By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Peringati Hardiknas, DPC GMNI Kendari Sambangi DPRD Sultra Kawal RUU Sisdiknas
YRJI Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi 5,61%, Dorong Konsolidasi Nasional untuk Jaga Momentum
Energi Mahal, Kelas Menengah Melemah: Indonesia Tumbuh, Tapi Siapa yang Naik?
Politik Tanpa Arah: Ketika Kekuasaan Kehilangan Nurani
Polemik Hilirisasi Aspal Buton, DPC PA GMNI Buton Soroti Ketimpangan dan Desak Pemerataan Industri

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Peringati Hardiknas, DPC GMNI Kendari Sambangi DPRD Sultra Kawal RUU Sisdiknas

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 6 Mei 2026 | 20:09 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Aji Darmawan, Ketua DPC GMNI Kendari saat berorasi didepan Kantor DPRD Sultra (Dok GMNI Kendari)/MARHAENIST.
Bagikan

Marharnist.id, Kendari — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan menyuarakan komitmen mengawal proses penyusunan dan pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang disampaikan didepan Kantor DPRD Sultra, Rabu (6/5/2026).

Ketua DPC GMNI Kota Kendari, Aji Darmawan, menegaskan bahwa pendidikan merupakan pilar fundamental bagi kemajuan, kemandirian, dan pembentukan karakter bangsa Indonesia.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya sebatas proses akademik di ruang kelas, melainkan juga sebagai alat perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan cita-cita proklamasi.

“RUU Sisdiknas harus menjadi solusi atas berbagai persoalan pendidikan yang selama ini terjadi, terutama terkait kesejahteraan tenaga pendidik dan kualitas sistem pendidikan secara menyeluruh,” ujar Aji.

Berdasarkan hasil kajian DPC GMNI Kendari, permasalahan dalam sistem pendidikan nasional dinilai sangat kompleks.

Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya kinerja guru serta rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik, yang pada akhirnya berimplikasi terhadap kualitas pembelajaran bagi siswa dan mahasiswa.

Foto: Serah terima salinan Surat Penyampaian Aspirasi oleh DPRD Sultra ke DPC GMNI Kendari di ruang Kantor DPRD Sultra (Dok. GMNI Kendari)/MARHAENIST.

DPC GMNI Kendari menilai bahwa kehadiran RUU Sisdiknas dapat menjadi langkah strategis dalam membenahi persoalan tersebut, khususnya di Sulawesi Tenggara.

Namun demikian, proses penyusunannya harus dilakukan secara transparan dan memberikan kejelasan terhadap status guru honorer yang telah mengabdi selama puluhan tahun, namun belum diangkat sebagai PPPK, termasuk skema paruh waktu.

Sebagai bentuk komitmen, DPC GMNI Kendari menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada DPR RI melalui DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, antara lain:

1. Mendesak pelibatan partisipasi publik secara bermakna dalam penyusunan RUU Sisdiknas, khususnya dengan menyerap aspirasi guru dan tenaga pendidik hingga ke pelosok daerah.

2. Mendorong peningkatan kesejahteraan guru sebagai bentuk keadilan, sekaligus memberikan perlindungan agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya.

Baca Juga:   GMNI Bersama Masyarakat Mamuju Tengah Gelar Aksi di Kantor ATR/BPN, Desak Pencopotan Kepala BPN

3. Menjadikan beasiswa pendidikan bagi siswa kurang mampu sebagai prioritas, guna mengatasi ketimpangan akses pendidikan yang masih terjadi.

4. Meminta kejelasan status dan upah layak bagi tenaga pendidik, khususnya guru honorer, serta penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai bagi siswa.

5. Mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Sisdiknas.

Salinan Surat Penyampaian Aspirasi yang ditandatangani oleh DPRD Sultra yang ditujukan untuk Anggota DPR RI KOMISI XI (Dok. GMNI Kendari)/MARHAENIST.

