By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Pingin Nonton “Pesta Babi” Full Movie, Yuk Klik Link dan Reviewnya Disini
DPC GMNI Jakarta Timur Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Pemerintah dan BI Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional
Indonesia Menjadi Negara Agung dengan Jalan Kebangsaan ala Soekarno
Aliansi PERISAI Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Militerisasi Ruang Sipil dan Kebijakan Pemerintah
Dukung Prabowo Tertibkan Ekspor Batu Bara dan Sawit, PA GMNI Jakarta Raya: Itu Langkah Jitu

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Soroti Memburuknya Politik Global dan Ancaman Perang Dunia III

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 23 Januari 2026 | 22:47 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Cristian Viery Pagliuca, Ketua DPP GMNI Bidang Hubungan Internasional (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dibawah kepemimpinan Sujarhi-Amir menyatakan keprihatinan mendalam atas semakin memburuknya kondisi politik internasional yang ditandai dengan meningkatnya konflik bersenjata, rivalitas geopolitik antarnegara adidaya, serta eskalasi ketegangan militer di berbagai kawasan dunia.

Situasi ini dinilai membuka kemungkinan nyata terjadinya Perang Dunia III yang akan membawa penderitaan luas bagi umat manusia, khususnya negara-negara berkembang.

Ketua DPP GMNI Bidang Hubungan Internasional, Cristian Viery Pagliuca, menegaskan bahwa konflik-konflik global yang terjadi saat ini bukanlah konflik ideologis demi kemanusiaan, melainkan konflik yang berakar pada praktik imperialisme modern, perebutan sumber daya alam, dominasi ekonomi-politik, serta kepentingan kapitalisme global.

“Negara-negara kuat menggunakan perang, sanksi ekonomi, dan intervensi politik sebagai instrumen untuk mempertahankan hegemoninya, sementara rakyat dunia menjadi korban utama,” tegas Cristian.

GMNI menilai, berbagai konflik dan ketegangan internasional yang belakangan terjadi menunjukkan pola yang sama.

Mulai dari konflik Rusia–Ukraina, upaya penguasaan sumber daya alam Venezuela oleh Amerika Serikat dengan dalih penangkapan Presiden Nicolas Maduro, ketegangan Amerika Serikat dengan Denmark, perseteruan wilayah Thailand–Kamboja, hingga konflik di kawasan lain di dunia.

Cristian juga menyoroti keputusan Indonesia yang menyatakan keterlibatan dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Menurutnya, langkah tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Indonesia untuk kembali memainkan peran strategis sebagai pelopor Gerakan Non-Blok dan jembatan perdamaian dunia.

“Jika dunia dipaksa memilih kubu, maka Indonesia harus memilih kedaulatan. Jika ‘perdamaian’ dijadikan alat dominasi, maka melawannya adalah sikap politik yang sah,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, GMNI mendesak:
Pemerintah Indonesia untuk tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, tidak terseret dalam blok kekuatan mana pun, serta berani bersuara lantang menentang perang dan agresi militer di forum internasional.

Baca Juga:   GMNI dan GSNI Gelar Audiensi dengan Ketua DPRD Surabaya: Soroti Program MBG, Efiensi Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak tunduk pada kepentingan negara-negara besar dan kembali pada mandat utamanya sebagai penjaga perdamaian dunia.

Solidaritas internasional rakyat dunia, khususnya gerakan mahasiswa dan kaum tertindas, untuk melawan perang, imperialisme, dan segala bentuk eksploitasi global.

GMNI meyakini bahwa perdamaian dunia hanya dapat terwujud melalui keadilan sosial, kedaulatan bangsa-bangsa, serta penghormatan terhadap hak menentukan nasib sendiri.

Sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 dan semangat Dasasila Bandung, GMNI menyerukan:

Hentikan perang! Lawan imperialisme! Bangun dunia yang adil, damai, dan berperikemanusiaan.

“Perdamaian bukan hadiah dari negara kuat, melainkan hak seluruh umat manusia,” tandas Cristian.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Pingin Nonton “Pesta Babi” Full Movie, Yuk Klik Link dan Reviewnya Disini
Jumat, 22 Mei 2026 | 20:29 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Pemerintah dan BI Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional
Jumat, 22 Mei 2026 | 15:40 WIB
Indonesia Menjadi Negara Agung dengan Jalan Kebangsaan ala Soekarno
Jumat, 22 Mei 2026 | 10:38 WIB
Aliansi PERISAI Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Militerisasi Ruang Sipil dan Kebijakan Pemerintah
Jumat, 22 Mei 2026 | 01:25 WIB
Dukung Prabowo Tertibkan Ekspor Batu Bara dan Sawit, PA GMNI Jakarta Raya: Itu Langkah Jitu
Jumat, 22 Mei 2026 | 00:47 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Relevansi Ajaran Bung Karno Ditengah Distrosi Ideologi dan Perang Proxi

Marhaenist.id - Bulan bung karno sudah berlalu namun bukan berarti ingatan akan…

Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik

Jakarta, Marhaenist.id  — Polemik yang melibatkan Prabowo Subianto, aktivis Firman Tendry Masengi,…

Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil

Marhaenist.id - Dalam lanskap global hari ini, konflik geopolitik tidak lagi sekadar…

Ganjar: Wadas Bukan Proyek Saya, Tapi Saya Tanggung Jawab

Marhaenist.id, Jakarta - Capres 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo kembali berdiskusi…

Puluhan Ribu Warga Manado Dukung Ganjar Basmi Korupsi

Marhaenist.id, Manado - Puluhan ribu warga memadati lapangan KONI Manado, Sulawesi Utara…

Detik-detik Seorang Jurnalis di Morowali ditangkap oleh Aparat Kemanan yang berpakaian preman dan bersenjata Laras Panjang (Sumber: Portal Hukum Indonesia)/MARHAENIST.

Viral! Jerit Tangis di Torete: Saat Laras Panjang Membungkam Hak Warga, Roy Diseret Tanpa Dialog

Marhaenist.id, Morowali – Suasana Desa Torete yang semula tenang, mendadak berubah mencekam…

Pilkada Melalui DPRD: Ancaman Sentralisme Kekuasaan dan Lonceng Kematian Demokrasi Lokal

Marhaenist.id - Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada ke tangan…

Saat Bokek, Soekarno Sering Minta Duit ke Temannya Yang Kaya Ini

Marhaenist - Semua orang mengetahui bahwa Soekarno adalah salah satu tokoh sentral…

Pancasila di Persimpangan Algoritma

Marhaenist.id - Arus informasi saat ini tidak lagi mengalir secara netral. Ia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?