By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Mahasiswa, Politik Kampus, dan Miniatur Negara

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Sabtu, 20 Juli 2024 | 21:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam lorong-lorong kampus yang sepi, di pojok-pojok gedung tua yang berlumut, di bawah bayang-bayang pepohonan yang mengelilingi kampus, tersimpan banyak ironi yang menjerat pikiran penghuninya, kata Tan Malaka tujuan Pendidikan ialah mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan.

Namun tulisan ini bukan sekadar keluhan hampa. Ini adalah seruan, sebuah manifestasi dari keinginan untuk merubah tatanan yang ada ke arah yamg lebih bijak dan baik. Sebagai penghuni kampus, harus berani menentang represi dan memperjuangkan apa yang mesti Agent of change perjuangkan. Kita harus menciptakan sebuah gerakan yang mengubah kampus dari penjara pemikiran menjadi taman kebebasan, kita mesti harus memperjuangkan kampus menjadi miniatur negara yang ideal, dimana demokrasi dan kebebasan adalah nyata.

Saat masih berstatus sebagai mahasiswa baru, saya berulang kali mendengar ucapan baik dari kakak tingkat, beberapa dosen, maupun teman seperjuangan, bahwa kampus adalah miniatur sebuah negara. Simpelnya seperti ini; jika kalian ingin melihat sebuah konsep negara, maka kalian cukup melihat dan menganalisis sebuah universitas atau kampus. Dulu saya sempat mengamininya, namun dewasas ini saya menyadari bahwa apa yang mereka ucapkan itu nyatanya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, Bukan bermaksud untuk menggeneralisir, bahwa yang mereka katakan ada (sedikit) benarnya juga. Namun, saya meyakini bahwa apa yang mereka katakan lebih banyak yang nggak sesuai dengan kenyataan.

Jika benar kampus dikatakan sebagai “Miniatur negara” seyogyanya mahasiswa yang menduduki jabatan pada ORMAWA eksekutif, Legislatif, serta Yudikatif baik ditingkat fakultas maupun universitas harusnya sebagai aktor intelektual dan eksekutor mampu bergerak berlandaskan ke-ilmuan dan teori-teori empiris yang ada karena pada esensinya mereka adalah representasi wakil rakyat, namun sayang sekali mereka bergerak seadanya, dan nggak mencemirkan wakil rakyat itu sendiri.

Baca Juga:   Menolak Gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto adalah Kewajiban Ideologis bagi Marhaenis

Hal yang pertama kali saya amati adalah urgensi kedudukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) maupun MPM. Kedua nomenklatur tersebut merujuk pada organisasi yang membidangi ranah Eksekutif, dan Legislatif. Pertanyaan saya adalah, apa sih urgensi BEM dan DPM?

Selanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah kinerja ORMAWA itu sendiri. Hanya sedikit ORMAWA yang bersedia mewakili keprihatinan mahasiswa yang mereka pimpin. Sebagai contoh, kinerja ORMAWA umumnya terbatas pada internalnya sendiri, pertemuan dengan birokrasi kampus yang mereka “ Dewa-kan”, dan eventual. Namun, jika kita melihatnya secara proporsional, hanya sebagian kecil pengurus yang benar-benar aktif terlibat dalam kegiatan tersebut. Pertanyaannya adalah, di mana peran aktif pengurus lainnya?

Masalah lain adalah terkait dengan jabatan mereka. Sebutan “presiden mahasiswa” mungkin tidak selaras dengan tugas dan tanggung jawab yang mereka emban. Ini hanya sebagian dari berbagai keresahan, belum lagi masalah pertanggungjawaban, maupun  program kerja yang sebenarnya tidak menyentuh sama sekali kepada mahasiswa, jika ada pun hanya bersifat kultural dan formalitas, semoga saja ORMAWA dalam kampus ini tidak sedang dalam fase problematik yang menguras energi karena terlibat conflict of interest (benturan kepentingan).

Pada dasarnya jika menginginkan ekosistem demokrasi yang baik seharusya ORMAWA serta komunitas yang ada di dalam kampus mestinya menerapkan Asas-asas umum pemerintahan yang baik (AUPB), sebab itulah gunanya pembelajaran yang ada di dalam kelas agar praktik-praktiknya tidak terlalu jauh menyimpang, tidak asal sembarangan dalam menjalan kan roda organisasinya.

