By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Historical

Pancasila dan Hari Kelahirannya: Mengali Fakta Sejarah!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 3 Juni 2024 | 19:04 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Foto: Lambang Pancasila (Sumber Gambar: Situs Kementrian Agama/Marhaenist.id
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam catatan dan fakta sejarah, pada tanggal 1 Juni 1945 membuktikan bahwa ditanggal itu Bung Karno hanya menyampaikan tentang konsep Pancasila yang sebelumnya ia katankan sebagai Pancadarma, tetapi karena ia berunding dengan ahli bahasanya, maka tersetuslah nama Pancasila karena lebih enak didengar daripada Pancadarma.

Kalau kita mundur kebelakang sebelum sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 dimana Bung Karno menyampaikan Konsep Pancasila dihadapan para Anggota sidang dan disebarluaskan kepublik. Konsep Pancasila itu sebelumnya sudah tercetus dan terkonsep oleh Bung Karno, setelah itu disampaikan di forum sidang.

Dari itu, bisa kita katakan bahwa Pancasila dilahirkan bukan pada waktu (Persoalan waktu Jam) Bung Karno menyampaikannya dihadapan anggota sidang BPUPKI, tetapi pada saat itu ia hanya mengonsepnya di waktu sekitar antara Pukul 24.00 (00.00) WIB sampai fajar menyingsing, Pukul 06.00  WIB pada tanggal 1 Juni 1945.

Disisi lain, bisa jadi Pidato Bung Karno mengenai Pancasila, dikonsep antara Pukul 19.00 WIB sampai Pukul 24.00 sebelum masuk pada tanggal 1 Juni 1945 atau lebih tepatnya pada tanggal 30 atau 31 Mei 1945 (Perkiran tanggal belum bisa dipastikan, apakah di bulan Mei tahun itu hanya sampai tanggal 30 atau 31).

Dikatakan dikonsep diperkirakan mulai Pukul 19.00 WIB, karena Bung Karno sebelum Pukul 19.00 WIB sedang menjalankan Ritual Agama karena ia adalah seorang Islam yang taat. Dan sampai Pukul 24.00 WIB setelah itu ia tidur agar tidak ngantuk pada saat menyampaikan konsep Pancasila dihadapan Para Anggota Sidang BPUPKI (Lihat Video dan Rekaman Suara Bung Karno yang berapi-api dan penuh semangat yang membara tanpa ngantuk dan lesu sedikitpun saat menyapaikannya yang tersebar dipublik).

Baca Juga:   Bung Tomo, Sang Pahlawan Peniup Semangat Perjuangan yang Ditangkap oleh Orba dengan Tuduhan Pengacau Negara

Selain itu, diperkirakan Bung Karno mengonsep Pidato tentang Pancasila yang dikemukakan di sidang BPUPKI, dimulai pada saat Jenderal Jepang mengemukakan tentang syarat berdirinya negara yang harus memiliki dasar negara. Jenderal Jepang membuat sebuah pencarian dasar negara seperti sayembara yang dikemukaan oleh beberapa Anggota Sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945.

Berikutnya, mengenai Pancasila oleh Bung Karno sebenarnya telah dimulainya di Ende Flores Nusa Tenggara Timur, saat ia diasingkan oleh Pemerintah Hindia Belanda ditahun 1933 sampai tahun 1938.

Di Ende Bung Karno punya banyak waktu untuk berpikir sehingga ia dapat menemukan dan mengali Pancasila yang terkubur warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia.

Serpihan-serpihan kecambah tentang Pancasila datang dari penghayatan yang mendalam, kalah itu bung Karno menghabiskan waktu berjam-jam dibawah Pohon Sukun sehingga menemukan 5 Sila.

Dari ulasan diatas, untuk memastikan kapan sesungguhnya Pancasila itu lahir?

Bisa Kita katakan bahwa yang pertama; Mengenai Pidato Bung Karno tentang Pancasila, dikonsep pada tanggal 1 Juni 1945 diwaktunya malam hari. Itu belum bisa kita katakan sebagai hari lahir Pancasila.

Kedua; Mengenai Pidato Bung Karno tentang Pancasila, dikonsep sebelum tanggal 1 Juni 1945, yakni; tanggal 30 atau 31 Mei 1945. Itu juga belum bisa kita katakan sebagai hari lahir Pancasila.

Ketiga; Saat ada perintah oleh Jenderal Jepang untuk mencari dasar negara, diperkirakan disitulah Bung Karno mengonsep Pancasila untuk di pidatokan di Sidang BPUPKI, tetapi itu juga belum bisa kita katakan sebagai hari lahir Pancasila.

Jadi setelah Pengumuman Pencarian dasar negara untuk Indonesia Merdeka dan pada tanggal 30 atau 31 Mei 1945 dan  1 Juni 1945, mengenai ulasan diatas, Pancasila dari 5 Sila ditulis terjemahannya dan diramu dalam bentuk Pidato.

