By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Cegah Korupsi, GMNI Desak KPK & Kejaksaan Lakukan Pengawasan Ketat pada Program Air Bersih Gratis di PPU

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 26 Februari 2025 | 19:47 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Ega, Sekretaris GMNI PPU/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Penajam Paser Utara (PPU) menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program Air Bersih Gratis di PPU yang memiliki potensi besar untuk terjadinya praktik korupsi yang dapat menyebabkan kerugian daerah.

Sekertaris Umum GMNI PPU, Ega mengatakan bahwa Program Air Bersih Gratis di PPU merupakan angin baru untuk masyarakat yang dapat membantu masyarakat dalam menyelesaikan kebutuhan bakunya.

“Program ini merupakan salah satu trobosan baru yang dicanangkan pemerintah untuk menyelesaikan kebutuhan dasar masyarakat, bagus sekali untuk disambut oleh masyarakat,” Ega.

Dalam pelaksanaan program air bersih ini memiliki potensi-potensi konflik tehadap pembengkakan anggaran, realiasi program yang tidak tepat sasaran dan penjelasan terhadap warga-warga yang belum teraliri PDAM, sehingga GMNI PPU khawatir dengan edukasi yang tidak matang dari Pemerintah dapat menyebabkan terjadi pembengkakan pengunaan kubik air di masyarakat.

“Adapun dengan antisipasinya menggunakan sistem Subsidi Kubik dalam menjalankan program yang dapat dilakukan oleh Pemkab, sebenarnya makin menambahkan kebingungan atas asas manfaat dalam realisasi Program Air Bersih Gratis sehingga kami mengajak masyarakat untuk lebih peka dalam melihat program ini, agar dapat dirasakan manfaatnya,” sambung Ega

Ega menyebut bahwa dalam menjalankan program, Pemerintah PPU perlu untuk memperketat dan memperhatikan pengawasannya pada Program Air Bersih Gratis, karena berpotensi besar untuk terjadinya praktik-praktik korupsi, maka sangat memungkinkan terjadinya kebocoran anggaran atau penyalahgunaan anggaran dalam program tersebut.

Oleh karena itu, pengawasan dalam pelaksanaan program harus lebih diperhatikan oleh pihak-pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Kejaksaan Negeri, Badan Pengawasan Keuangan & Pembangunan (BPKP) untuk meminimalisir potensi terjadinya praktik-praktik korupsi.

“Progaram ini sangat berpotensi terjadinya praktik-pratrik Koropsi. Dari itu, kami mendesak KPK dan Kejaksaan, serta BPKP untuk melakukan pengawasan ketat pada jalannya program ini di Penajam Paser Utara,” tambah Ega.

Baca Juga:   Konferda GMNI Sumut Dinilai Kehilangan Arah Ideologis: Kader Soroti Intervensi Senior dan Mandeknya Sidang

GMNI PPU melihat bahwa skema program air bersih gratis masih perlu pengakajian secara lebih mendalam sehingga mereka berharap program ini tidak menjadi program asal-asalan seperti Makan Bergizi Gratis yang pada akhirnya membebankan anggaran Nasional.

“Hari ini kita bisa lihat imbas program gratisan yang tidak memiliki kajian komperhensif, sehingga menimbulkan beban anggaran untuk negara. Semoga ini tidak terjadi untuk Penajam Paser Utara,” lanjut Ega

Ega menuturkan perlu adanya pengujian ulang dalam realisasi program tersebut sehingga pentingnya pengawasan, transparansi, dan penerapan hukum yang sesuai, dalam setiap tahap pengembangan program di PUU agat dapat memeberikan kemaslahatan bagi masyarakat.

“Saya sangat berharap instansi-instansi yang berkaitan dapat melakukan pengkajian mendalam kembali. Semoga kedepannya pemerintah bisa lebih transparan dalam pelaksanaan program,” tutup Ega.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Mengapa Bung Karno Melepas Seluruh Kenegaraaan di Makam Rasullulah?

Marhaenist.id - Pada tahun 1955, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, menunaikan…

Koalisi Mahasiswa Balikpapan: HUT RI dan IKN Untuk Siapa?

Marhaenist.id - Konflik agraria telah menjadi permasalahan mendalam yang menghantui tanah air…

GMNI Sulawesi Barat Serukan Rekonsiliasi dan Dukung Kongres Persatuan

Marhaenist.id, Mamuju - Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) akan segera mengelar Kongres…

Mengantisipasi Otoritarianisme Politik Massa Mengambang

Marhaenist.id - Dalam konteks pemilu elektoral atau pemilihan umum, biasanya ada beberapa…

Leon Trotsky: Partai, Kelas dan Kepemimpinan

Marhaenist.id - Sejauh mana gerakan kelas buruh telah terlempar ke belakang dapat…

GMNI UHT Surabaya: Mispersepsi Pemerintah Soal “Bendera One Piece”

Marhaenist.id, Surabaya - Beberapa kesempatan terakhir, Indonesia melalui media sosialnya digemparkan dengan…

Lagi Viral Filem Dirty Vote, Inilah Sinopsis atau Ringkasan Ceritanya

Marhaenist.id - Film dokumenter eksplanatory "Dirty Vote" yang dirilis pada 11 Februari…

Moment Ganjar Lamar Aktivis Perempuan Jogjakarta

Marhaenist.id, Jogjakarta - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo punya cara jitu…

Tegas Inginkan Persatuan, DPC GMNI Lubuklinggau Nyatakan Sikap Tak Hadiri Kongres GMNI di Bandung

Marhaenist.id, Lubuklinggau - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?