By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Surat-Surat Islami Sukarno Dari Ende

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Rabu, 14 Agustus 2024 | 01:50 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Bung Karno. LIFE
Bagikan

MARHAENIST – Dalam suratnya kepada T.A. Hassan kali ini, Bung Karno kembali bertukar pikiran tentang kemajuan dunia Islam termasuk perjuangan rakyat Palestina.

Menurut Bung Karno, seperti umat Islam di tempat-tempat lain di dunia, orang Palestina juga tak lepas dari sikap ‘conventionalisme’ yang tak bakal mampu untuk membuat perubaha radikal.

Bung Karno menganggap mereka terlalu ‘bedak membedaki satu sama lain’ dan membanggakan sesuatu negeri Islam seperti bangga kepada Mesir dan Turki. “Terlalu mengutamakan pulasan-pulasan yang sebenarnya tiada tenaga!!” kata Bung Karno.

Kepada T.A Hassan, Bung Karno juga mengeluhkan organisasi-organisasi Islam terkemuka yang tak melakukan apapun untuk membina umat muslim di Flores. Sementara di sisi lain mereka ramai-ramai mencela misi Katholik.

Menurut Bung Karno misi itu pantas membanggakan kerja mereka karena memang ‘bekerja mati-matian’ untuk mengembangkan agama di Flores. Mengembangkan misi merupakan hak dan tidak boleh dicela atau digerutui.

“Tapi kita, kenapa kita malas, kenapa kita teledor, kenapa kita tak mau kerja, kenapa kita tak mau giat? Kenapa, misalnya di Flores, tiada seorangpun mubalig Islam dari sesuatu perhimpunan Islam?,” kata Bung Karno.

Lebih lanjut ia membandingkan, dalam beberapa tahun saja misi berhasil mengkristenkan 250.000 orang kafir di Flores namun berapa orang kafir yang bisa ‘dihela’ oleh Islam di Flores?

“Kalau dipikirkan, memang semua itu ‘salah kita sendiri’, bukan salah orang lain. Pantas Islam selamanya dihinakan orang!,” kata Bung Karno.

Untuk lebih lengkapnya, berikut surat lengkap Bung Karno kepada sahabatnya di Bandung itu.

Ende, 15 September 1935

Assalamualaikum,

Paket pos telah kami ambil dari kantor pos. Kami di Ende semua membilang banyak terima kasih atas potongan 50 persen yang Tuan izinkan itu. Kawan-kawan semua bergirang dan mereka ada maksud lain kali akan memesan buku-buku lagi, Insa Allah.

Saya sendiri tak kurang-kurang berterima kasih, mendapat hadiah lagi beberapa brosur. Isi brosur Kongres Palestina itu tak mampu menangkap ‘centre need to Islam’.

Di Palestina, orang tak lepas dari ‘conventionalisme’ tak cukup kemampuan buat mengadakan perubahan yang radikal di dalam aliran yang nyata membawa Islam kepada kemunduran. Juga pimpinan kongres itu ada ‘ruwet’, orang seperti tidak tahu apa yang dirapatkan, bagaimana caranya teknik kongres. Program kongres yang terang dan nyata rupanya tak ada.

Orang tidak ‘zakelijk’ dan saya kira di kongres itu orang terlalu ‘meniup pantat satu sama lain’, terlalu ‘caressting each other’, terlalu ‘mekaar lekker maken’. Memang begitulah gambarannya dunia Islam sekarang ini. Kurang roh yang nyata, kurang tenaga yang wujud, terlalu ‘bedak membedaki satu sama lain’, terlalu membanggakan sesuatu negeri Islam seperti bangga kepada Mesir dan Turki! Terlalu mengutamakan pulasan-pulasan yang sebenarnya tiada tenaga!!

Brosur yang lain-lain sedang say abaca. Insya Allah nanti akan saya ceritakan kepada Tuan saya punya pendapat tentang brosur-brosur itu, terutama brosurnya Tuan A.D. Hasnie itu secara sambil lalu. Bisalah sudah saya katakanan bahwa ‘cara pemerintahan Islam’ yang diterangkan di situ tidaklah memusakan saya karena kurang ‘up to date’.

Begitulah hukum keadaan kenegaraan Islam? Tuan A.D. Hasnie menerangkan bahwa demokrasi perlementer itu cita-cita Islam. Namun, sudahkah demokrasi parlementer itu menyelamatkan dunia?

