By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kedaulatan Rakyat Digugat, DPD GMNI Jakarta: Mengapa Pengadilan Militer Memperlakukan Korban Seperti Terpidana?
Soroti Kebijakan Menteri HAM, DPP GMNI: Perjuangan HAM Adalah Hak Setiap Warga Negara, Bukan Hak Formalitas yang Harus Disertifikasi oleh Negara
GMNI: Dana Abadi Kebudayaan Rp6 Triliun Harus Kembali ke Rakyat untuk Perluas Lapangan Kerja dan Perkuat Kedaulatan Bangsa
DPP GMNI Soroti Intimidasi dan Kekerasan terhadap Insan Pers di Indonesia
Narasi Kedaulatan Pangan Dinilai Tak Sejalan dengan Realitas Lapangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Jokowi Sedang Menggali Kuburnya Sendiri?

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Rabu, 7 Februari 2024 | 08:14 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Presiden Joko Widodo (Jokowi). TIME
Bagikan

Marhaenist – Dalam perhelatan Pilpres 2024, walaupun tidak dinyatakan secara terbuka, semua orang bisa melihat kemana arah dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan merestui anaknya Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo Subianto, bahkan dengan proses yang kontroversial di MK, sangat jelas bahwa Jokowi memberikan dukungan penuh dan mengendorse pada Prabowo.

Kenapa Jokowi sepertinya mbalelo dari PDI Perjuangan, partai yang sudah membesarkannya sejak 2005 ketika dia menjadi Walikota Surakarta. Banyak pihak menduga karena Jokowi merasa “Tidak Aman” dengan keputusan-keputusan yang diambil oleh PDI Perjuangan.
Ditolaknya proposal 3 periode oleh Megawati, ditolaknya perpanjangan masa jabatan, ditetapkannya Ganjar Pranowo, semua itu adalah beberapa hal yang disinyalir membuat Jokowi merasa harus menempuh jalan yang berbeda dari partainya.

Indikasi paling mencolok adalah ketika PDI Perjuangan sudah mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai Capres yang diusung, Jokowi masih mengatakan “Ojo Kesusu” ke para relawan garis kerasnya. Padahal sebagai kader PDI Perjuangan, wajib hukumnya untuk sejalan dengan garis partai.

Jokowi merasa perlu mengamankan dirinya dan keluarganya setelah selesai dari masanya jabatannya. Beberapa petunjuk mengarah pada dugaan tersebut, bahwa dia perlu mengamankan dirinya dan keluarga.

Tunduknya ketua-ketua partai politik menunjukkan bahwa ada sesuatu yang menjadi kartu truff di antara mereka. Jokowi mungkin memegang kartu truff yang cukup banyak, sesuai dengan ujarannya bahwa dia punya data intelijen termasuk tentang aktivitas para ketua-ketua partai politik itu. Tapi hal ini juga bisa berarti sebaliknya, para ketua parpol itu juga punya pegangan tertentu tentang Jokowi.

Hubungan Transaksional Ini Tentunya Tinggal Masalah Kartu Truff  Siapa Yang Lebih Kuat?

Dibandingkan Ganjar yang secara tegas menyatakan bahwa dia hanya tunduk pada rakyat dan ketua umum partainya, Jokowi merasa lebih aman bersama Prabowo yang seolah-oleh sangat manut dengan Jokowi yang sudah mengalahkannya dalam 2 kali perhelatan Pilpres, yaitu pada 2014 dan 2019. Mungkin Jokowi merasa, Prabowo akan mengamankan dirinya setelah dia tak lagi duduk di kursi Presiden RI. Demi memastikan kemenangan Prabowo, Jokowi merestui anaknya untuk maju mendampingi Prabowo, walaupun harus melakukan utak-atik aturan melalui tangan sang ipar yang saat itu duduk di kursi ketua MK.

Baca Juga:   Perlu Perubahan Paradigma dan Sistem untuk Pembangunan UMKM dan Koperasi

Tapi, semuanya tak semulus apa yang direncanakan. Jauh sebelum sang putra dilegalkan untuk maju sebagai cawapres, Anies Baswedan sudah lebih dulu dideklarasikan oleh Nasdem dan beberapa parpol lain untuk maju sebagai Capres. Dengan kondisi PDI Perjuangan sebagai pemegang golden ticket yang mampu mengusung capres sendiri tanpa perlu berkoalisi, maka kemungkinan besar akan muncul 3 paslon.

Hal ini tentu saja merusak rencana Jokowi dan Prabowo untuk menyelesaikan pilpres dalam 1 putaran. Jadi, keberatan terbesar dari Jokowi dari majunya Anies bukanlah soal meneruskan IKN atau tidak. Bukan juga tentang Anies adalah antitesis Jokowi. Keberatan terbesar Jokowi dari majunya Anies adalah dengan adanya 3 paslon, kemungkinan untuk bisa menang dalam 1 putaran menjadi sangat kecil, mendekati nihil.

Inilah yang membuat berbagai upaya dilakukan untuk menjegal Anies. Ancaman pemanggilan KPK dan pengerahan tangan-tangan kekuasaan dilakukan. Tapi kubu Anies juga tidak tinggal diam dan melakukan upaya-upaya yang tak kalah kuat untuk menjaga majunya Anies. Pada akhirnya, KPU tetap menetapkan 3 paslon Capres-Cawapres yang resmi berlaga dalam Pilpres 2024.

