By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Surat-Surat Islami Sukarno Dari Ende

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Rabu, 14 Agustus 2024 | 01:50 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Bung Karno. LIFE
Bagikan

MARHAENIST – Dalam suratnya kepada T.A. Hassan kali ini, Bung Karno kembali bertukar pikiran tentang kemajuan dunia Islam termasuk perjuangan rakyat Palestina.

Menurut Bung Karno, seperti umat Islam di tempat-tempat lain di dunia, orang Palestina juga tak lepas dari sikap ‘conventionalisme’ yang tak bakal mampu untuk membuat perubaha radikal.

Bung Karno menganggap mereka terlalu ‘bedak membedaki satu sama lain’ dan membanggakan sesuatu negeri Islam seperti bangga kepada Mesir dan Turki. “Terlalu mengutamakan pulasan-pulasan yang sebenarnya tiada tenaga!!” kata Bung Karno.

Kepada T.A Hassan, Bung Karno juga mengeluhkan organisasi-organisasi Islam terkemuka yang tak melakukan apapun untuk membina umat muslim di Flores. Sementara di sisi lain mereka ramai-ramai mencela misi Katholik.

Menurut Bung Karno misi itu pantas membanggakan kerja mereka karena memang ‘bekerja mati-matian’ untuk mengembangkan agama di Flores. Mengembangkan misi merupakan hak dan tidak boleh dicela atau digerutui.

“Tapi kita, kenapa kita malas, kenapa kita teledor, kenapa kita tak mau kerja, kenapa kita tak mau giat? Kenapa, misalnya di Flores, tiada seorangpun mubalig Islam dari sesuatu perhimpunan Islam?,” kata Bung Karno.

Lebih lanjut ia membandingkan, dalam beberapa tahun saja misi berhasil mengkristenkan 250.000 orang kafir di Flores namun berapa orang kafir yang bisa ‘dihela’ oleh Islam di Flores?

“Kalau dipikirkan, memang semua itu ‘salah kita sendiri’, bukan salah orang lain. Pantas Islam selamanya dihinakan orang!,” kata Bung Karno.

Untuk lebih lengkapnya, berikut surat lengkap Bung Karno kepada sahabatnya di Bandung itu.

Ende, 15 September 1935

Assalamualaikum,

Paket pos telah kami ambil dari kantor pos. Kami di Ende semua membilang banyak terima kasih atas potongan 50 persen yang Tuan izinkan itu. Kawan-kawan semua bergirang dan mereka ada maksud lain kali akan memesan buku-buku lagi, Insa Allah.

Saya sendiri tak kurang-kurang berterima kasih, mendapat hadiah lagi beberapa brosur. Isi brosur Kongres Palestina itu tak mampu menangkap ‘centre need to Islam’.

Di Palestina, orang tak lepas dari ‘conventionalisme’ tak cukup kemampuan buat mengadakan perubahan yang radikal di dalam aliran yang nyata membawa Islam kepada kemunduran. Juga pimpinan kongres itu ada ‘ruwet’, orang seperti tidak tahu apa yang dirapatkan, bagaimana caranya teknik kongres. Program kongres yang terang dan nyata rupanya tak ada.

Orang tidak ‘zakelijk’ dan saya kira di kongres itu orang terlalu ‘meniup pantat satu sama lain’, terlalu ‘caressting each other’, terlalu ‘mekaar lekker maken’. Memang begitulah gambarannya dunia Islam sekarang ini. Kurang roh yang nyata, kurang tenaga yang wujud, terlalu ‘bedak membedaki satu sama lain’, terlalu membanggakan sesuatu negeri Islam seperti bangga kepada Mesir dan Turki! Terlalu mengutamakan pulasan-pulasan yang sebenarnya tiada tenaga!!

Brosur yang lain-lain sedang say abaca. Insya Allah nanti akan saya ceritakan kepada Tuan saya punya pendapat tentang brosur-brosur itu, terutama brosurnya Tuan A.D. Hasnie itu secara sambil lalu. Bisalah sudah saya katakanan bahwa ‘cara pemerintahan Islam’ yang diterangkan di situ tidaklah memusakan saya karena kurang ‘up to date’.

Begitulah hukum keadaan kenegaraan Islam? Tuan A.D. Hasnie menerangkan bahwa demokrasi perlementer itu cita-cita Islam. Namun, sudahkah demokrasi parlementer itu menyelamatkan dunia?

Memang sudah satu anggapan tua bahwa demokrasi parlementer itu puncaknya ideal cara pemerintahan. Juga Moh. Ali, di dalam ia punya tafsir Al-Quran yang terkenal, mengatakan itu idealnya Islam. Padahal, ada cara pemerintahan yang lebih sempurna lagi, yang bisa dikatakan cocok dengan azas-azas Islam!

