By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Historical

Pancasila dan Hari Kelahirannya: Mengali Fakta Sejarah!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 3 Juni 2024 | 19:04 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Foto: Lambang Pancasila (Sumber Gambar: Situs Kementrian Agama/Marhaenist.id
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam catatan dan fakta sejarah, pada tanggal 1 Juni 1945 membuktikan bahwa ditanggal itu Bung Karno hanya menyampaikan tentang konsep Pancasila yang sebelumnya ia katankan sebagai Pancadarma, tetapi karena ia berunding dengan ahli bahasanya, maka tersetuslah nama Pancasila karena lebih enak didengar daripada Pancadarma.

Kalau kita mundur kebelakang sebelum sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945 dimana Bung Karno menyampaikan Konsep Pancasila dihadapan para Anggota sidang dan disebarluaskan kepublik. Konsep Pancasila itu sebelumnya sudah tercetus dan terkonsep oleh Bung Karno, setelah itu disampaikan di forum sidang.

Dari itu, bisa kita katakan bahwa Pancasila dilahirkan bukan pada waktu (Persoalan waktu Jam) Bung Karno menyampaikannya dihadapan anggota sidang BPUPKI, tetapi pada saat itu ia hanya mengonsepnya di waktu sekitar antara Pukul 24.00 (00.00) WIB sampai fajar menyingsing, Pukul 06.00  WIB pada tanggal 1 Juni 1945.

Disisi lain, bisa jadi Pidato Bung Karno mengenai Pancasila, dikonsep antara Pukul 19.00 WIB sampai Pukul 24.00 sebelum masuk pada tanggal 1 Juni 1945 atau lebih tepatnya pada tanggal 30 atau 31 Mei 1945 (Perkiran tanggal belum bisa dipastikan, apakah di bulan Mei tahun itu hanya sampai tanggal 30 atau 31).

Dikatakan dikonsep diperkirakan mulai Pukul 19.00 WIB, karena Bung Karno sebelum Pukul 19.00 WIB sedang menjalankan Ritual Agama karena ia adalah seorang Islam yang taat. Dan sampai Pukul 24.00 WIB setelah itu ia tidur agar tidak ngantuk pada saat menyampaikan konsep Pancasila dihadapan Para Anggota Sidang BPUPKI (Lihat Video dan Rekaman Suara Bung Karno yang berapi-api dan penuh semangat yang membara tanpa ngantuk dan lesu sedikitpun saat menyapaikannya yang tersebar dipublik).

Baca Juga:   Historical: Pidato Bung Karno Saat Hari Natal

Selain itu, diperkirakan Bung Karno mengonsep Pidato tentang Pancasila yang dikemukakan di sidang BPUPKI, dimulai pada saat Jenderal Jepang mengemukakan tentang syarat berdirinya negara yang harus memiliki dasar negara. Jenderal Jepang membuat sebuah pencarian dasar negara seperti sayembara yang dikemukaan oleh beberapa Anggota Sidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945.

Berikutnya, mengenai Pancasila oleh Bung Karno sebenarnya telah dimulainya di Ende Flores Nusa Tenggara Timur, saat ia diasingkan oleh Pemerintah Hindia Belanda ditahun 1933 sampai tahun 1938.

Di Ende Bung Karno punya banyak waktu untuk berpikir sehingga ia dapat menemukan dan mengali Pancasila yang terkubur warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia.

Serpihan-serpihan kecambah tentang Pancasila datang dari penghayatan yang mendalam, kalah itu bung Karno menghabiskan waktu berjam-jam dibawah Pohon Sukun sehingga menemukan 5 Sila.

Dari ulasan diatas, untuk memastikan kapan sesungguhnya Pancasila itu lahir?

Bisa Kita katakan bahwa yang pertama; Mengenai Pidato Bung Karno tentang Pancasila, dikonsep pada tanggal 1 Juni 1945 diwaktunya malam hari. Itu belum bisa kita katakan sebagai hari lahir Pancasila.

Kedua; Mengenai Pidato Bung Karno tentang Pancasila, dikonsep sebelum tanggal 1 Juni 1945, yakni; tanggal 30 atau 31 Mei 1945. Itu juga belum bisa kita katakan sebagai hari lahir Pancasila.

Ketiga; Saat ada perintah oleh Jenderal Jepang untuk mencari dasar negara, diperkirakan disitulah Bung Karno mengonsep Pancasila untuk di pidatokan di Sidang BPUPKI, tetapi itu juga belum bisa kita katakan sebagai hari lahir Pancasila.

Jadi setelah Pengumuman Pencarian dasar negara untuk Indonesia Merdeka dan pada tanggal 30 atau 31 Mei 1945 dan  1 Juni 1945, mengenai ulasan diatas, Pancasila dari 5 Sila ditulis terjemahannya dan diramu dalam bentuk Pidato.

