By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Membongkar Teka-Teki G30S: Mengapa Tentara Menculik Tentara?
Kaltim dalam Bayang-Bayang Hak Angket
Perkuat Basis Organisasi, DPC GMNI Mamuju Tengah Lantik Tiga Komisariat Baru di Rumah Adat Lempo Gandeng
Tanah Dirampas, Hutan Digusur, Institut Marhaenisme 27: Nobar Film “Pesta Babi” Hidupkan Suara Papua
GMNI Ambon Gelar Konfercab XIV, Tegaskan Penguatan Gerakan Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Ekonomi Rakyat dan Pasar Modal, Bayu Sasongko: Tafsir Marhaenisme Atas IHSG

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 29 Januari 2026 | 19:17 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Karikatur Bayu Sasongko berada di Singgasana Kerajaan (Sumber: AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Semarang – Pengamat Budaya Ekonomi Geopolitik Nusantara, Bayu Sasongko, menilai gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi belakangan ini tidak bisa dibaca secara sempit sebagai fenomena teknikal atau sentimen jangka pendek.

Fluktuasi tersebut justru mencerminkan fase transisi struktural ekonomi Indonesia di tengah perubahan lanskap geopolitik global dan reposisi kekuatan ekonomi dunia.

Menurut Bayu, pasar domestik saat ini sedang beradaptasi dengan perubahan persepsi internasional terhadap posisi Indonesia.

Risiko pengelompokan Indonesia sebagai frontier market bukan hanya persoalan klasifikasi finansial, melainkan cermin dari benturan antara logika pasar global yang spekulatif dengan karakter ekonomi Indonesia yang berbasis sektor riil dan konsumsi rakyat.

“Dalam perspektif geopolitik Nusantara, volatilitas IHSG hari ini harus dibaca sebagai proses penyesuaian antara struktur ekonomi nasional yang semakin bertumpu pada konsumsi domestik dan nilai tambah, dengan arsitektur pasar global yang masih sangat berorientasi jangka pendek,” ujar Bayu Sasongko, Kamis (29/1/2026).

Ia menegaskan, fondasi ekonomi Indonesia sejatinya relatif lebih resilien dibanding banyak negara berkembang lain.

Hal ini ditopang oleh kekuatan konsumsi rumah tangga, sektor riil, UMKM, serta sebaran sumber daya strategis yang tidak terkonsentrasi pada satu klaster wilayah atau komoditas semata.

Karakter ini merupakan ciri khas ekonomi Nusantara, yang tumbuh dari keragaman geografis dan sosial, bukan dari sentralisasi kapital ekstrem.

Dalam kerangka marhaenisme, Bayu menilai pasar modal seharusnya tidak berdiri terpisah dari denyut ekonomi rakyat.

IHSG idealnya menjadi indikator agregat dari kerja kolektif sektor riil, petani, buruh, nelayan, dan pelaku usaha kecil, bukan sekadar arena akumulasi kapital finansial yang terlepas dari produktivitas nasional.

“Pasar modal dalam kerangka marhaenisme bukan alat spekulasi elite, melainkan instrumen untuk mempertemukan modal dengan kerja produktif rakyat. Ketika konsumsi, manufaktur, dan kepercayaan publik tetap terjaga, koreksi pasar justru berfungsi sebagai mekanisme penyehat,” tegasnya.

Baca Juga:   Hati-Hati Advokat! KUHP Baru Bisa Menjerat Jika Langgar Etika, Ini Tips Waketum PERADI

Bayu juga memandang optimisme pemerintah terhadap target IHSG di level 10.000 bukan sekadar ambisi angka, melainkan refleksi keyakinan terhadap daya tahan struktur ekonomi nasional.

Namun, ia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut hanya akan bermakna jika disertai penguatan tata kelola pasar, perlindungan investor ritel, serta keberpihakan kebijakan pada sektor produktif nasional.

Dari sudut pandang sistem hukum ekonomi Indonesia, dinamika IHSG seharusnya mendorong negara untuk menegaskan kembali peran konstitusionalnya sebagai pengatur dan penyeimbang pasar. Pasar modal tidak boleh sepenuhnya diserahkan pada logika volatilitas global, tetapi harus diarahkan agar selaras dengan tujuan pembangunan nasional dan keadilan sosial.

Lebih jauh, Bayu menilai dinamika global, termasuk arah kebijakan The Fed dan potensi pelonggaran suku bunga global, akan menjadi ujian nyata bagi negara-negara dengan basis ekonomi riil yang kuat. Dalam konteks ini, Indonesia memiliki modal strategis, baik secara geopolitik maupun budaya ekonomi.

“Era uang murah ke depan akan menguji siapa yang memiliki ekonomi berbasis nilai riil, bukan gelembung finansial. Dalam konteks geopolitik Nusantara, Indonesia memiliki keunggulan struktural, asal negara konsisten menempatkan ekonomi rakyat sebagai poros, bukan sekadar pelengkap,” pungkas Bayu.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Membongkar Teka-Teki G30S: Mengapa Tentara Menculik Tentara?
Senin, 18 Mei 2026 | 05:30 WIB
Kaltim dalam Bayang-Bayang Hak Angket
Minggu, 17 Mei 2026 | 22:36 WIB
Perkuat Basis Organisasi, DPC GMNI Mamuju Tengah Lantik Tiga Komisariat Baru di Rumah Adat Lempo Gandeng
Minggu, 17 Mei 2026 | 20:19 WIB
Tanah Dirampas, Hutan Digusur, Institut Marhaenisme 27: Nobar Film “Pesta Babi” Hidupkan Suara Papua
Minggu, 17 Mei 2026 | 18:47 WIB
GMNI Ambon Gelar Konfercab XIV, Tegaskan Penguatan Gerakan Kaum Marhaen
Minggu, 17 Mei 2026 | 14:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

TAP MPRS MPRS 33/1967 Dicabut, Bung Karno Bebas Dari Segala Tuduhan Terkait Komunisme

MARHANEIST - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyerahkan surat pimpinan MPR…

DPC GMNI Jember Tolak Tegas Wacana Reduksi Kampus sebagai Instrumen Industri

Marhaenist.id, Jember — Wacana evaluasi hingga potensi penutupan sejumlah program studi oleh…

‘Tak Tahu Berterima Kasih’, Perkataan Dedy Pada Seorang Anak Kecil Seperti Maling Teriak Maling dan Hanya Melukai Hati

Marhaenist.id - Dedi Cozbuzzer (DC) adalah contoh nyata bagaimana prilaku manusia yang…

Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme

Marhaenist.id, Jakarta – Kunjungan Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Kaderisasi adalah Kekuatan Persatuan dalam Tubuh GMNI

Marhaenist.id - Berbicara soal perpecahan didalam tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia adalah…

Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor

Marhaenist.id, Jakarta – Akademisi sekaligus Praktisi Ekonomi dan Keterbukaan Informasi, Andi Aditya, memberikan…

Warisan Nasionalisme Indonesia: Nilai yang Mempertemukan Perbedaan Dalam Ikatan Persatuan

Marhaenist.id - Merespon beberapa diskusi yang berlangsung melalui grup-grup Whatsapp, postingan Facebook…

Politik Budi Nurani Ir. Sukarno

Marhaenist.id - Dalam menggambarkan tokoh-tokoh yang berani dan bijaksana, saya selalu dihinggapi…

Alumni GMNI Waingapu.

Mari Satukan Langkah dan Hentikan Kebiasaan Mewariskan Perpecahan di GMNI!!!

Marhaenist.id - Sebagai alumni GMNI, saya merasa terpanggil untuk menyampaikan kegelisahan ini.…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?