By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Air Mata Irine ‘Jurnalis CNN’ dan Duka Aceh Tamiang

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 20 Desember 2025 | 06:06 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Tangkapan Layar Irine Jurnalis CNN Indonesia yang sedang menangis saat melakukan liputan pasca Banjir Bandang di Aceh Tamiang (Sumber: Indopos)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Air mata Irine, seorang jurnalis CNN, menjadi potret paling jujur dari duka yang menyelimuti Aceh Tamiang saat ia melakukan liputan. Di balik profesionalisme yang menuntut keteguhan dan jarak emosional, ada momen ketika realitas kemanusiaan menembus batas itu.

Tangisan Irine bukan sekadar ekspresi personal, melainkan cermin penderitaan masyarakat yang kisahnya terlalu getir untuk sekadar dilaporkan dengan nada datar.

Sebagai jurnalis, Irine hadir untuk menyampaikan fakta. Namun, di Aceh Tamiang, fakta-fakta itu bukan hanya deretan data dan kronologi. Ia adalah wajah-wajah kehilangan, suara-suara yang bergetar, dan luka sosial yang terbuka lebar.

Ketika air mata seorang jurnalis tumpah, itu menandakan bahwa tragedi yang terjadi telah melampaui ambang kewajaran nurani.

Yang membuat Irine menangis karena melihat masyarakat di Aceh Tamiang masih belum menerima bantuan secara merata selama lebih dari tiga minggu ia berada di sana. Ia tak sanggup melihat anak-anak kecil berdiri di pinggir jalan meminta makan dan warga yang kelaparan, sehingga tangisnya pecah di tengah siaran.

Air mata Irine menegaskan bahwa jurnalisme sejati tidak pernah netral terhadap kemanusiaan. Objektivitas tidak berarti membungkam empati. Justru di situlah peran pers: menyampaikan kebenaran sekaligus menggugah kesadaran publik.

Tangisan itu menjadi bahasa universal yang menyatukan penonton, pembaca, dan masyarakat Aceh Tamiang dalam satu rasa: duka dan kemarahan yang sama.

Lebih dari sekadar liputan, peristiwa ini adalah panggilan moral. Negara tidak boleh absen ketika warganya terluka. Aparat dan pemangku kebijakan harus menjadikan tragedi ini sebagai titik balik untuk berbenah, memastikan bahwa keadilan dan perlindungan bukan hanya slogan, tetapi nyata dirasakan hingga ke pelosok.

Aceh Tamiang tidak membutuhkan belas kasihan sesaat. Yang dibutuhkan adalah keberpihakan yang konsisten pada rakyat. Jika air mata seorang jurnalis mampu membuka mata publik, maka sudah seharusnya para pengambil keputusan juga tersentak dan bergerak.

Baca Juga:   Transisi Kabinet

Air mata Irine Jurnalis CNN akan dikenang sebagai saksi bisu dari duka Aceh Tamiang. Semoga dari tangisan itu lahir kesadaran kolektif bahwa kemanusiaan tidak boleh kalah oleh kelalaian, dan setiap tragedi harus direspons dengan keadilan serta tanggung jawab yang sungguh-sungguh.

Diketahui, kisah Irine, jurnalis CNN di Aceh Tamiang yang menangis ini saat melaporkan kondisi pasca bencana banjir bandang pada Rabu (17/12/2025) viral dimedia sosial.

Dalam laporan langsungnya, Irine menyampaikan bahwa masyarakat di Aceh Tamiang masih belum menerima bantuan secara merata selama lebih dari tiga minggu ia berada di sana.Ia juga menyoroti bahwa relawan sudah berada di titik kelelahan dalam upaya menembus wilayah terisolasi.

Selain itu, Irine menyampaikan pesan dari warga agar kondisi sebenarnya disampaikan kepada publik dan menyeru pemerintah untuk tidak ragu meminta bantuan pihak luar jika kewalahan.

Namun video liputan Irine ini sempat viral di media sosial dan menyita perhatian publik, kemudian diambil turun dari kanal media sosial resmi CNN Indonesia dengan alasan takut disalahgunakan dan berpotensi memicu framing yang salah terhadap pihak tertentu.

Alasan pihak CNN Indonesia menurunkan liputan berita Irine menuai beragam komentar dari netizen, hingga ada yang mengatakan “Apakah ini Pembungkaman terhadap Media melalui intervensi seseorang untuk tetap menutupi ketidaksanggupan Pemerintah dan lambat dalam menangani bencana?”***


Catatan Redaksi, Ditulis Oleh: La Ode Mustawwadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Tanggapi Soal Dimanika Bangsa, DPP PA GMNI Sebut Ajaran Bung Karno Masih Relevan dengan Perkembangan Zaman

Marhaenist.id, Blitar - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Dibuka oleh Anggota DPRD, DPC GMNI Wakatobi Sukses Gelar PPAB Ke II

Marhaenist.id, Wakatobi - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Elemen Perjuangan Kelas Dalam Perjuangan Pembebasan Rakyat Indonesia, Henk Sneevliet 1926

Marhaenist - Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet atau lebih dikenal sebagai Henk…

Puluhan Jenderal Dukung Ganjar, Siap Lawan Segala Bentuk Intervensi

Marhaenist.id, Karangayar - Puluhan Jenderal dari TNI dan Polri menegaskan siap mengawal…

Heri Purnomo Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua PA GMNI Kota Bekasi

Marhaenist.id, Kota Bekasi – Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Soekarno Bukan Sekedar Presiden

Marhaenist.id - Berbicara tentang Indonesia sebagai sebuah negara merdeka tidak bisa dilepaskan…

Cetak Kader Progresif dan Revolusioner, DPK GMNI FISIP UHO Kendari Gelar PPAB

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Disiplin Ideologi dan Organisasi sebagai Syarat Mutlak GMNI Menjadi Pelopor Gerakan Perjuangan

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merupakan hasil peleburan tiga organisasi…

Demo Mahasiswa Soal Cawe-Cawe Jokowi Dibubarkan Paksa Oleh Polisi

Marhaenist - Kepolisian atau Polri berupaya memukul mundur dan membubarkan aksi demo…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?