Baca Juga:   Antara Tan Malaka, Komunis, dan Islam

Lebih spesifik dikatakan sebagai hari Pengonsepan Pancasila dalam bentuk tulisan untuk Pidato di sidang BPUPKI.

Keempat; untuk penyampaian tentang Pancasila di hadapan Anggota Sidang BPUPKI ditanggal 1 Juni 1945 adalah tanggal dimana Pancasila (atau kata Pancasila) diperdengankan dipublik dan disebarluaskan secara luas se-Indonesia.

Jadi, pada tanggal 1 Juni 1945 saat Bung Karno menyampaikan Pidato Pancasila adalah Hari diperdengarkannya Pancasila dihalayak publik.

Kelima; Mengenai Bung Karno saat dibuang di Ende Flores Nusa Tenggara Timur, disitulah ia menemukan dan menggali Pancasila yang lama terkubur sebagai warisan nenek moyang Bangsa Indonesia.

Disini bisa kita katakan bahwa sejak ditemukannya Pancasila oleh Bung Karno di Ende, disitulah Pancasila dilahirkan.

Untuk hari lahir Pancasila oleh Pemerintah, Bung Karno, tepat pada tanggal 1 Juni 1945 yang lalu menyampaikan pidato kenegaraan terbaiknya dalam sidang BPUPKI, yaitu ide tentang dasar dan bangunan kehidupan bangsa Indonesia yang ia sebut Pancasila. Momen penting bersejarah itulah yang saat ditetapkan dan kenang sebagai hari lahirnya Pancasila.

Penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila ditetapkan melalui Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila yang ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, acara peringatan hari lahir Pancasila pertama kali diadakan pada 1 Juni 1964 atas permintaan Presiden Soerkano yang dimulai dengan upacara kenegaraan di Istana Merdeka. Acara tersebut mengusung slogan Pancasila Sepanjang Masa.

Acara tersebut kembali diadakan pada tahun-tahun berikutnya hingga yang terakhir pada tahun 1968 di era Presiden Soeharto.

Presiden Soeharto melalui Komando Operasi Pemulihan dan Ketertiban (Kopkamtib) melarang peringatan Hari Lahir Pancasila mulai tahun 1970 sebagai upaya penghapusan warisan Soekarno.

Dari redaksi, ulasan ini hanya memberikan pengetahuan tentang Bung Karno dan Hari Lahir Pancasila dengan mengali fakta sejarah. Ini bukan untuk mengatakan bahwa hari lahir Pancasila bukanlah yang kita ketahui sekarang ini.

Baca Juga:   Pidato Bung Karno Tentang Isi Supersemar

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 1945 – 1 Juni 2024 !!!.***


Penulis: La Ode Mustawwadhaar, Jurnalis Marhaenist.id.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Sabtu, 18 April 2026 | 17:53 WIB
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

DPP GMNI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Kenaikan PPN 12%

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),…

Dialog Terbuka Kader GMNI Bahas Potensi dan Tantangan Organisasi di Tengah Perubahan Zaman

Marhaenist.id, Jakarta — Sejumlah kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari berbagai…

Ketua Mahkamah Agung (MA) H.M. Syarifuddin. FILE/MA

Ketua MA Sikapi Masukan KPK, Ini Langkah Hakim Agung

Marhaenist - Ketua Mahkamah Agung (MA) H.M. Syarifuddin menyikapi saran dan masukan…

Rakyat Venezuela dan Revolusi Bolivarian

Marhaenist - Sekitar setengah dari populasi pemilih Venezuela dapat dipercaya untuk bergabung…

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. FILE/PDI Perjuangan

Hasto Sebut Banyak Manuver PSI Yang Merugikan PDI Perjuangan

Marhaenist - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, meski sesama…

Politikus senior PDI Perjuangan yang juga anggota Wantimpres, Sidarto Danusubroto. Liputan6/Johan Tallo

Ini Bocoran Sosok Capres PDIP Dari Politisi Senior PDI Perjuangan

Marhaenist - Mantan ajudan Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno, Sidarto…

Foto: Deodatus Sunda Se, Ketua DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.

GMNI DKI Kecam Gugurnya 3 Prajurit TNI oleh Israel: Desak RI Keluar dari BOP dan Fokus Krisis Domestik

Marhaenist.id, Jakarta, - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

DPC GMNI Jaktim Dukung Pemerataan Anggaran KJP melalui Dana Sarapan Pagi Gratis

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Membongkar Labirin Impunitas: Blue Wall of Silence dan Normalisasi Kekerasan di Tubuh Polri

Marhaenist.id - Mandat suci pemolisian demokratis yang seharusnya berlandaskan pada filosofi kontrak…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?