By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Tantangan dan Potensi Peternakan Berkelanjutan di Masa Depan

Marhaenist ID
Marhaenist ID Diterbitkan : Senin, 10 Februari 2025 | 20:41 WIB
Bagikan
Waktu Baca 7 Menit
Peternakan kuda di Eropa. Pixabay/Marhaenist
Bagikan

Marhaenist.id – Pada tahun 2050, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai sembilan miliar jiwa. Peningkatan populasi ini berdampak langsung pada kebutuhan pangan global, sementara lahan pertanian semakin berkurang. Salah satu solusi yang diusulkan adalah manipulasi genetik bahan pangan untuk meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap penyakit, dan efisiensi hasil. Namun, manipulasi genetik juga menimbulkan berbagai masalah, seperti ancaman terhadap keanekaragaman hayati dan potensi risiko bagi kesehatan manusia.

Daftar Konten
Peternakan Eropa di Tengah Globalisasi dan PerangManfaat Globalisasi: Kemajuan Yang Tak TerbendungDampak Buruk Globalisasi: Ketika Ketergantungan Menjadi AncamanKrisis Energi dan Ketidakstabilan Global: Tantangan Tambahan Bagi Peternakan EropaDampak Terhadap Peternakan KudaPerubahan Selera Konsumen: Tantangan Baru Untuk PeternakanLangkah Jalan Keluar Yang Dilakukan EropaPelajaran Bagi Indonesia

Dalam bidang pangan hewani, konsep peternakan berkelanjutan menjadi solusi yang relevan. Peternakan berkelanjutan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan hewani tanpa merusak lingkungan, menghasilkan produk sehat bebas dari antibiotik, hormon steroid, dan zat aditif lainnya. Dengan mengadopsi prinsip peternakan berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi penghasil pangan protein dan nabati organik bagi dunia.

Peternakan Eropa di Tengah Globalisasi dan Perang

Globalisasi ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, ia membuka peluang besar bagi negara-negara untuk saling terhubung dalam perdagangan, teknologi, dan inovasi. Namun, di sisi lain, globalisasi juga menciptakan ketergantungan yang bisa berujung pada krisis saat terjadi gangguan global. Salah satu sektor yang sangat terdampak adalah peternakan di Eropa, terutama setelah perang Ukraina pecah.

Sebagai seseorang yang tinggal dan bekerja di Berlin di Klinik Kuda, saya melihat langsung bagaimana dampak ini terjadi dan bisa menjadi pembelajaran bagi Indonesia.

Baca Juga:   Konsep “Partai Perorangan” PSI

Manfaat Globalisasi: Kemajuan Yang Tak Terbendung

Globalisasi telah membawa berbagai keuntungan bagi industri peternakan. Teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) kini digunakan untuk memantau kesehatan ternak, sementara bioteknologi membantu meningkatkan kualitas produksi susu dan daging. Pasar yang semakin terbuka memungkinkan produk peternakan Eropa menjangkau konsumen di seluruh dunia.

Selain itu, rantai pasokan global memungkinkan impor pakan ternak seperti jagung dan kedelai dengan harga kompetitif dari negara-negara seperti Amerika Selatan dan Ukraina. Hal ini membantu menekan biaya produksi dan menyediakan produk berkualitas dengan harga terjangkau bagi konsumen.

Dampak Buruk Globalisasi: Ketika Ketergantungan Menjadi Ancaman

Namun, ketergantungan pada rantai pasokan global memiliki risiko. Perang di Ukraina, misalnya, telah mengganggu pasokan gandum dan jagung, komponen utama pakan ternak ke Eropa. Akibatnya, harga pakan melonjak tajam, memaksa banyak peternak membayar lebih mahal atau mencari alternatif lain.

Di Jerman dan Prancis, beberapa peternak kecil menghadapi kesulitan finansial akibat kenaikan biaya ini, bahkan ada yang terpaksa menghentikan operasional mereka. Krisis ini menunjukkan betapa rentannya sektor peternakan terhadap gangguan dalam rantai pasokan global.

Krisis Energi dan Ketidakstabilan Global: Tantangan Tambahan Bagi Peternakan Eropa

Perang Ukraina juga memicu krisis energi di Eropa. Sanksi terhadap Rusia menyebabkan penurunan pasokan gas, sementara harga listrik melonjak hingga 300% dalam beberapa bulan. Biaya pemanas kandang selama musim dingin meningkat drastis, menambah beban bagi peternak.

Selain itu, ketidakstabilan geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan turut memengaruhi harga energi dan distribusi barang secara global. Ketidakpastian ini membuat peternakan di Eropa semakin rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan pasokan.

Di Jerman, yang sangat bergantung pada gas Rusia, banyak peternak harus mencari cara untuk mengurangi konsumsi energi atau beralih ke sumber energi alternatif untuk menjaga keberlanjutan operasional mereka.

Baca Juga:   KUHP Baru Dinilai Jadi “Napas Lega” bagi Tersangka Pembunuhan Jembatan Wari Halmahera Utara

Dampak Terhadap Peternakan Kuda

Sebagai negara dengan tradisi kuat dalam peternakan kuda, Jerman juga merasakan dampak dari krisis ini. Harga pakan melonjak, sementara biaya kesehatan dan perawatan kuda meningkat tajam. Akibatnya, banyak pemilik kuda yang terpaksa menjual hewan mereka atau mengurangi jumlah ternak. Selain itu, transportasi kuda yang bergantung pada bahan bakar fosil menjadi lebih mahal, mempengaruhi industri olah raga berkuda dan rekreasi kuda secara keseluruhan.

