By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Bertahan Ditengah Badai: Sebuah Refleksi Perjalanan Bersama GMNI

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:59 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Musail Waedurat, Kader GMNI Lebak-Banten/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Perjalanan saya di GMNI bukanlah kisah yang tenang di permukaan air yang jernih. Ini adalah kisah tentang gelombang yang tak pernah berhenti menggulung, tentang ombak yang mengguncang dasar keyakinan, dan tentang badai yang mencoba meruntuhkan semangat. Dibalik semua itu, ada satu hal yang selalu saya pelajari di GMNI: bahwa perjuangan bukan hanya tentang siapa yang tahu lebih banyak, tetapi tentang siapa yang mampu bertahan lebih lama.

Saya memasuki GMNI dengan idealisme yang membara. Dengan semangat marhaenis, saya berdiri di tengah barisan mereka yang percaya bahwa perubahan sosial bukan sekadar wacana, tapi tindakan nyata. Namun idealisme itu segera diuji. Ombak pertama datang dalam bentuk perdebatan sengit, gesekan pemikiran, bahkan kekecewaan atas realitas yang tak seindah teori.

Di tengah gelombang organisasi, saya belajar bahwa menjadi kader bukanlah perkara mudah. Ada ego yang harus diredam, ada luka yang harus diterima, dan ada kawan yang kadang menjadi lawan dalam dinamika perjuangan. Tapi justru di situlah saya menemukan kekuatan. GMNI mengajarkan saya untuk berdiri tegak, meski kaki gemetar, untuk bicara lantang meski suara parau, dan untuk tetap melangkah meski arah terasa kabur.

Badai terbesar tak datang dari luar, tapi dari dalam: rasa lelah, ragu, dan kecewa. Ada saat di mana saya hampir menyerah, bertanya pada diri sendiri: untuk apa semua ini? Tapi dalam sepi itu, suara ajaran Bung Karno menggema kembali: perjuangan itu adalah pelaksanaan kata-kata. Dan GMNI, dengan segala kekurangannya, tetap menjadi ruang yang membentuk saya, membakar kembali api yang mulai padam.

Saya melihat kawan-kawan datang dan pergi. Beberapa hilang dalam badai, beberapa memilih jalan yang lebih mudah. Tapi saya memilih bertahan. Karena saya tahu, perjuangan ini bukan tentang siapa yang paling cerdas mengutip teori, tapi siapa yang paling kuat menjaga komitmen. Siapa yang tetap berdiri saat yang lain memilih berbaring.

Baca Juga:   Kooperasi dan Hegemoni Kapitalisme

GMNI bukan hanya organisasi. Ia adalah sekolah kehidupan. Ia mengajarkan bahwa idealisme butuh kesabaran, bahwa loyalitas dibuktikan bukan saat senang, tapi saat perih. Bahwa revolusi bukan hanya tentang mengubah sistem, tapi juga tentang mengubah diri. Kini, saat saya menoleh ke belakang, saya melihat jejak yang penuh luka dan peluh, tapi juga penuh makna. Saya tidak menyesal pernah terseret ombak, diterpa gelombang, atau diterjang badai. Karena di tengah semua itu, saya menemukan siapa diri saya sebenarnya.

Saya adalah kader GMNI. Dan saya akan terus berjuang, bukan karena saya tahu segalanya, tapi karena saya memilih untuk bertahan di tengah badai, bersama cita-cita, bersama rakyat.***


Penulis: Musail Waedurat, Kader GMNI Lebak-Banten.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:01 WIB
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Aji Chayono, Penulis Lepas/MARHAENIST.

GMNI dalam Persimpangan Jalan: Machtsvorming sebagai Gagasan Pemersatu

Marhaenist.id - Di tengah arus disorientasi ideologis dan pragmatisme politik yang menjangkiti banyak…

Pertamina Perkuat Sinergi Dengan GMNI dan Cipayung Plus di Proyek RDMP Balikpapan

MARHAENIST - Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan dan…

Seleksi CPNS Akan Segera Dibuka, Siapkan Dirimu Ini Jadwal Pendaftarannya

Marhaenist - Pendaftaran CPNS 2024 dikabarkan akan mulai dibuka pada bulan Juli.…

Puluhan Jenderal Dukung Ganjar, Siap Lawan Segala Bentuk Intervensi

Marhaenist.id, Karangayar - Puluhan Jenderal dari TNI dan Polri menegaskan siap mengawal…

Komandan Pacul Resmi Ditetapkan Sebagai Wakil Ketua MPR RI 2024-2029

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA)…

Resmi Lantik PA GMNI Sulteng dan Sulbar, Prof Arief Hidayat Ajak Kader Teladani Pendiri Bangsa untuk Jaga Indonesia

Marhaenist.id, Palu - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA)…

Hipotetis: Relevansi Gerak Marhaenis tehadap Marhaenisme dalam Melawan Tantangan Zaman Diera Kekinian

*Kritik Marhaenis Junior terhadap Prilaku Marhaenis Senior yang ada di GMNI Diera…

Presiden atau Cuma OMON-OMON?

Marhaenist.id - Prabowo Subianto mungkin punya satu keinginan sederhana: namanya tercatat dalam…

IMM dan GMNI Riau: Reformasi Polri Harus Tunduk pada Mandat Konstitusi, Bukan jadi Komoditas Politik Kekuasaan

Marhaenist.id, Pekanbaru – Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari IMM dan GMNI…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?