By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Negeri Kaya, Buruh Sengsara: Saat Negara Menjadi Pelayan Modal
Aliansi PERISAI Tegaskan “MayDay Bukan Pesta”, Serukan Aksi Nasional di Berbagai Daerah
Mahasiswa Apatis, Ketua DPK GMNI STIE Indonesia Jakarta Soroti Sikap Individualis dan Pentingnya Kesadaran Kolektif
Menuju Indonesia Emas 2045, DPP GMNI Dorong Pemanfaatan Kebudayaan Nasional
Dari Mahkamah Konstitusi ke Kampus, Prof. Arief Hidayat Resmi Bergabung di Universitas Borobudur sebagai Guru Besar Emeritus

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Mahasiswa Apatis, Ketua DPK GMNI STIE Indonesia Jakarta Soroti Sikap Individualis dan Pentingnya Kesadaran Kolektif

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 30 April 2026 | 16:59 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: La Ode Muh. Firmansyah, Ketua DPK GMNI STIE Indonesia Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Fenomena menurunnya minat mahasiswa dalam mengikuti organisasi dan pergerakan kemahasiswaan menjadi perhatian serius. Ketua DPK GMNI STIE Indonesia Jakarta, La Ode Muh. Firmansyah, menilai kondisi ini sebagai tanda melemahnya kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa di tengah berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan yang dihadapi bangsa.

Menurutnya, mahasiswa yang sejatinya merupakan kelompok intelektual muda dengan tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara, kini justru cenderung bersikap pasif dan apatis. Banyak di antara mereka memilih menjauh dari ruang-ruang perjuangan intelektual maupun gerakan sosial.

“Perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat melalui media sosial membuat banyak mahasiswa lebih nyaman menjadi penonton daripada pelaku perubahan. Mereka lebih sibuk mengkonsumsi konten digital dan mengikuti tren sesaat dibanding membangun kesadaran kolektif terhadap persoalan rakyat,” ujar Firmansyah dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Ia menegaskan, dalam sejarah Indonesia, mahasiswa selalu memiliki posisi strategis sebagai kekuatan moral dalam setiap momentum perubahan, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga reformasi.

Oleh karena itu, hilangnya semangat kritis, keberanian bersikap, dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa menjadi ancaman serius bagi kehidupan demokrasi.

Firmansyah juga menyoroti bahwa sikap apatis yang berkembang dapat melahirkan generasi individualistis yang tidak peduli terhadap ketidakadilan.

Jika dibiarkan, hal ini akan berdampak pada melemahnya partisipasi generasi muda dalam mengawal kebijakan publik.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa organisasi kemahasiswaan bukan sekadar ruang seremonial, melainkan wadah pembelajaran untuk membangun karakter, melatih kepemimpinan, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis.

Organisasi juga menjadi tempat bagi mahasiswa untuk memahami realitas sosial, menyampaikan gagasan, serta membangun solidaritas.

Dalam konteks ini, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai organisasi kader dan perjuangan memandang pentingnya menghidupkan kembali tradisi intelektual dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.

Baca Juga:   GMNI Tegaskan Konsesi SDA Tidak Boleh Menabrak Lahan Rakyat

Kampus, menurutnya, tidak boleh hanya menjadi tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga ruang lahirnya gagasan, kritik, dan solusi bagi persoalan bangsa.

Ia juga mengidentifikasi berkembangnya budaya pragmatis dan instan sebagai salah satu penyebab menurunnya minat mahasiswa terhadap organisasi.

Banyak mahasiswa mulai menilai aktivitas organisasi dari sisi keuntungan pribadi dan materi, sehingga mengikis semangat perjuangan dan solidaritas.

“Atas dasar itu, kami mengajak seluruh mahasiswa untuk kembali peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Keterlibatan dalam organisasi, forum diskusi, kajian ilmiah, maupun aksi sosial adalah bagian penting dalam pembentukan diri sebagai kaum intelektual muda,” tegasnya.

Firmansyah menyatakan keyakinannya bahwa generasi muda Indonesia masih memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Namun, potensi tersebut harus dibangun melalui kesadaran kolektif, pendidikan politik, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat.

Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak larut dalam budaya apatis dan individualisme.

“Sudah saatnya mahasiswa kembali menghidupkan semangat perjuangan, memperkuat tradisi intelektual, serta hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang membawa harapan bagi masa depan bangsa,” pungkasnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Negeri Kaya, Buruh Sengsara: Saat Negara Menjadi Pelayan Modal
Kamis, 30 April 2026 | 19:07 WIB
Aliansi PERISAI Tegaskan “MayDay Bukan Pesta”, Serukan Aksi Nasional di Berbagai Daerah
Kamis, 30 April 2026 | 18:56 WIB
Menuju Indonesia Emas 2045, DPP GMNI Dorong Pemanfaatan Kebudayaan Nasional
Kamis, 30 April 2026 | 14:53 WIB
Dari Mahkamah Konstitusi ke Kampus, Prof. Arief Hidayat Resmi Bergabung di Universitas Borobudur sebagai Guru Besar Emeritus
Kamis, 30 April 2026 | 04:41 WIB
Apa itu May Day? Apakah Sekadar Tanggal Merahkah?
Kamis, 30 April 2026 | 04:20 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Resensi Buku Karl Popper: Logika Penemuan Ilmiah

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Menata Ulang Cara Kita Memahami Ilmu: Di tengah maraknya…

Hendak Gelar Mimbar Rakyat Didepan Kementerian dan Stakeholder, GMNI Tangerang Dijegal Preman dan Aparat Keamanan

Marhaenist.id, Tanggerang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI) Kabupaten…

Rp 1.000,7 Triliun untuk Papua, Rakyatnya Tetap Miskin

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD geram dengan perkembangan…

1.000 Ton Beras dan 580 Ribu Ayam dari AS, Bayu Saongko: Diplomasi Dagang Tanpa Ketergantungan

Marhaenist.id, Surabaya - Pengamat geopolitik Nusantara, Bayu Sasongko, mengajak publik melihat kebijakan impor…

Tanggapi Dualisme yang Sedang Terjadi, DPC GMNI Sejabodetabeksu Layangkan Pernyataan Sikap

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Soroti Keberpihakan Pendidikan Tinggi untuk Mahasiswa Kurang Mampu, GMNI Sampaikan Rekomendasi ke PJ Gubernur Jatim

Marhaenist.id, Surabaya - Dalam rangka Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Daerah (DPD)…

GMNI Sambut Hangat Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia

MARHAENIST - Ketua DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Daerah Khusus Jakarta,…

Hendak Sampaikan Aspirasi Ke Wapres, Seorang Aktifis Mahasiswa di Kendari Babak Belur Dibogem Aparat Keamanan

Marhaenist.id, Kendari - Rimon Fatrah Negara atau yang akrab dipanggil Rifat, seorang…

Menumbuhkan Nilai-nilai Pancasila di Era Digitalisasi

Marhaenist.id - Untuk mendasarkan kehidupan kita pada Pancasila, tak cukup dengan sekedar…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?