Sementara itu, Kepala Bidang Agitasi dan Propaganda Aksi DPC GMNI Kota Kendari, Kino Saputra, menekankan pentingnya transparansi dalam pembahasan RUU tersebut, terutama dalam menyerap aspirasi tenaga pendidik di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

“Perbedaan kondisi geografis di Indonesia berpotensi menciptakan ketimpangan akses pendidikan. Oleh karena itu, pemerintah harus benar-benar memperhatikan kebutuhan daerah terpencil agar tidak terjadi kesenjangan antar generasi,” jelas Kino.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan bantuan pendidikan, termasuk program pendidikan gratis, agar dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia, baik di perkotaan maupun di daerah terpencil. Hal ini dinilai penting untuk mencegah kasus putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

Selain itu, GMNI turut menyoroti maraknya kasus kriminalisasi terhadap guru. Mereka mendorong agar dalam RUU Sisdiknas terdapat pasal yang secara tegas melindungi hak profesi guru dalam mendidik siswa.

“Negara harus hadir memberikan solusi, bukan justru menambah beban bagi tenaga pendidik. Perlindungan terhadap guru merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional,” tutup Kino.

Penyampaiannya RUU Sisdiknas berakhir dengan penandatanganan surat bukti penyampaian aspirasi berserta aspirasinya oleh DPRD Sultra yang kemudian ditujukan kepada Anggota DPR RI Komisi XI di Jakarta.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

YRJI Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi 5,61%, Dorong Konsolidasi Nasional untuk Jaga Momentum
Rabu, 6 Mei 2026 | 14:03 WIB
Energi Mahal, Kelas Menengah Melemah: Indonesia Tumbuh, Tapi Siapa yang Naik?
Rabu, 6 Mei 2026 | 12:05 WIB
Politik Tanpa Arah: Ketika Kekuasaan Kehilangan Nurani
Selasa, 5 Mei 2026 | 21:24 WIB
Polemik Hilirisasi Aspal Buton, DPC PA GMNI Buton Soroti Ketimpangan dan Desak Pemerataan Industri
Selasa, 5 Mei 2026 | 11:49 WIB
Tragedi PRT Benhil, Koalisi Masyarakat Sipil: Jangan Lindungi Pelaku, Negara Harus Berdiri di Pihak Korban
Senin, 4 Mei 2026 | 17:38 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Kisah Bung Karno Menjelang Idul Fitri

Marhaenist.id - Presiden RI Pertama Ir Soekarno menyimpan sejumlah kisah menarik menjelang…

Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Marhaenist.id - Gagasan Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diperkenalkan ke publik pada…

Demokrasi Bukan Hadiah Elite, Tetapi Hak Rakyat

Marhaenist.id - Pemilihan Kepala Daerah bukan sekadar persoalan teknis elektoral, melainkan merupakan…

Membaca Ulang Demokrasi Nepotik dalam Politik Indonesia

Marhaenist.id - Demokrasi yang kita anut—“dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”—dalam…

Sikapi Dugaan Pembunuhan Tahanan oleh Oknum Kepolisian, GMNI Polman Minta Pelaku di Hukum Sebarat-Beratnya

Marhaenist.id, Polman - Seorang tahanan laki-laki berinisial R, warga Dusun Tatamu, Desa…

Foto: Warga Kebon Sayur Yang di Tangkap Paksa Oleh Aparat (Bapak Juned)/MARHAENIST.

Kronologis Penangkapan Paksa Terhadap Warga Kebun Sayur Yang Menolak Pengusuran

Marhaenist, Jakarta - Pada hari ini, rabu (13/08/2025) telah terjadi upaya penangkapan…

Menolak Gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto adalah Kewajiban Ideologis bagi Marhaenis

Marhaenist.id - Wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto yang beberapa waktu…

Seandainya Pegawai Belajar Antropologi atau Antropolog Jadi Pegawai

Marhaenist.id - Bagaimana penjelasan cerita para amtenar (pegawai) di buku Belanda di…

Ketua TPN: Quick Count Bukan Hasil Akhir, Tunggu Rekapitulasi Manual KPU

Marhaenist.id, Jakarta – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar- Mahfud menyatakan semua barisan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?