksi demonstrasi di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setiabudi, Jakarta Selatan (20/08/2024). Marhaenist.id

Koalisi Masyarakat Peduli Hukum Menilai KPK Menjadi Alat Kekuasaan Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta - Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Hukum…

Pamit dari MK, Arief Hidayat: Putusan 90 Jadi Titik Awal Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Marhaenist.id, Jakarta — Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengungkapkan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi (MK)…

Gelar Musda, Kader GMNI Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua KNPI Pemalang 

Marhaenist.id, Pemalang - Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Fatkhu Rozaq Agung…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?