Perubahan Selera Konsumen: Tantangan Baru Untuk Peternakan

Tren konsumsi juga mengalami pergeseran. Produk alternatif seperti susu nabati dan daging buatan semakin populer. Data menunjukkan bahwa penjualan susu nabati di Eropa naik 30% dalam setahun terakhir, sementara konsumsi susu sapi mulai menurun.

Bagi industri peternakan, ini adalah peringatan untuk beradaptasi dengan preferensi konsumen yang berubah. Tanpa inovasi dan respons yang tepat, mereka berisiko kehilangan pangsa pasar.

Foto: Dr. med. vet. Rudi Samapati, Alumni GMNI, FKH UGM/MARHAENIST.

Langkah Jalan Keluar Yang Dilakukan Eropa

Menghadapi berbagai tantangan ini, negara-negara di Eropa mulai menerapkan berbagai langkah untuk menyelamatkan industri peternakan:

Diversifikasi Pasokan PakanEropa mulai meningkatkan produksi pakan dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada Ukraina dan negara lain. Pengembangan pakan alternatif seperti protein serangga dan fermentasi mikroba juga mulai diperkenalkan sebagai solusi jangka panjang.

Inovasi teknologi digital dan robotika semakin diadopsi dalam peternakan. Sensor dan AI digunakan untuk memantau kesehatan ternak secara real time, mengoptimalkan penggunaan pakan, dan mengurangi limbah.

Energi Terbarukan untuk Peternakan, beberapa peternakan di Jerman dan Belanda mulai beralih ke energi terbarukan seperti biogas dan panel surya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Subsidi dari pemerintah juga diberikan untuk mendukung transisi ini.

Regulasi Ketahanan Pangan Uni Eropa memperketat regulasi untuk memastikan keberlanjutan peternakan. Program-program bantuan keuangan diberikan kepada peternak kecil untuk bertahan dalam kondisi ekonomi yang sulit.

Baca Juga:   Jelang Pemilu, Apa saja Isu yang Fokus Disuarakan Caleg Perempuan Sulbar Sebagai Wujud dari Afirmasi Keterwakilan Perempuan?

Pelajaran Bagi Indonesia

Apa yang terjadi di Eropa bisa menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama, dan kita harus mengurangi ketergantungan pada impor pakan dan energi. Inovasi dalam teknologi peternakan dan diversifikasi sumber daya pangan perlu didorong agar industri peternakan Indonesia lebih tahan terhadap guncangan global.

Dengan meningkatnya ketidakstabilan global, mulai dari perang hingga krisis energi, Indonesia harus memperkuat sistem peternakannya dengan mengembangkan produksi dalam negeri dan mengadopsi teknologi modern. Dengan mengambil pelajaran dari Jerman dan negara-negara Eropa lainnya, Indonesia dapat mengembangkan sistem peternakan yang lebih berkelanjutan, mandiri, dan siap menghadapi tantangan globalisasi di masa depan.***


Penulis: Dr. med. vet. Rudi Samapati, Alumni GMNI, FKH UGM. Meraih gelar Ph.d dari Freie Universitat Berlin, kini bekerja sebagai penelitii di Seeburg, Berlin, Jerman dan bekerja pada Klinik Kuda Seeburg, Berlin, Jerman. Penulis juga kini tinggal di Berlin, Jerman.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Hari Ke 8 Kawal Aksi Masyarakat Talaga Raya atas PT AMI, GMNI Baubau Minta Agar Perundingan Bisa Melahirkan Solusi

Marhaenist.id, Buteng - Hari ke 8 masyarakat Talaga Raya bersama Dewan Pimpinan…

Usai Biden Mundur, Kini Harris Justru Unggul Tipis Dari Donald Trump

Marhaenist - Kamala Harris nampaknya semakin pede bakal melenggang setelah hasil survei…

Resmi Terpilih Melalui Konfercab ke I, Fadli Lahalik Berharap Kehadiran PA GMNI Touna dapat Memberi Manfaat untuk Rakyat

Marhaenist.id, Touna - Konferensi Cabang (Konfercab) ke-I Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

SPMB 2025 di Banten: Ketika Pendidikan Jadi Kantor Pos Wakil Rakyat

Marhaenist.id - Di tengah hiruk-pikuk Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) 2025…

Penjarahan & Anarkisme: Berdasarkan Narasi Rakyat vs Narasi Negara

Marharnist.id - (Pengantar) Kekerasan massa (termasuk penjarahan oleh segelintir orang) kerap muncul…

Mengapa Rakyat Marah dan Ingin Membubarkan DPR?

Marhaenist.id, Jakarta - Aksi unjuk rasa Rakyat dengan tuntutan ingin membubarkan Dewan…

Lawan Pengkhianatan Terhadap Konstitusi Oleh Penguasa Yang Merusak Keluhuran Pilkada 2024

Marhaenist.id - Indonesia adalah negara hukum yang demokratis, hal tersebut merupakan amanat…

Dibuka oleh Anggota DPRD, DPC GMNI Wakatobi Sukses Gelar PPAB Ke II

Marhaenist.id, Wakatobi - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Jombang Sesalkan Tindakan Tidak Etis Tenaga Kesehatan RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung: Desak Evaluasi dan Investigasi Menyeluruh

Marhaenist.id, Jombang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?