By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Berjuang Tak Selalu Harus Dengan Moncong Senjata

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 19 November 2025 | 00:44 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Bung Karno (Ilustrasi foto by FILE)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Perjuangan tidak tunggal. Bung Karno memilih jalur politik karena yakin kemerdekaan sejati lahir dari kesadaran kolektif, bukan semata letusan senjata.

Sejak usia 14 tahun, ia telah bergiat mengikuti Tjokroaminoto, yang tak pula menempuh jalan bersenjata. Kaum pergerakan meyakini kekuatan ide, organisasi & massa bisa lebih tajam dari peluru. Dan faktanya mampu mengguncang imperium Belanda.

Sementara sebagian tokoh militer yang mengangkat senjata pernah tergabung dalam KNIL. KNIL tidak melawan pemerintah kolonial karena sumpah setia. Mereka baru berbalik arah pasca proklamasi, saat bergabung ke BKR/TKR yang menjadi TNI. Jadi perang fisik mereka hadir setelah negara berdiri.

Perlawanan terhadap Belanda pra proklamasi datang dari laskar rakyat & kelompok non militer.

Jepang membentuk PETA pada 1943. Beberapa eks-KNIL bergabung, seperti AH Nasution, A. Yani & Soeharto. Pemberontakan terhadap Jepang terjadi Februari 1945, dipimpin Supriadi, tapi gagal.

Perlawanan secara massal & serentak baru dimulai setelah proklamasi, termasuk oleh eks KNIL & eks PETA. Tujuannya “mempertahankan” kemerdekaan, melawan Belanda yang ingin kembali.

Pada 18 Agustus 1945, negara berdiri secara hukum: konstitusi, presiden, wapres & struktur awal pemerintahan ditetapkan pendiri negara. Tugas sipil dimulai.

Presiden melantik Soedirman (eks PETA) menjadi Panglima TKR akhir 1945 & menjadi Panglima TNI Juni 1947. Ia memimpin gerilya pada Desember 1948-Juli 1949, untuk mempertahankan kemerdekaan.

Dalam struktur negara, sipil & militer punya job desk berbeda & saling melengkapi. Strategi makro adalah domain sipil, sedangkan medan perang adalah panggung militer. Menuntut pemimpin sipil turun angkat senjata bak menyuruh nahkoda ikut mendayung.

Status Presiden RI tetap sah secara hukum saat AMB II, karena ia tak melarikan diri meninggalkan kedudukan di masa krisis. Keputusan ini mempertahankan legitimasi & otoritas pemerintahan, serta memicu reaksi dunia.

Baca Juga:   Bulan Juni, Bung Karno, dan Pancasila

Perjuangan bukan hanya tentang memegang senjata, tapi juga memberi arah. Tanpa proklamasi, tanpa negara & pemerintahan, apa yang hendak dipertahankan?***

Sumber: Ig thebigbung/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Matinya Pancasila di Bulan Juni

Marhaenist.id - Pagi belum benar-benar terang ketika Prabowo keluar dari rumah kayunya…

Serukan 5 Point Penting Terkait Kondisi Bangsa, DPP PA GMNI Minta Semua Elemen Bangsa Menahan Diri dan Tak Terprovokasi

Marhaenist.id, Bandung - Dewan Pimpinan Pusat (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Ajak Masyarakat Tolak Pemilu 2024, Relawan Marhaen Cyber Army Minta Jokowi Mundur dan Pilpres di Ulang

Marhaenist.id, Jakarta - Relawan Marhaen Cyber Army mengeluarkan pernyataan sikap dalam sebuah…

Mahasiswa Cipayung Plus Kota Medan temui Ganjar Pranowo diskusikan energi baru terbarukan. MARHAENIST

Temui Ganjar, Mahasiswa Cipayung Plus Diskusikan Energi Baru Terbarukan

Marhaenist - Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung Kelompok Cipayung Plus Kota Medan…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. FILE/Humas Jateng Prov

Untuk Bangsa, Ganjar Pranowo Siap Maju Nyapres!

Marhaenist - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memiliki modal yang besar…

Ribuan Warga Solo Raya di Sumut Nyatakan Dukung Ganjar-Mahfud, Siap Menangkan Presiden Rakyat

Marhaenist.id, Simalungun - Sebanyak dua ribu warga asal Solo Raya di Kabupaten…

Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil

Marhaenist.id - Dalam lanskap global hari ini, konflik geopolitik tidak lagi sekadar…

Ketum DPP GMNI Buka Dies Natalis ke 71 dan Konfercab ke VI GMNI Halut

Marhaenist.id, Halut - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia( GMNI)…

Bapak Bangsa dan Pancasila-nya

Marhaenist.id - Bung Karno pernah bertanya kepada Presiden Yugoslavia, Josef Broz Tito,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?