Tapi, seandainya Prabowo berhasil memenangkan Pilpres 2024, benarkah dia akan mengamankan posisi Jokowi ketika sudah tidak menjabat nanti?

Mari Berspekulasi

Beberapa issue mengatakan, Jokowi dan Prabowo akan tukar guling posisi. Prabowo sebagai presiden dan Jokowi sebagai ketum Gerindra. Ada pula issue yang mengatakan Jokowi akan menjadi ketum atau Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia setelah putranya Kaesang menjadi ketum di sana.

Posisi-posisi ini dianggap cukup strategis untuk membuat Jokowi tetap punya suara dan nilai tawar dalam kancah perpolitikan negeri ini.
Tapi, ada satu hal “Kecil” yang mungkin dilupakan Jokowi. Ketika Prabowo sudah berkuasa, maka semua tangan kekuasan ada di bawah komandonya, baik secara resmi maupun tidak resmi. Dan selama proses kampanye ini, Prabowo tentunya akan banyak belajar dari Jokowi tentang strategi-strateginya dalam Pilpres 2014 dan 2019, yang kita tau, sebagian orang menganggap ada cukup banyak kecurangan yang dilakukan disana.

Baca Juga:   Reformasi Polri Dimulai dengan Mencopot Sigit sebagai Kapolri

Prabowo tentu akan mendapat insight yang lebih baik, langsung dari Jokowi, tentang cara-cara yang ditempuh Jokowi untuk memenangkan 2 kali pilpres tersebut. Dan ini, bisa saja menjadi kartu truff tambahan untuk Prabowo jika sewaktu-waktu ingin melepaskan diri dan menyingkirkan Jokowi andai dia berkuasa nanti.

Jadi, bukan tidak mungkin Prabowo justru akan memenjarakan Jokowi dengan semua data dan informasi yang dia miliki. Bagaimanapun juga, tidak akan ada matahari kembar dalam prinsip kepemimpinan.

Akankah Jokowi akan menjadi Presiden RI pertama yang terjerat kasus pidana ketika sudah lengser dari kekuasaannya?

Hanya Sang Khalik yang tahu.


Penulis : Doddy.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kedaulatan Rakyat Digugat, DPD GMNI Jakarta: Mengapa Pengadilan Militer Memperlakukan Korban Seperti Terpidana?
Senin, 4 Mei 2026 | 13:43 WIB
Soroti Kebijakan Menteri HAM, DPP GMNI: Perjuangan HAM Adalah Hak Setiap Warga Negara, Bukan Hak Formalitas yang Harus Disertifikasi oleh Negara
Senin, 4 Mei 2026 | 12:49 WIB
GMNI: Dana Abadi Kebudayaan Rp6 Triliun Harus Kembali ke Rakyat untuk Perluas Lapangan Kerja dan Perkuat Kedaulatan Bangsa
Senin, 4 Mei 2026 | 12:22 WIB
DPP GMNI Soroti Intimidasi dan Kekerasan terhadap Insan Pers di Indonesia
Senin, 4 Mei 2026 | 04:12 WIB
Narasi Kedaulatan Pangan Dinilai Tak Sejalan dengan Realitas Lapangan
Senin, 4 Mei 2026 | 00:21 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Peduli Warga TPA Sampah Batu Layang, PA GMNI Pontianak Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Marhaenist - Dalam rangka Dies Natalies Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-68…

SK Berakhir, Ketua DPC GMNI Jeneponto Enggan Laksanakan Konfercab

Marhaenist.id — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mahasiswa Cipayung Plus Kota Medan temui Ganjar Pranowo diskusikan energi baru terbarukan. MARHAENIST

Temui Ganjar, Mahasiswa Cipayung Plus Diskusikan Energi Baru Terbarukan

Marhaenist - Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung Kelompok Cipayung Plus Kota Medan…

Rudi Tanjung: Bangkitkan Kaum Intelektual, Kokohkan Pancasila di Bumi Nusantara

Marhaenist.id, Selatpanjang – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila di wilayah perbatasan NKRI,…

DPC GMNI Jakarta Timur Minta Penanganan Dugaan Pembunuhan Pelajar Maluku Tenggara Transparan dan Berkeadilan

Marhaenist.id, Jakarta Timur  – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Orasi Hannah Arendt, Jean Jasques Rousseau, Pierre Bourdieu dan St. Agustinus Dalam Memahami Tuhan

Marhaenist.id - Bagaimana memahami orasi mereka tentang individualitas, komunalitas, dualitas dan pengakuan…

Iran Ajukan Proposal Kontroversial di Islamabad, Pengamat: Tatanan Maritim Dunia Sedang Didefinisikan Ulang

Marhaenist.id, Jakarta – Proposal 10 poin yang diajukan Iran kepada Amerika Serikat dalam…

Kritik Pernyataan Menkum, Zainal Arifin Mochtar: Putusan MK Tidak Selalu Prospektif, Polri Harus Segera Lakukan Penyesuaian

Marhaenist.id, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar menyoroti statement…

Rakyat, Pajak, dan Hak Pilih: Kenapa Pilkada Lewat DPRD Harus Kita Tolak

Marhaenist.id - Memasuki awal tahun 2026, wacana mengembalikan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?