By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Dari Mahkamah Konstitusi ke Kampus, Prof. Arief Hidayat Resmi Bergabung di Universitas Borobudur sebagai Guru Besar Emeritus
Apa itu May Day? Apakah Sekadar Tanggal Merahkah?
Menuju Kematian Marhaenisme
Turut Berbelasungkawa atas Tragedi Kereta di Bekasi Timur, Marhaenist.id Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Perkeretaapian
Malaka Strait: Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Apa itu May Day? Apakah Sekadar Tanggal Merahkah?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 30 April 2026 | 04:20 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Ketua DPK GMNI UBPK, Jeje Zaenudin saat ikut aksi May Day 2025 (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Menjelang peringatan May Day 2026, sebagai Ketua DPK GMNI Universitas Buana Perjuangan Karawang, saya menyerukan kepada seluruh kader GMNI, khususnya kader GMNI UBP Karawang, untuk tidak bersikap pasif. Momentum ini harus disambut dengan keterlibatan nyata. May Day bukan sekadar diperingati, tetapi harus dihidupkan melalui aksi. Karena itu, saya mengajak seluruh kader untuk turun ke jalan, bergabung bersamavkaum proletar, dan melebur dalam barisan perjuangan rakyat.

May Day atau Hari Buruh Internasional bukan sekadar tanggal merah. Ia adalah ingatan kolektif tentang darah, perlawanan, dan kesadaran kelas. Setiap 1 Mei, dunia tidak sedang merayakan hari libur, melainkan memperingati sejarah panjang perjuangan kaum buruh melawan eksploitasi sistematis yang lahir dari watak kapitalisme.

Momentum ini berakar dari peristiwa Haymarket di Chicago tahun 1886, simbol bahwa perubahan tidak pernah lahir dari diam, tetapi dari perlawanan. Sebagai marhaenis, May Day tidak boleh dipahami secara sempit hanya milik buruh pabrik. Ia adalah milik seluruh rakyat tertindas: buruh, petani, dan kaum miskin kota yang hidup dalam tekanan struktur ekonomi yang tidak adil. May Day adalah panggilan ideologis untuk membela mereka yang dimarjinalkan.

Dalam konteks global, May Day adalah alat konsolidasi kelas pekerja untuk melawan kapitalisme, imperialisme, dan ketimpangan yang terus direproduksi. Ini bukan sekadar tuntutan normatif seperti upah atau jam kerja, tetapi perjuangan untuk menentukan arah sejarah.

Realitas di Indonesia hari ini menunjukkan bahwa semangat itu masih relevan, bahkan semakin mendesak. Fleksibilitas kerja dijadikan dalih untuk melemahkan perlindungan buruh, outsourcing menjadi wajah baru eksploitasi, dan kesejahteraan terus menjadi janji yang ditunda. Dalam kondisi seperti ini, May Day harus kembali menjadi alat tekanan politik, bukan sekadar seremoni tahunan.

Baca Juga:   Brave Pink, Hero Green, dan SEAbling

Saya melihat ada kecenderungan May Day kehilangan tajinya. Ia mulai dijinakkan menjadi perayaan formal, bahkan dalam beberapa kasus dirayakan bersama kekuatan yang justru melanggengkan sistem yang menindas buruh. Ini adalah kemunduran kesadaran. May Day seharusnya identik dengan aksi massa, dengan keberanian turun ke jalan, dengan keberpihakan yang tegas kepada kaum proletar. Sebagai Ketua DPK GMNI UBP Karawang, saya menegaskan kembali bahwa May Day harus dikembalikan ke ruhnya sebagai gerakan. Bukan sekadar peringatan, tetapi perlawanan. Bukan sekadar simbol, tetapi strategi.

Karawang sebagai salah satu kota industri tidak boleh hanya menjadi ruang produksi, tetapi harus menjadi ruang perlawanan. Buruh tidak boleh terus-menerus diposisikan sebagai objek, mereka harus menjadi subjek yang menentukan arah perubahan. Dan di
titik ini, GMNI tidak boleh absen.

Kader GMNI harus hadir sebagai kekuatan ideologis dan organisatoris. Kita tidak cukup hanya memahami teori marhaenisme, tetapi harus menerjemahkannya dalam tindakan nyata. May Day adalah momentum konkret untuk itu.

Jika kita memilih diam, maka kita sedang membiarkan sejarah berjalan tanpa
keberpihakan. Tetapi jika kita turun ke jalan, bersatu dengan kaum proletar, maka kita sedang mengambil peran dalam menentukan arah masa depan. May Day bukan tentang masa lalu. Ia adalah tentang sikap hari ini. Dan sikap itu harus jelas: melawan ketidakadilan, bersama rakyat tertindas.***


Penulis: Jeje Zaenudin, Ketua DPK GMNI Universitas Buana Perjuangan Karawang.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Dari Mahkamah Konstitusi ke Kampus, Prof. Arief Hidayat Resmi Bergabung di Universitas Borobudur sebagai Guru Besar Emeritus
Kamis, 30 April 2026 | 04:41 WIB
Menuju Kematian Marhaenisme
Kamis, 30 April 2026 | 01:41 WIB
Turut Berbelasungkawa atas Tragedi Kereta di Bekasi Timur, Marhaenist.id Dorong Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Perkeretaapian
Kamis, 30 April 2026 | 01:00 WIB
Malaka Strait: Kebangkitan Ekonomi Indonesia
Rabu, 29 April 2026 | 21:09 WIB
Talkshow Kartini Hari Ini, GERAK Jakarta: Perempuan Bisa Memimpin, Ruang Publik Harus Aman
Selasa, 28 April 2026 | 14:52 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pernyataan Sikap GMNI Se-Balikpapan Desak Kongres Persatuan

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai organisasi kader dan politik…

Sarinah GMNI Gelar Diskusi Feminisme Pancasila Daring, Soroti Peran Perempuan Terpelajar

Marhaenist.id, Jakarta — Sarinah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) se-Indonesia menggelar Diskusi…

Foto: Pernyataan Sikap GMNI Jakarta Selatan. MARHAENIST

Pernyataan Sikap GMNI Jaksel: Cabut UU TNI dan RUU Kepolisian Negara serta Mendesak Reformasi Kepolisian yang Demokratis

Proses Historis: Dari Militerisme Orde Baru Ke Reformasi Yang Mandeg Sejarah Indonesia…

PETANI Kecam Pernyataan Jokowi Sikapi Baleg DPR RI

MARHAENIST - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa kontroversi Rapat Badan Legislasi…

Serentak, 899 Kampus di Indonesia Gelar Aksi Menolak Politik Dinasti

Marhaenist.id, Jakarta - Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi membagikan selebaran dan stiker…

Tata Regulasi Ditengah Disrupsi Teknologi, Ayo Dukung Bitcoin Sebagai Bagian dari Cadangan Devisa

Marhaenist.id - Dalam satu dekade terakhir, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan Blockchain…

Korban KDRT Didiskriminasi, Kabid Hukum GMNI Halut Angkat Bicara

Marhaenist.id, Halut - Kasus Kekerasan Dalamy Rumah Tangga (KDRT) yang sempat viral pada…

Konferda GMNI DKI Jakarta, Tetapkan Bung De Niao dan Bung Muhammad Aqil Nahkodai DPD GMNI DKI Jakarta

Marhaenist.id, Jakarta — Konferensi Daerah (Konferda) I Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Abdul Karim Qasim, Sang Jenderal Sosok Pengagum Bung Karno dari Babilonia

Marhaenist.id - Anda kenal Abdul Karim Qasim? Kemungkinan besar tidak. Dia adalah…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?