By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Di Hari Lahir Pancasila, GMNI Kendari Harapkan Nilai Pancasila harus Mampu Diimplementasikan Pemangku Kebijakan di Sultra

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 2 Juni 2024 | 00:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Aji Darmawan, Ketua Bidang Agistasi dan Propaganda Aksi DPC GMNI Kendari/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Kendari – Dewan pimpinan cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari menegaskan bahwa nilai-nilai pancasila harus mampu di implementasikan oleh pemangku kebijakan di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal ini ditegaskan oleh Aji Darmawan, Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda Aksi DPC GMNI Kendari karena menganggap Pemerintah di Sultra tak mampu mengimplemtasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan pemerintahan serta dalam menghadapi setiap masyarakat yang membawa aspirasi.

“Harapan kami para pemangku kebijakan termasuk pada Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Kepolisian Daerah Sultra harus menginstruksikan kepada seluruh jejerannya yang tersebar dibeberapa kabupaten/kota untuk lebih bersikap humanis dalam menyerap serta menerima aspirasi rakyat, agar prinsip keadilan serta kenyamanan warga negara terkhusus Sultra bisa rasakan,” ujar Aji sapaan akrabnya, Sabtu (1/6/2024).

GMNI Kota Kendari selalu meneropong kejadian dimasa lalu bagaimana tindakan Kepolisian dan tindakan Pemerintah Provinsi Sultra serta akan melakukan pengawalan dan tetap menjadi garda terdepan, sebagai upaya penyelamatan warga negara terhadap kesewenang-wenangan dan agar nilai-nilai Pancasila bisa diwujudkan di Provinsi Sultra.

“GMNI di Kota Kendari memiliki harapan besar kepada Kepolisian dan Pemerintah Provinsi Sultra agar didalam menjalankan tugas lebih mengedepankan aspirasi rakyat, dan mampu bersikap adil sebagai yang tertuang dalam poin sila ke 2 Kemanusiaan yang adil dan beradab serta ke 5 yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” sambung Aji.

Selain itu, dalam moment Hari Lahir Pancasila, Aji Darmawan mengatakan bahwa setiap tanggal 1 Juni adalah momentum yang diharapkan dapat menjadi filter serta menanamkan fondasi bangsa yang kokoh dengan Pancasila agar Indonesia tidak mengalami disonentasi dimasa depan.

“Tentunya nilai-nilai yang ada didalam Pancasila harus dapat diwujudkan dan ditanamkan dalam kehidupan kita sehari-hari, dan untuk dapat mewujudkan nilai-nilai pancasila dalam pemerintahan diperlukan juga pemerintah yang bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme agar Indonesia tidak mengalami disonentasi dimasa yang akan datang,” lanjut Aji.

Baca Juga:   GMNI Desak KPK Periksa Bobby Nasution dan Kahiyang Atas Dugaan IUP 'Blok Medan'

Disisi lain, Aji mengungkapkan bahwa setiap rentetan sejarah Indonesia selalunya nilai-nilai didalam pancasila tidak dijalanankan oleh para pemangku kebijakan apalagi legislatif yang tidak lagi bersikap sebagai lembaga penerima aspirasi rakyat.

Sedangkan didalam Trias Politika kekuasan itu dibagi menjadi tiga yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, dan Legislatiflah yang mempunyai tugas untuk menyerap dan menerima asprasi rakyat.

“Dari tiga ini memiliki tugas yang berbeda namun mempunyai fokus yang sama yaitu mengaktualisasikan lima sila didalam Pacansila,” tandas Aji.***

Penulis: Bung Wadhar/ Editor: Bung Wadhar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Rabu, 7 Januari 2026 | 04:01 WIB
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Rabu, 7 Januari 2026 | 02:04 WIB
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
Selasa, 6 Januari 2026 | 23:30 WIB
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Selasa, 6 Januari 2026 | 22:03 WIB
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas
Selasa, 6 Januari 2026 | 19:47 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

PERADI Utama–PA GMNI Gelar Technical Meeting PKPA Beasiswa Batch I

Marhaenist.id - Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Beasiswa…

Hadiri Aksi 1000 Lilin di Nagekeo, GMNI NTT Desak Proses Hukum Para Pelaku Penganiayaan Prada Lucky

Marhaenist.id, Nagekeo - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

Lima Nahdiyin Bertemu Presiden Israel, PBNU Lakukan Pemanggilan, Berikan Sanksi?

Marhaenist - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali mengatakan bahwa…

Dua Ekor Bebek Untuk Kegagalan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu

MARHAENIST - Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPC GMNI Tangsel Periode 2025–2027 Resmi Dilantik, Tekankan Reaktualisasi Gerakan Mahasiswa di Era Digital

Marhaenist.id, Tangerang Selatan — Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasisawa Nasional…

Sukses Gelar Konfercab, Erik R Sibu – Fridodis Korois Resmi Terpilih sebagai Pimpinan GMNI Halut Periode 2025-2027

Maharenist.id, Halut - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Utara (Halut) sukses…

Breakring News: Seorang Driver Ojol jadi Korban Demo DPR, Terlindas Kendaraan Taktis Polisi Hingga Tewas

Marhaenist.id, Jakarta - Aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPR/MPR RI,…

Jelang Pesta Demokrasi, GMNI Ajak Masyarakat Kawal Pilkada Damai di Wakatobi

Marhaenist.id, Wanci - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Jakarta Selatan Bedah Pemikiran Tan Malaka dan Soekarno dalam Dialog Sejarah dan Ideologi

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan kembali menunjukkan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?