By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Bulan Bung Karno, Momentum Kembali ke Jalan Ideologi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 25 Juni 2025 | 21:28 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Ega Rahmadhani, Sekretaris DPK GMNI Penajam Paser Utara/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Bulan juni bukan sekadar bulan kelahiran Bung Karno bagi kami kader GMNI ini adalah bulan ideologis bulan kontemplatif untuk kembali menelusuri jalan pemikiran Marhaenisme dan menggugah kembali semangat perjuangan kaum muda dalam membela rakyat kecil. Bulan Bung Karno adalah pengingat bahwa tugas kaum intelektual tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga turun ke akar rumput memahami penderitaan rakyat dan berjuang bersama mereka.

Bung Karno mengajarkan kepada kita bahwa revolusi bukan hanya soal menggulingkan penjajah, tetapi juga membebaskan manusia dari segala bentuk penindasan ekonomi, budaya, dan politik. Trisakti adalah warisan konseptual yang tak lekang oleh zaman ia adalah jalan revolusi nasional untuk menuju Indonesia yang merdeka seutuhnya. Sebagai mahasiswa GMNI, kami melihat Trisakti sebagai panggilan untuk bergerak, bukan hanya menghafal.

Namun realitas hari ini jauh dari apa yang dicita-citakan Bung Karno. Kedaulatan politik sering tersandera oleh kepentingan elit, kemandirian ekonomi dibajak oleh oligarki. Kebudayaan kita tergeser oleh budaya pasar yang hedonis dan pragmatis. Di sinilah tugas kita, kaum muda progresif-revolusioner, untuk merebut kembali ruang-ruang rakyat yang hilang. Bung Karno pernah bilang, “Revolusi belum selesai,” dan memang benar kita masih hidup di tengah sistem yang belum berpihak pada kaum marhaen.

Bulan Bung Karno harus menjadi ruang pembelajaran dan pengorganisiran, bukan hanya ruang seremonial yang kehilangan makna. Setiap diskusi pembacaan buku hingga aksi turun ke jalan adalah bentuk konkret dalam menjaga bara semangat perjuangan. GMNI bukanlah organisasi nostalgia tetapi organisasi perjuangan yang hidup bersama rakyat. Kita tidak hanya mengenang Bung Karno tapi melanjutkan perjuangannya.

Sebagai mahasiswa kita punya keistimewaan akses terhadap pengetahuan dan ruang berpikir. Tapi keistimewaan ini adalah tanggung jawab. Dalam dunia yang penuh distraksi dan komodifikasi pikiran, kita harus tetap teguh pada garis ideologi Marhaenisme. Kita bukan pemuda yang sekadar ingin viral tapi pemuda yang punya araharah menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga:   Gubernur NTT Menyerbu Kampung Adat: Transisi Energi atau Kolonialisme Baru?

Di tengah dunia yang semakin liberal dan individualistis menjadi Marhaenis adalah sikap berani melawan arus. Kita tidak anti-modernisasi, tapi kita menolak modernisasi yang menindas. Kita ingin kemajuan yang membebaskan. Bung Karno tidak pernah mengajarkan untuk pasrah pada keadaan beliau selalu mendorong kita untuk berani, berpikir, dan bertindak.

Maka Bulan Bung Karno bukan milik pemerintah bukan milik partai bukan milik siapapun kecuali milik rakyat. Dan sebagai mahasiswa GMNI, kami meyakini bahwa memperingati Bung Karno bukan hanya dengan kata, tetapi dengan kerja nyata, bersama rakyat untuk Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian. Karena hanya dengan itulah, kita bisa benar-benar meneruskan cita-cita Bung Karno.***


Penulis: Ega Rahmadhani, Sekretaris DPK GMNI Penajam Paser Utara.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Sukarno, Marhaenisme dan Proletariat

MARHAENIST - Di dalam konferensi di kota Mataram baru-baru ini, Partindo telah…

GMNI, Marhaen, dan Kebangkitan yang tak Kunjung Datang

Marhaenist.id - Di tengah negeri yang tenggelam dalam lumpur korupsi, oligarki ekonomi,…

Masa Tenang, Ganjar Pilih Kulineran di Semarang

Marhaenist.id, Semarang - Di masa tenang, Ganjar Pranowo makan malam bersama Cak…

Tolak Kenaikan BBM, GMNI dan OKP Cipayung Geruduk DPRD Mimika

Marhaenist - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mimika, bersama Gerakan Mahasiswa Kristen…

Gelar Sarasehan, GMNI Surabaya: Teguhkan Persatuan Kader, Akhiri Dualisme Kepemimpinan

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Antara Disiplin TNI dan Ancaman Terhadap Supremasi Sipil Dalam Demokrasi Indonesia

Marhaenist.id -Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah lama dikenal sebagai institusi yang disiplin…

Mengenang Kongres GMNI Ke XII Tahun 1996 di Grand Mirage Hotel Denpasar Bali

Marhaenist.id - Bercengkrama mengenang saat di GMNI 30 tahun yang lalu, saling…

Sukarno dan Islam Sontoloyo

MARHAENIST - Ikatan Sukarno dan islam tidak sulit dijelaskan. Bukan hanya karena…

Supremasi Hukum: Jangan Jadikan Hukum Positif Indonesia Sebagai Instrumen Politik Praktis

Marhaenist.id - Mengutip dari halaman website resmi Mahkamah Konstitusi Indonesia menjelaskan bahwa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?