Baca Juga:   Namanya Tan Malaka!

Lebih spesifik dikatakan sebagai hari Pengonsepan Pancasila dalam bentuk tulisan untuk Pidato di sidang BPUPKI.

Keempat; untuk penyampaian tentang Pancasila di hadapan Anggota Sidang BPUPKI ditanggal 1 Juni 1945 adalah tanggal dimana Pancasila (atau kata Pancasila) diperdengankan dipublik dan disebarluaskan secara luas se-Indonesia.

Jadi, pada tanggal 1 Juni 1945 saat Bung Karno menyampaikan Pidato Pancasila adalah Hari diperdengarkannya Pancasila dihalayak publik.

Kelima; Mengenai Bung Karno saat dibuang di Ende Flores Nusa Tenggara Timur, disitulah ia menemukan dan menggali Pancasila yang lama terkubur sebagai warisan nenek moyang Bangsa Indonesia.

Disini bisa kita katakan bahwa sejak ditemukannya Pancasila oleh Bung Karno di Ende, disitulah Pancasila dilahirkan.

Untuk hari lahir Pancasila oleh Pemerintah, Bung Karno, tepat pada tanggal 1 Juni 1945 yang lalu menyampaikan pidato kenegaraan terbaiknya dalam sidang BPUPKI, yaitu ide tentang dasar dan bangunan kehidupan bangsa Indonesia yang ia sebut Pancasila. Momen penting bersejarah itulah yang saat ditetapkan dan kenang sebagai hari lahirnya Pancasila.

Penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila ditetapkan melalui Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila yang ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, acara peringatan hari lahir Pancasila pertama kali diadakan pada 1 Juni 1964 atas permintaan Presiden Soerkano yang dimulai dengan upacara kenegaraan di Istana Merdeka. Acara tersebut mengusung slogan Pancasila Sepanjang Masa.

Acara tersebut kembali diadakan pada tahun-tahun berikutnya hingga yang terakhir pada tahun 1968 di era Presiden Soeharto.

Presiden Soeharto melalui Komando Operasi Pemulihan dan Ketertiban (Kopkamtib) melarang peringatan Hari Lahir Pancasila mulai tahun 1970 sebagai upaya penghapusan warisan Soekarno.

Dari redaksi, ulasan ini hanya memberikan pengetahuan tentang Bung Karno dan Hari Lahir Pancasila dengan mengali fakta sejarah. Ini bukan untuk mengatakan bahwa hari lahir Pancasila bukanlah yang kita ketahui sekarang ini.

Baca Juga:   Pesan Terakhir Ki Hadjar Pada Bung Karno

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 1945 – 1 Juni 2024 !!!.***


Penulis: La Ode Mustawwadhaar, Jurnalis Marhaenist.id.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Murnikah 3 Pimpiman DPP GMNI Berbicara Persatuan untuk Menyatukan Kembali GMNI?

Marhaenist.id - Berbicara persatuan ditubuh GMNI telah digaungkan di 2020 oleh Kubu…

Mengawal Pemilihan Kepala Daerah Dengan Keterbukaan Informasi Publik

  Marhaenist.id - Hak untuk memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dalam…

Resmikan Sekretariat Gotong-Royong GMNI Banyuwangi, Rifqi Nuril Huda: Ini Siap Jadi Pusat Penguatan Intelektual Kader

Marhaenist.id, Banyuwangi - Sekretariat Gotong Royong Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banyuwangi di…

Marhaenisme & Pengentasan Kemiskinan: Momentum Hari Raya Idul Fitri

Marhaenist - Hari raya Idul fitri 1445H telah berlalu, menjadi momentum bagi…

Presiden Joko Widodo saat membagikan Bantuan Langsung Tunai (BLT). ANTARA/Arif Firmansyah

Jokowi: Sebanyak 19,9 Juta Orang Telah Terima BLT BBM

Marhaenist - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan sekitar 19,9 juta orang atau…

Pernyataan Sikap SP-NTT: Polemik Geothermal Flores-Lembata dan Polemik Investasi di Pulau Padar Taman Nasional Komodo

Marhaenist.id, Jakarta - Serikat Pemuda Nusa Tenggara Timur (SP-NTT) menilai gempuran investasi…

Menyatukan Barisan: Seruan Kader DPK GMNI FKIP Universitas Khairun Ternate untuk Merumuskan Strategi Kolektif Menghadapi Polemik DPP

Marhaenist.id - Sebagai kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari Komisariat Fakultas…

Menimbang Urgensi Perubahan Wantimpres Menjadi DPA

Marhaenist.id - Usul DPR terhadap revisi Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2006…

DPK GMNI Bung Tomo-Touna Sukses Gelar PPAB Ke 2

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?