By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Hari Ibu di Kandang Rakyat: Ir. Robi Agustiar Salah Satu Pendiri GMNI Sumedang Tegaskan Peternak adalah Marhaen Modern

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 22 Desember 2025 | 15:30 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: , Ir. Robi Agustiar, S.Pt., MSc., IPM., ASEAN Eng bersama dua rekannya (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Bandung – Di tengah peringatan Hari Ibu, Ir. Robi Agustiar, S.Pt., MSc., IPM., ASEAN Eng menegaskan bahwa perjuangan peternak rakyat tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan, ibu-ibu desa, istri peternak, dan Sarinah sarinah atau perempuan Marhaen, yang selama ini menjadi penyangga utama ketahanan pangan keluarga dan bangsa.

Dalam wawancara yang dilakukan Senin (22/122025), Robi membuka pernyataannya dengan refleksi ideologis.

“Sejarah selalu berpihak pada mereka yang berani melawan ketidakadilan,” ujarnya, sembari mengutip peringatan Bung Karno:

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,” kata Bung Karno, kutipnya.

Menurut Robi, peringatan Hari Ibu seharusnya tidak berhenti pada seremoni.

“Hari Ibu adalah hari perlawanan. Sejarahnya lahir dari Kongres Perempuan Indonesia, dari kesadaran politik, bukan dari bunga dan ucapan manis,” tegasnya.

Robi dikenal sebagai salah satu pendiri GMNI Cabang Sumedang, ditempa dalam tradisi ideologis Marhaenisme. Dari GMNI, ia belajar bahwa rakyat kecil bukanlah objek belas kasihan, melainkan subjek perjuangan.

“Bung Karno mengajarkan bahwa Marhaen bukan orang miskin, tapi orang kecil yang dimiskinkan oleh sistem. Hari ini, peternak rakyat, bersama para ibu di kandang dan dapur, adalah Marhaen modern,” ungkapnya.

Kini, sebagai Sekretaris Jenderal DPP Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Robi berada di garis depan advokasi peternak rakyat.

Ia menilai peternakan nasional tengah menghadapi penjajahan gaya baru: impor dilegalkan, harga ternak ditekan, biaya pakan melonjak, sementara negara abai terhadap produsen pangan rakyat.

Yang paling terdampak dari ketidakadilan ini justru perempuan peternak. Ibu-ibu yang mengatur pakan, merawat ternak, menjaga ekonomi rumah tangga, tapi tidak pernah dihitung dalam kebijakan,” katanya.

Baca Juga:   Rayakan HUT yang Ke 80 Tahun, Guntur Sukarno Putra Luncurkan Buku 'Sang Saka Melilit Perut Megawati'

Robi mengingatkan pernyataan keras Bung Karno:

“Imperialisme tidak selalu datang dengan senapan, tetapi dengan peraturan-peraturan ekonomi,” kata Bung Karno, kutipnya.

Dalam wawancara tersebut, Robi menyampaikan sejumlah usulan dan saran konkret sebagai jalan perjuangan peternakan rakyat.

Ia menekankan pentingnya pengendalian impor yang berpihak pada produksi dalam negeri.

“Kalau impor dibiarkan liar, peternak, terutama peternak kecil, akan mati pelan-pelan,” ujarnya.

Ia juga mendorong perlindungan harga ternak dan biaya produksi, agar peternak rakyat memiliki kepastian usaha dan keberlanjutan hidup.

Soal kelembagaan, Robi menegaskan kembali pentingnya koperasi peternakan rakyat.

“Bung Karno sudah menegaskan koperasi adalah sokoguru perekonomian nasional. Koperasi adalah alat perlawanan ekonomi rakyat, termasuk bagi perempuan peternak,” katanya.

Selain itu, Robi menyoroti akses pembiayaan yang selama ini justru menjerat peternak kecil. “Peternak butuh pembiayaan yang membebaskan, bukan yang mencekik,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi peternak muda, dengan melibatkan perempuan secara setara. “Peternakan bukan sektor kelas dua. Ini soal masa depan kedaulatan pangan dan martabat bangsa,” ujarnya.

Bagi Robi, kandang adalah medan juang ideologis, tempat Marhaenisme diuji dalam praktik sehari-hari.

“Bangsa yang tidak berdiri di atas kaki sendiri akan menjadi bangsa kuli,” ucapnya mengutip Bung Karno.

Menutup wawancara pada momentum Hari Ibu, 22 Desember, Robi menegaskan bahwa perjuangan peternak rakyat adalah perjuangan keluarga, perjuangan perempuan, dan perjuangan bangsa.

“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” pesan Bung Karno yang terus ia gaungkan.

Dari GMNI ke kandang rakyat, dari teori ke praktik, dari wacana ke perlawanan Ir. Robi Agustiar menegaskan bahwa Marhaenisme masih hidup, bernafas bersama peternak rakyat, dan dijaga oleh tangan-tangan ibu Indonesia.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Aksi Protes Peternak Buang Susu: Quo Vadis Kedaulatan Nasional

Marhaenist.id - Merlihat aksi demonstratif peternak susu di Boyolali yang membuang susu sapi…

Bulan Bung Karno, Momentum Kembali ke Jalan Ideologi

Marhaenist.id - Bulan juni bukan sekadar bulan kelahiran Bung Karno bagi kami…

Pesan Terakhir Ki Hadjar Pada Bung Karno

Marhaenist.id - Bung Karno membesuk Ki Hadjar Dewantoro sekitar April 1959, salah…

Manifesto Ekonomi Nasional GMNI

Marhaenist.id - Akhir-akhir ini ekonomi Indonesia tengah berada dalam kondisi yang tidak…

GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis

Marhaenist.id, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali menegaskan komitmennya sebagai…

Bangun Karakter Mahasiswa Berasaskan Marhaenisme, GMNI Pekalongan Adakan PPAB

Marhaenist - Jajaran pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Pekalongan mengadakan…

Perlindungan Anak: Paparan Media Sosial dan Konten Digital

Marhaenist.id - Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang…

Gelar FDG, DPD PA GMNI Jakarta Raya Dorong Pemprov Lakukan Reforma Agraria Perkotaan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Orde Baru Tak Pernah Pergi…

Marhaenist.id - Orde Baru Tak Pernah Pergi. Ia hanya menjelma bayang-bayang yang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?