Brosur almarhum H. Fachroeddin akan berfaedah pula bagi saya karena saya sendiripun banyak bertukar pikiran dengan kaum pastur di Ende. Tuan Tahu itu ada ‘pulau misi’ yang mereka sangat banggakan. Dan memang ‘pantas’ mereka membanggakan mereka punya pekerjaan di Flores itu. Saya sendiri melihat bagaimana mereka ‘bekerja mati-matian’ buat mengembangkan mereka punya agama di Flores.

Saya ada ‘repect’ buat mereka punya kesukaan pekerjaan itu. Kita banyak mencela misi, tetapi apakah yang kita kerjakan bagi menyebarkan agama Islam dan memperkokoh agama Islam?

Bahwa misi mengembangkan ‘roomskatholictisme, itu adalah mereka punya ‘hak’, yang kita tidak boleh cela dan gerutui. Tapi ‘kita’, kenapa ‘kita’malas, kenapa ‘kita’ teledor, kenapa ‘kita’ tak mau kerja, kenapa ‘kita’ tak mau giat? Kenapa, misalnya di Flores, tiada seorangpun mubalig Islam dari sesuatu perhimpunan Islam yang ternama (misalnya Muhammadiyah) buat mempropagandakan Islam di situ buat orang kafir?

Misi dalam beberapa tahun saja bisa mengkristenkan 250.000 orang kafir di Flores, tapi beberapa orang kafir yang bisa ‘dihela’ oleh Islam di Flores itu? Kalau dipikirkan, memang semua itu ‘salah kita sendiri’, bukan salah orang lain. Pantas Islam selamanya dihinakan orang!

Kejadian di Bandung yang tuan beritakan, sebagian saya sudah tahu, sebagian belum. Misalnya, saya belum tahu bahwa Tuan punya anak telah dipanggil ke tempat asal. Saya bisa menduga Tuan punya duka cita dan saya pun semakin insaf bahwa manusia punya hidup adalah sama sekali di dalam genggaman Ilahi.

Yah, kita harus tetap tawakal dan haraplah Tuan suka sampaikan saya punya ajakan tawakal dan haraplah Tuan suka sampaikan saya punya ajakan tawakal itu kepada Saudara-Saudara yang lain-lain, yang tertimpa kesedihan.

Sampaikan salamku kepada semua.

Wassalam

Soekarno

Publisher The Spirit of Islam kini saya sudah tahu: Doran& Co, New York. Saya sudah dapat persanggupan ongkosnya dari saya punya mbakyu dan sudah pesan buku itu. Saya ingin tahu pendapat Ameer Ali, apakah yang menjadikan kekuatan Islam dan apakah sebabnya ‘semangat kambing’ sekarang ini. Cocoklah dengan pendapat dengan pendapat saya atau tidak?

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Sabtu, 18 April 2026 | 17:53 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Para aktivis berkumpul selama pertemuan musim gugur tahunan IMF untuk memprotes pendanaan bahan bakar fosil di seluruh dunia. FOTO: AFP

IMF dan Bank Dunia Dituntut Tangani Perubahan Iklim

Marhaenist - Puluhan pengunjuk rasa berdemonstrasi di luar tempat pertemuan tahunan Dana…

GMNI Surabaya Soroti Kebijakan Parkir Minimarket: Premanisme Dilegalkan Lewat Kebijakan Parkir, UMKM Justru Jadi Korban

Marhaenist.id, Surabaya — Kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang melarang pelaku usaha ritel…

Pelantikan PA GMNI, Megawati: Sering Kali Orang Lupa Dengan Sumpah

Marhaenist - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (AGMNI) yang juga Mantan Presiden…

Sejarah Baru di Bumi Serumpun Sebalai, PA GMNI Gelar Konfercab dan Konferda Perdana se-Bangka Belitung

Marhaenist.id, Pangkalpinang — Momentum bersejarah bagi kaum nasionalis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung…

DPC GMNI Kolaka Bersama Kapolres Kolaka Gelar Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Marhaenist.id, Kolaka – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadan,…

Presiden Joko Widodo menyalami Shin Tae Yong usai menyaksikan pertandingan tim nasional sepak bola Indonesia melawan Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa malam, 10 September 2024. BPMI Setpres/Vico

Saat-Saat Jokowi Ditenggelamkan Oleh Mulyono di GBK

MARHAENIST - Bergema usai pertandingan Timnas Indonesia vs Australia di stadion GBK…

KUHP Baru Berlaku 2 Januari 2026, Warganet Soroti Ancaman Kriminalisasi Kritik Hingga Trending Platform X

Marhaenist.id, Jakarta — Kata kunci “KUHP” menjadi trending topic di platform X…

Pertemuan antara Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dan Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto di kawasan Monas, Jakarta (08/10/2022). FILE/Detik

Temui Ketua Umum Golkar, Puan Maharani Bahas Hal Ini

Marhaenist - Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi ketum parpol yang keempat…

GMNI Halut Sukses Gelar PPAB Jilid I, Bangun Kesadaran Ideologis dan Pondasi Kaderisasi

Marhaenist.id, Halut - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?