By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Ketahanan Pangan di Bawah Bayang-Bayang Geopolitik, Jan Prince Permata: Stabilitas atau Sekadar Ilusi?
DPC GMNI Balikpapan Kecam Keras Pelanggaran HAM oleh Kodim Balikpapan terhadap Massa Aksi Solidaritas Andrie Yunus
Polemik Kopdes Merah Putih di Desa Polindu Kian Memanas, Inilah Kata Praktisi Hukum!
GMNI DKI Kecam Gugurnya 3 Prajurit TNI oleh Israel: Desak RI Keluar dari BOP dan Fokus Krisis Domestik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Ketahanan Pangan di Bawah Bayang-Bayang Geopolitik, Jan Prince Permata: Stabilitas atau Sekadar Ilusi?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 2 April 2026 | 11:26 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Jan Prince Pertama, Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia, sekaligus pegiat di Yayasan Kekal Berdikari, Alumni GMNI (Foto: Sang)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Di tengah situasi global yang kian tidak menentu, satu hal yang sering luput dari perhatian publik kembali diangkat oleh Jan Prince Permata: ketahanan pangan Indonesia sejatinya tidak berdiri di ruang hampa.

Melalui tulisannya di Kompas.com Senin,30/3/2026. Jan prince mengurai keterkaitan erat antara geopolitik, energi, dan pangan, sebuah relasi yang kini makin terasa dampaknya, bahkan hingga ke meja makan masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia, sekaligus pegiat di Yayasan Kekal Berdikari, Jan Prince Permata menegaskan bahwa cara pandang terhadap pangan tak lagi bisa semata domestik.

Dunia telah berubah, dan pangan kini ikut terseret dalam arus besar kepentingan global.

“Ketika konflik terjadi, yang terganggu bukan hanya politik. Energi dan logistik ikut terguncang. Dan Indonesia tidak berdiri sendiri, kita ikut merasakan dampaknya,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Pernyataan itu bukan sekadar peringatan. Ia mencerminkan realitas yang tengah berlangsung. Konflik geopolitik, lonjakan harga energi, hingga gangguan rantai pasok global kini menjadi faktor yang langsung memengaruhi stabilitas pangan nasional.

Dalam konteks ini, energi muncul sebagai simpul krusial yang kerap diabaikan. Kenaikan harga energi tidak berhenti di sektor migas, tetapi menjalar ke seluruh rantai produksi pangan, dari pupuk, distribusi, hingga harga di tingkat konsumen.

“Energi dan pangan itu tidak bisa dipisahkan. Ketika energi terganggu, pangan pasti ikut terdampak,” sambungnya.

Namun, tekanan global bukan satu-satunya persoalan. Jan juga menyoroti kerentanan dari dalam negeri, terutama ketergantungan pada impor komoditas strategis.

Dalam situasi normal, ketergantungan ini mungkin tidak terasa. Tapi saat negara pemasok menahan ekspor, risiko langsung terbuka lebar.

“Kalau negara pemasok menahan ekspor, kita tidak punya kendali. Di situlah krisis bisa dimulai,” tambahnya.

Baca Juga:   Alumni GMNI dan Tuntutan Pemberian Hak-Hak Pensiun Untuk Bung Karno

Di titik inilah, kritik utama Jan mengemuka. Ketahanan pangan, menurutnya, masih kerap dipahami secara sempit: selama pasokan tersedia hari ini, maka dianggap aman. Padahal, ukuran sesungguhnya adalah kemampuan bertahan saat krisis datang.

Istilah “Ilusi Ketahanan Pangan” yang ia gunakan menjadi semacam tamparan halus, bahwa stabilitas yang terlihat belum tentu mencerminkan kekuatan yang sebenarnya.

Lebih jauh, Jan mendorong perubahan pendekatan kebijakan. Ia menilai, pemerintah perlu keluar dari pola pikir reaktif dan mulai membangun strategi yang terintegrasi, mengaitkan sektor pangan dengan dinamika energi dan geopolitik global secara utuh.

Pesan itu terasa konsisten, baik dalam tulisannya maupun dalam penjelasan yang ia sampaikan: tanpa pembenahan cara pandang, ketahanan pangan hanya akan menjadi narasi yang rapuh.

Pada akhirnya, isu ini bukan sekadar soal data produksi atau angka impor. Ia menyentuh hal paling mendasar dalam kehidupan: kepastian atas pangan itu sendiri.

Dan dari situ, pertanyaan yang tak bisa lagi dihindari kembali muncul:

Apakah kita benar-benar siap, atau baru sekadar merasa siap?***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Kamis, 2 April 2026 | 11:45 WIB
DPC GMNI Balikpapan Kecam Keras Pelanggaran HAM oleh Kodim Balikpapan terhadap Massa Aksi Solidaritas Andrie Yunus
Kamis, 2 April 2026 | 10:00 WIB
Polemik Kopdes Merah Putih di Desa Polindu Kian Memanas, Inilah Kata Praktisi Hukum!
Rabu, 1 April 2026 | 14:37 WIB
Foto: Deodatus Sunda Se, Ketua DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
GMNI DKI Kecam Gugurnya 3 Prajurit TNI oleh Israel: Desak RI Keluar dari BOP dan Fokus Krisis Domestik
Rabu, 1 April 2026 | 12:49 WIB
Pejuang Buruh Marhaenis Joppie Tehupeiory Wafat, Warisan Perjuangan KUP KPM Kembali Disorot
Selasa, 31 Maret 2026 | 16:44 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Kapitalis dan Komunis

Marhaenist.id - Pada pandangan pertama, kapitalisme dan komunisme tampak seperti dua kutub…

Resmi Dideklarasikan, DPC PA GMNI Touna Teguhkan Komitmen Kebangsaan Lewat Dialog Kebangsaan

Marhaenist.id, Touna – Dalam momentum bersejarah yang bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila,…

Dr. H. Sutrisno: Pengawasan Persaingan Digital Adalah Kewajiban Konstitusional

Marhaenist.id, Jakarta  — Perkembangan ekonomi digital yang kian pesat dinilai tidak selalu…

Dibuka oleh Anggota DPRD, DPC GMNI Wakatobi Sukses Gelar PPAB Ke II

Marhaenist.id, Wakatobi - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPP GMNI Pertanyakan Transparansi Impor, Ribuan Pick up Mahindra Sudah Tiba di Tanjung Priok

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pertemuan antara Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dan Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto di kawasan Monas, Jakarta (08/10/2022). FILE/Detik

Temui Ketua Umum Golkar, Puan Maharani Bahas Hal Ini

Marhaenist - Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi ketum parpol yang keempat…

GMNI Rokan Hulu Tegas Tolak Wacana Penempatan Polri di Bawah Kementerian

Marhaenist.id, Rokan Hulu — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional…

SK Berakhir, Ketua DPC GMNI Jeneponto Enggan Laksanakan Konfercab

Marhaenist.id — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pedagang dan Warga Palembang Yakin Ganjar Mampu Stabilkan Harga Sembako

Marhaenist.id, Palembang - Capres 2024, Ganjar Pranowo kembali blusukan ke pasar-pasar tradisional…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?