By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 12 April 2026 | 23:11 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: M. Sidiq Fauzi, Ketua DPP GMNI Bidang Pendidikan (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dibawah kepemimpinan Sujarhi-Amir melalui Ketua Bidang Pendidikan, M. Sidiq Fauzi, menyoroti kondisi memprihatinkan dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Salah satu potret nyata terlihat di SD Negeri 8 Kilmury, Kabupaten Seram Bagian Timur, yang hingga kini masih beroperasi dalam kondisi serba terbatas dan tidak layak.

Sekolah tersebut berdiri dengan dinding kayu berlubang, lantai tanah berdebu, serta atap daun kering yang rapuh. Di tengah kondisi tersebut, para siswa tetap belajar dengan penuh semangat, sementara seorang guru harus menjalankan peran besar sebagai satu-satunya pengajar sekaligus penghubung masa depan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

“Ini bukan hanya cerita tentang satu sekolah, tetapi cerminan nyata ketimpangan pendidikan di Indonesia hari ini,” ujar Sidiq dalam keterangannya, Senin (12/4/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun ajaran 2023–2024 hanya sekitar 40,76% ruang kelas sekolah dasar dalam kondisi baik. Sebanyak 48,71% mengalami kerusakan ringan hingga sedang, dan 10,52% dalam kondisi rusak berat. Bahkan pada tahun ajaran 2024–2025, sekitar 60,3% ruang kelas SD di Indonesia dilaporkan berada dalam kondisi rusak.

Selain itu, lebih dari 4 juta anak Indonesia masih berada di luar sistem pendidikan, dan sekitar 1,3 juta anak dari kelompok termiskin tidak bersekolah sama sekali. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan amanat konstitusi yang menjamin hak pendidikan bagi setiap warga negara.

“Negara telah dengan jelas menjamin hak pendidikan melalui UUD 1945 dan berbagai regulasi turunannya. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan yang serius. Pertanyaannya, di mana kehadiran negara ketika anak-anak harus belajar di bangunan yang nyaris roboh?” tegasnya.

Baca Juga:   DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa

DPP GMNI menilai bahwa anggaran pendidikan yang mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun harus benar-benar dirasakan hingga ke pelosok negeri. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Kementerian Pendidikan diminta untuk tidak lagi menutup mata terhadap persoalan ini.

Sebagai bentuk sikap dan tanggung jawab moral, DPP GMNI menyampaikan tuntutan kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret sebagai berikut:

  1. Percepatan pembangunan dan rehabilitasi total infrastruktur sekolah yang tidak layak di seluruh wilayah 3T.
  2. Pemerataan distribusi guru berkualitas disertai insentif yang adil, layak, dan berkelanjutan bagi tenaga pendidik di daerah terpencil.
  3. Pengawasan ketat serta transparansi dalam pengelolaan anggaran pendidikan agar tepat sasaran.
  4. Penyediaan fasilitas belajar yang layak, aman, dan manusiawi sebagai standar minimum nasional tanpa diskriminasi wilayah.
  5. Penyusunan kebijakan afirmatif berbasis keadilan sosial untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal akibat faktor geografis.
  6. Penegasan bahwa negara tidak boleh lagi abai terhadap pemenuhan hak dasar pendidikan.

“Anak-anak di pelosok tidak pernah menuntut kemewahan. Mereka hanya menginginkan hak yang telah dijanjikan negara: pendidikan yang layak dan setara. Keadilan sosial harus benar-benar hadir dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali,” tutup Sidiq.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Picuh Kemarahan Rakyat hingga Lahirnya Gerakan Bubarkan DPR, Inilah Deretan Anggota DPR RI yang Dianggap Kontroversial!

Marhaenist.id - Beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) belakangan…

Garis polisi terpasang di gerbang 13 Stadion Kanjuruhan, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (06/10/2022) tempat korban meninggal berdesak-desakan akibat gas air mata. TELEGRAF/Koeshondo W. Widjojo

Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah 1 Orang, Total Meninggal 132 Jiwa

Marhaenist - Korban tewas dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur bertambah satu…

Diduga Kuat Dikriminalisasi, Inilah Kejanggalan Kasus Hukum Ibu Guru Supriyani!

Marhaenist.id - Kasus dugaan kriminalisasi seorang guru honorer di Kecamatan Baito sontak…

Pelantikan Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 2025-2027 dan Dialog Marhaenis Sukses Digelar

Marhaenist.id, Jaktim – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

6 DPK GMNI Halut Setujui Copot Wilson Musa Sebagai Ketua Cabang

Marhaenist.id, Halut - 6 (Emam) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Cuaca Politik Tidak selalu Cerah

Marhaenist.id - Bicara cuaca tidak hanya mengenai cuaca alam, cuaca politik pun…

Mahfud MD Resmi Mundur dari Jabatannya Sebagai Menko Polhukam di Kabinet Jokowi

Marhaenist.id, Jakarta - Mahfud MD telah resmi mengudurkan diri sebagai Mentri Koordinator…

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses & Kualitas Layanan Kesehatan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Binjai Pertanyakan Pembebasan 44 Orang Pemakai Narkoba yang Diamankan di Diskotik Bintang Biru, Ada Apa?

Marhaenist.id, Binjai - Beberapa waktu yang lalu Polres Binjai melakukan penggerebekan di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?