By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Mengapa Tahun Baru Terdengar Istimewa?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 1 Januari 2025 | 16:39 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Selamat Tahun Baru 2025 (Sumber Foto: pngtree)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sudah bukan rahasia lagi bagi kita semua, “Tahun Baru” selalu menjadi waktu yang paling ditunggu-tunggu. Kata-kata penuh penantian yang sering terdengar, “Tinggal beberapa hari lagi, kita sudah memasuki tahun baru.” Momen tahun baru menjadi tamu penantian sekaligus paling istimewa bagi setiap orang.

Setelah memasuki tanggal 1 Januari (tahun baru), semua orang berperilaku sopan tanpa diperintah, berjabat tangan saling ucap selamat, bergembira dan berbahagia karena penantian dua belas bulan lamanya telah tiba. Hati kecil kita seolah-olah memerintahkan kita bahwa “inilah saatnya” untuk melakukan segala sesuatu yang baru pula.

Pertanyaannya, mengapa hari Tahun Baru terdengar istimewa dan menjadi sesuatu yang paling ditunggu dibandingkan dengan hari-hari biasa lainnya? Apakah hari Tahun Baru sengaja diciptakan spesial oleh Tuhan?

Tentu saja tidak. Hari Tahun Baru hanya hitungan waktu dalam kalender yang disepakati, tetapi sesungguhnya setiap hari, setiap jam, setiap detik diciptakan spesial. Mengapa kita hanya begitu menantikan hari itu dan berbahagia ketika hari itu tiba?

Jawabannya, karena kita mengidentifikasi hari itu sebagai hari istimewa, memandang hari itu sebagai hari besar dan penuh bahagia, padahal hari Tahun Baru tidak diciptakan khusus, hanya pandangan kita yang membuatnya menjadi hari khusus dan spesial. Dengan demikian, perilaku kita pun mengikuti apa yang kita anggap dan yakini spesial.

Jika cara pandang kita membuatnya begitu berharga dan istimewa, mengapa kita tidak memandang hari-hari biasa sebagai hari berharga dan istimewa?

Apakah kamu telah menunggu Tahun Baru untuk menikmati hidup dan merasa bahagia? Bukankah setiap hari itu sama, ada pagi, ada siang, dan ada malam? Sama istimewanya, bukan?

Mengapa tidak menantang diri untuk membuat setiap hari terasa seperti hari Tahun Baru dengan menjadikan setiap hari “menjadi” hari Tahun Baru. Biarkan diri kita bahagia setiap hari, berjabat tangan dan berucap selamat setiap hari karena sesungguhnya setiap hari adalah hari baru dan itu berharga.

Baca Juga:   GMNI dan Teologi Perlawanan: Iman yang Menggugat, Ideologi yang Menghukum

Kita tidak perlu menunggu “Tahun Baru”, menghabiskan dua belas bulan lamanya untuk menikmati hidup dan merasa bahagia. Ini adalah tantangan pola pikir dan mulai menjalani hidup bahagia setiap hari.***


Penulis: Erik Risaldi Sibu, Kader GMNI Halmahera Utara.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Meski Cuaca Panas, Ratusan Ribu Massa Tetap Semangat Hadiri Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di GBK

Marhaenist.id, Jakarta - Ratusan ribu warga mulai penuhi Stadion Gelora Bung Karno…

Membaca Teka-Teki Politik di Bangladesh

Marhaenist - Pada hari Senin, 5 Agustus, mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina…

Kenapa Harus Adili Jokowi?

Marhaenist.id - Sepuluh tahun Jokowi berkuasa, pembangunan Indonesia selalu dibungkus dengan cerita…

Moment Lebaran 1446 H, Alumni GMNI UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Gelar Halal Bi Halal

Marhaenist.id, Tangsel - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Islam Negeri…

PA GMNI Jakarta Raya Desak Pemprov DKI Koreksi Arah Pembangunan Ekonomi Ibukota yang Dikuasai Kapitalisme Global

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Resah Terhadap Kondisi Bangsa, GMNI Ikut Serta Dalam Aksi #IndonesiaGelap di Depan Istana Presiden

Marhaenist.id, Jakarta - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ikut ambil bagian dalam…

Tidak Cukup Minta Maaf: Tuntut Tindakan Nyata untuk Kematian Pengemudi Ojol

Marhaenist.id - Demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025) kembali…

Dari Keseragaman Menu MBG Hingga Pertanian Monokultur dan Kesejahteraan Petani Lokal

Marhaenist.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipelopori oleh Presiden Prabowo…

Marhaenisme Tanpa Rakyat: Ketika Gerakan Sosial Terjebak dalam Simbolisme

Marhaenist.id - Marhaenisme, sebagai warisan ideologis dari Soekarno, pada hakikatnya adalah sebuah…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?