By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor Emeritus di Unbor, Prof. Arief Hidayat Siap Lahirkan Generasi Hukum Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan
(Bagian Pertama) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Panas yang Menetap, Negara yang Tertinggal: Kita Tak Bisa Melawan Alam, Tapi Masih Bisa Menyiasatinya
Krisis Tersembunyi Dibalik Anggaran Besar, DPP GMNI Soroti Ketimpangan Sistem Pendidikan Nasional
Aktivis Mahasiswa Sebut Konten Amien Rais Sebagai Ad Hominem Bukan Kritik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Tragedi Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok: Luka Mendalam dan Evaluasi Total!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 19 Mei 2024 | 08:28 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Penulis: Agustinus Ndejeng, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – Kecelakaan maut bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang pada 11 Mei 2024 merupakan tragedi yang menggemparkan dan meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat.

Hilangnya 11 jiwa, termasuk 10 siswa dan 1 guru, serta puluhan korban luka-luka, menjadi luka mendalam bagi keluarga korban, sekolah, dan bangsa ini.

Di tengah rasa duka cita, mari kita jadikan tragedi ini sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan study tour. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita pertanyakan dalam konteks ini, yakni:

Apakah perencanaan dan persiapan study tour sudah matang dan sesuai dengan standar yang berlaku
Bagaimana kelayakan kendaraan dan kondisi supir yang dipakai?

Apakah pengawasan dan pendampingan siswa selama study tour memadai?

Bagaimana prosedur penanganan darurat jika terjadi kecelakaan?

Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab dengan tuntas dan transparan.
Pihak sekolah, dinas pendidikan, dan seluruh pihak terkait harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tragedi seperti ini tidak terulang kembali.

Dari sudut pandang keamanan dan keselamatan, tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa kelalaian dan ketidak patuhan terhadap peraturan lalu lintas dapat membawa konsekuensi fatal.

Sopir bus yang diduga lalai dan tidak memiliki SIM untuk kendaraan besar, serta kondisi bus yang tidak layak jalan, menjadi faktor utama yang memicu kecelakaan ini.

Di sisi lain, peristiwa ini juga mengungkapkan celah dalam sistem penyelenggaraan study tour.

Kurangnya pengawasan dan prosedur keselamatan yang memadai, serta minimnya edukasi dan pelatihan bagi para penyelenggara study tour, turut berkontribusi dalam tragedi ini.

Kritik terhadap Penyelenggaraan Study Tour:

Kecelakaan ini memicu kritik terhadap penyelenggaraan study tour, khususnya terkait dengan keamanan dan kesiapan.

Baca Juga:   Menolak Usulan Perguruan Tinggi Mengelola Tambang: Ancaman terhadap Demokrasi dan Kebebasan Akademik

Ada yang mempertanyakan prosedur dan standar keselamatan yang diterapkan dalam study tour tersebut.

Muncul desakan untuk memperketat regulasi dan pengawasan terhadap penyelenggaraan study tour.

Kecelakaan ini menantang kita semua untuk melakukan refleksi mendalam dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

1. Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas:

2. Penegakan hukum lalu lintas yang lebih tegas dan konsisten,

3. Peningkatan kualitas infrastruktur jalan, khususnya di daerah rawan kecelakaan,

4. Peningkatan disiplin dan kesadaran pengemudi,

5. Peningkatan edukasi dan pelatihan tentang keselamatan berkendara, penyelenggaraan study tour yang aman dan bertanggung jawab,

6. Pembuatan regulasi dan standar keselamatan yang lebih ketat untuk penyelenggaraan study tour,

7. Peningkatan pengawasan dan monitoring terhadap penyelenggaraan study tour,

8. Pemberian edukasi dan pelatihan yang memadai bagi para penyelenggara study tour, serta

9. Peningkatan partisipasi dan peran aktif orang tua dalam proses perencanaan dan pelaksanaan study tour.

Tragedi ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali sistem pendidikan di Indonesia.

Kita perlu memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan nilai-nilai positif, seperti tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang lain.

Kecelakaan maut bus SMA Lingga Kencana Depok adalah tragedi yang tidak akan terlupakan dan selamanya akan membekas

Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran berharga untuk membangun sistem yang lebih aman dan bertanggung jawab, demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa

Tragedi ini bukan saja kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga bagi bangsa ini.

Baca Juga:   Kedaulatan Negara Dalam Bayang-Bayang Amerika: Berkaca dari Kasus Penangkapan Presiden Venezuela

Kita telah kehilangan generasi muda yang penuh potensi dan cita-cita. Oleh karena itu, mari kita jadikan tragedi ini sebagai pembelajaran berharga untuk membangun sistem pendidikan yang lebih aman dan bertanggung jawab. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan bagi semua.


Penulis: Agustinus Ndejeng, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor Emeritus di Unbor, Prof. Arief Hidayat Siap Lahirkan Generasi Hukum Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan
Sabtu, 2 Mei 2026 | 15:01 WIB
(Bagian Pertama) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Sabtu, 2 Mei 2026 | 12:10 WIB
Panas yang Menetap, Negara yang Tertinggal: Kita Tak Bisa Melawan Alam, Tapi Masih Bisa Menyiasatinya
Sabtu, 2 Mei 2026 | 11:56 WIB
Krisis Tersembunyi Dibalik Anggaran Besar, DPP GMNI Soroti Ketimpangan Sistem Pendidikan Nasional
Jumat, 1 Mei 2026 | 23:12 WIB
Aktivis Mahasiswa Sebut Konten Amien Rais Sebagai Ad Hominem Bukan Kritik
Jumat, 1 Mei 2026 | 21:38 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK

Marhaenist.id, Kupang – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Diskusi Pra-Konfercab DPC GMNI Jaksel: Menegakkan Supremasi Sipil atau Mempertahankan Kekuasaan?

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Jaksel Serukan Potong Satu Generasi: Bersihkan Pejabat Warisan Orde Baru dan Adili Jokowi-Makzulkan Gibran

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta…

GMNI Situbondo Luncurkan Program Sanggar Sarinah, Perkuat Nasionalisme Melalui Kebudayaan

Marhaenist.id, Situbondo — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Situbondo resmi meluncurkan Program…

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto. FILE/PDI Perjuangan

Cerita Hasto Ungkap Niat Jokowi yang Menginginkan Kursi Ketum PDIP dari Megawati

Marhaenist.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan upaya…

Rezim Hibrida Prabowo

MARHAENIST - Rezim hibrida adalah rezim kekuasaan yang memiliki semua institusi demokrasi…

Sukarno: Islam Harus Berjuang Mengalahkan Kekolotan

MARHAENIST - Sukarno membayangkan perjuangan paling bermanfaat bagi umat Islam adalah perjuangan…

RUU Dewan Pertimbangan Presiden: Konsolidasi Kekuasaan, Menguatkan Presiden Untuk Melemahkan Demokrasi

Marhaenist - Sejauh ini, keberadaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak memberikan solusi…

Dies Natalis ke-72 GMNI, DPC Jakarta Timur Gelar Diskusi Publik Bahas Relevansi Politik Bebas Aktif di Tengah Geopolitik Global

Marhaenist.id, Jaktim – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?