Terlalu hipokrit rasanya jika masih bertanya masyarakat mana yang diwakili atau bahkan mementingkan kelompoknya sendiri, bagi saya itu tidak menjadi soal sebab yang paling fundamental adalah kedewasaan untuk menyadari bahwa merangkul segala heterogenitas yang ada dengan dinamika yang naik turun para pimpinan yang terhormat dijajaran BEM maupun MPM mesti hadir menjadi partner kolaboratif yang merangkul seluruh aspirasi, bahkan kritik sekalipun, jangan sampai pada akhirnya melupakan tanggungjawab moril yang ada sehingga hasil daripada demokrasi melahirkan kepemimpinan yang bijaksana, sebab dinamika yang terjadi dalam kontestasi pesta demokrasi yang mewarnai politik kampus juga hampir mirip dengan iklim politik di Indonesia, seperti terjadinya konflik antarkubu ketika pemira, pelanggaran ketika kampanye, adanya buzzer, black campaign, dsb.

Baca Juga:   Pejuang Pemikir: Identitas Kita

Kampus sebagai tempat lahirnya generasi intelektual sudah seharusnya mencetak mahasiswa-mahasiswa yang berpolitik secara baik dan sehat, politik kampus menjadi saluran penghayatan nilai-nilai yang baik, seperti integritas, tanggung jawab, etika, dan sebagainya.

Politik kampus seharusnya menjadi ladang dan pemupukan bagi para mahasiswa yang nantinya sebagai menjadi generasi penerus bangsa. Jangan sampai politik kampus ikut mencontoh buruknya politik yang terjadi di Indonesia, melihat kondisi perpolitikan di tanah air akhir-akhir ini yang buruk, juga terdapat dikotomi sehingga menimbulkan perpecahan.

Adanya warna-warni dalam pesta demokrasi di kampus tentu merupakan proses pembelajaran bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia perpolitikan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya sikap yang baik dalam melakukan politik kampus karena sejatinya politik kampus merupakan miniatur politik Indonesia, dan kampus merupakan miniatur negara.

Mari bersatu menyatakan egalite, liberte dan fraternite. Membawa Revolusi menuju kepada Dunia Baru kata Soekarno tanpa ‘exploitation de l‘homme par l‘homme’ dan ‘exploitation de nation parnation.


Penulis: M Fadil Tegar Syafian, Mahasiswa S-1 Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pasca Terpilih Menjadi Ketua dan Mendapatkan SK, Hasmin Berkomitmen Siap Membesarkan GMNI di Wakatobi

Marhaenist.id, Wakatobi - Salah satu organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung,…

Negara dan Jeritan Tangis Ibu yang Anaknya Bunuh Diri di Ngada NTT

Marhaenist.id - Tangis seorang ibu di Ngada, Nusa Tenggara Timur, tidak sekadar…

Megawati, Demokrasi dan Hari Ini

Marhaenist.id - Saya lupa dimana pernah saya baca ketika Sukarno menceritakan bagaimana…

Gelar Aksi Solidaritas di Jakarta, 5 Elemen Organisasi Desak Hentikan Penggusuran Petani Padang Halaban

Marhaenist.id, Jakarta — Puluhan massa dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Gabungan Serikat…

Napak Tilas Bung Karno, Ganjar Silaturahmi ke Keuskupan Bogor

Marhaenist.id, Bogor - Ganjar Pranowo didampingi istrinya, Siti Atikoh bersilaturahmi ke Keuskupan…

Jalan Rusak Loloda Utara Kembali Telan Korban, GMNI Halut Desak Pemprov dan Pemkab Bertanggung Jawab

Marhaenist.id, Halut — Sukacita Natal berubah menjadi duka mendalam bagi masyarakat Loloda…

Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka

Marhaenist.id, Jakarta - Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid, menyampaikan keprihatinan mendalam atas…

DPP PA GMNI Lakukan Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim di Subang

Marhaenist - DPP Persatuan Alumni GMNI melaksanakan kegiatan bakti sosial dan melakukan…

Soroti Keberpihakan Pendidikan Tinggi untuk Mahasiswa Kurang Mampu, GMNI Sampaikan Rekomendasi ke PJ Gubernur Jatim

Marhaenist.id, Surabaya - Dalam rangka Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Daerah (DPD)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?