By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu
Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
DPD PA GMNI Sultra Ucapkan Selamat HUT ke-62 Harmoni Sultra, Dukung ASR Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Ketika Sistem Distribusi Menekan Pedagang Kecil: GMNI Tidak Boleh Diam

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 6 Maret 2026 | 10:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Jeje Zaenudin, Ketua DPK GMNI UBP Karawang (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan pemerintah di berbagai daerah memunculkan persoalan baru di tingkat akar rumput. Di Kabupaten Karawang, sejumlah pedagang pasar tradisional mulai mengeluhkan kesulitan memperoleh pasokan bahan pangan.

Kondisi ini diduga berkaitan dengan meningkatnya serapan bahan pangan untuk kepentingan program tersebut. Persoalan ini tidak boleh dipandang sekadar sebagai gangguan teknis dalam distribusi.

Dalam realitas ekonomi rakyat, pedagang pasar tradisional merupakan bagian dari kaum marhaen yang hidup dari usaha kecil dan perputaran ekonomi harian. Ketika distribusi bahan pangan menjadi tidak seimbang, maka kelompok inilah yang pertama kali merasakan dampaknya.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka yang terjadi adalah ketimpangan dalam sistem distribusi pangan. Program yang seharusnya hadir untuk kepentingan rakyat justru berpotensi menciptakan tekanan baru bagi pelaku ekonomi kecil. Pedagang pasar yang selama ini menjadi penggerak ekonomi rakyat dapat terpinggirkan oleh sistem distribusi yang tidak berpihak kepada mereka.

Dalam perspektif Marhaenisme, situasi seperti ini merupakan bentuk ketidakadilan struktural yang tidak boleh dibiarkan. Negara dan kebijakan publik harus berpihak kepada rakyat kecil, bukan justru menciptakan mekanisme yang membuat mereka semakin terdesak dalam ruang ekonomi.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai organisasi perjuangan yang  lahir dari gagasan Marhaenisme memiliki tanggung jawab historis untuk berdiri bersama rakyat kecil.

GMNI tidak boleh kehilangan keberpihakannya terhadap kaum marhaen yang setiap hari berjuang mempertahankan kehidupan mereka di tengah sistem ekonomi yang sering kali tidak adil.

Oleh karena itu, Dewan Pengurus Komisariat (DPK) GMNI Universitas Buana  Perjuangan Karawang memandang bahwa persoalan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.

Pemerintah daerah perlu segera melakukan evaluasi terhadap mekanisme distribusi bahan pangan agar tidak menimbulkan ketimpangan yang merugikan pedagang kecil di pasar tradisional.

Baca Juga:   Merantau Keluar Negeri, Antara Peluang Emas dan Dilema Bangsa

Lebih jauh, kami juga mendesak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Karawang untuk turut mengambil peran aktif dalam mengawal persoalan ini. Di bawah kepemimpinan Ketua DPC GMNI Karawang Silvan Daniel Sitorus, GMNI Karawang harus mampu hadir sebagai kekuatan moral dan politik yang membela kepentingan rakyat kecil.

GMNI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang berhenti pada wacana. GMNI harus turun ke tengah masyarakat, mendengar keluhan pedagang kecil, serta mengawal kebijakan publik agar tidak menjadi alat yang menekan kaum marhaen.

Karena pada hakikatnya, perjuangan GMNI selalu berpijak pada satu prinsip yang tidak pernah berubah: berdiri di barisan rakyat kecil dan melawan segala bentuk sistem yang menindas mereka.***


Penulis: Jeje Zaenudin, Ketua DPK GMNI UBP Karawang.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
Senin, 27 April 2026 | 18:09 WIB
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput
Senin, 27 April 2026 | 09:36 WIB
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu
Minggu, 26 April 2026 | 17:00 WIB
Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
Minggu, 26 April 2026 | 13:51 WIB
DPD PA GMNI Sultra Ucapkan Selamat HUT ke-62 Harmoni Sultra, Dukung ASR Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Minggu, 26 April 2026 | 12:27 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Resensi Ekologi Marx – John Belammy Foster

Marhaenist.id - Pendahuluan: Fenomena degradasi ruang hidup berupa kerusakan lingkungan menuntut kerangka…

Teror Kepala Babi dan Intimidasi Terhadap Pers

Marhaenist.id - Kita hidup di era di mana pertarungan ideologi dan kepentingan…

Pesan Emil Salim Kepada Ganjar: Kapal Mau Karam Kok Masih Bernyanyi

Marhaenist.id, Jakarta - Ganjar Pranowo menemui ekonom yang sekaligus mantan Menteri Urusan…

PB Jakarta Bangun Koperasi ‘Bottom Up’

Marhaenist.id, Jakarta - Petisi Brawijaya Jakarta audiensi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi…

Chip War dan Geopolitik Laut China Selatan: Paradigma Baru Gerakan Non-Blok

Marhaenist.id - Perairan Laut China Selatan selalu menjadi “palagan geopolitik” yang terus…

Dibuka oleh Anggota DPRD, DPC GMNI Wakatobi Sukses Gelar PPAB Ke II

Marhaenist.id, Wakatobi - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.

Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik

Marhaenist.id, Jakarta — Anggota DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyoroti kemacetan berkepanjangan…

Kisruh Koperasi dan MRT Bikin Iklim Usaha Buruk,  Ketua PB Jakarta Apresiasi Kebijakan Pramono Anung

Marhaenist.id, Jakarta - Kisruh  antara Koperasi pedagang  dengan manajemen Plasa 2 Blok…

Audiensi DPC GMNI Ogan Ilir: Sinergi Dengan Polres Untuk Keamanan Bersama

Marhaenist.id- Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?