Memang sudah satu anggapan tua bahwa demokrasi parlementer itu puncaknya ideal cara pemerintahan. Juga Moh. Ali, di dalam ia punya tafsir Al-Quran yang terkenal, mengatakan itu idealnya Islam. Padahal, ada cara pemerintahan yang lebih sempurna lagi, yang bisa dikatakan cocok dengan azas-azas Islam!

Brosur almarhum H. Fachroeddin akan berfaedah pula bagi saya karena saya sendiripun banyak bertukar pikiran dengan kaum pastur di Ende. Tuan Tahu itu ada ‘pulau misi’ yang mereka sangat banggakan. Dan memang ‘pantas’ mereka membanggakan mereka punya pekerjaan di Flores itu. Saya sendiri melihat bagaimana mereka ‘bekerja mati-matian’ buat mengembangkan mereka punya agama di Flores.

Saya ada ‘repect’ buat mereka punya kesukaan pekerjaan itu. Kita banyak mencela misi, tetapi apakah yang kita kerjakan bagi menyebarkan agama Islam dan memperkokoh agama Islam?

Bahwa misi mengembangkan ‘roomskatholictisme, itu adalah mereka punya ‘hak’, yang kita tidak boleh cela dan gerutui. Tapi ‘kita’, kenapa ‘kita’malas, kenapa ‘kita’ teledor, kenapa ‘kita’ tak mau kerja, kenapa ‘kita’ tak mau giat? Kenapa, misalnya di Flores, tiada seorangpun mubalig Islam dari sesuatu perhimpunan Islam yang ternama (misalnya Muhammadiyah) buat mempropagandakan Islam di situ buat orang kafir?

Misi dalam beberapa tahun saja bisa mengkristenkan 250.000 orang kafir di Flores, tapi beberapa orang kafir yang bisa ‘dihela’ oleh Islam di Flores itu? Kalau dipikirkan, memang semua itu ‘salah kita sendiri’, bukan salah orang lain. Pantas Islam selamanya dihinakan orang!

Kejadian di Bandung yang tuan beritakan, sebagian saya sudah tahu, sebagian belum. Misalnya, saya belum tahu bahwa Tuan punya anak telah dipanggil ke tempat asal. Saya bisa menduga Tuan punya duka cita dan saya pun semakin insaf bahwa manusia punya hidup adalah sama sekali di dalam genggaman Ilahi.

Yah, kita harus tetap tawakal dan haraplah Tuan suka sampaikan saya punya ajakan tawakal dan haraplah Tuan suka sampaikan saya punya ajakan tawakal itu kepada Saudara-Saudara yang lain-lain, yang tertimpa kesedihan.

Sampaikan salamku kepada semua.

Wassalam

Soekarno

Publisher The Spirit of Islam kini saya sudah tahu: Doran& Co, New York. Saya sudah dapat persanggupan ongkosnya dari saya punya mbakyu dan sudah pesan buku itu. Saya ingin tahu pendapat Ameer Ali, apakah yang menjadikan kekuatan Islam dan apakah sebabnya ‘semangat kambing’ sekarang ini. Cocoklah dengan pendapat dengan pendapat saya atau tidak?

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Resensi Ekologi Marx – John Belammy Foster

Marhaenist.id - Pendahuluan: Fenomena degradasi ruang hidup berupa kerusakan lingkungan menuntut kerangka…

Prabowo Subianto di Asrama Perguruan Tinggi (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. FILE/Twitter @prabowo

Kunjungan Prabowo ke Kiai NU Dinilai Sebagai Upaya Garap Suara Umat

Marhaenist - Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyatakan…

Koperasi dan Era Anthropocene: Menjawab dengan Praktik atas Krisis Kemanusiaan dan Lingkungan

Seri Belajar Koperasi #1 Marhaenist - Praktik sistem kapitalisme industri yang berkembang…

Marhaenist.id: Gus, Ahlak Lebih Mulia dari Pada Ilmu

Marhaenist.id - Sunhaji (38), Penjual Es Teh keliling viral karena diledek atau…

Jakarta Utara Memerah, Ribuan Warga Turun Jelang Debat Terakhir dan Pesta Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta - Jelang debat pamungkas calon Presiden RI Ganjar Pranowo menyapa…

Rayakan HUT yang Ke 80 Tahun, Guntur Sukarno Putra Luncurkan Buku ‘Sang Saka Melilit Perut Megawati’

Marhaenist.id, Jakarta - Guntur Soekarno Putra, Ketua Dewan Ideologi Persatuan Alumni (PA)…

Lebaran di Tengah Cobaan: Menggali Makna Tahan Menderita dari Pesan Bung Karno

Marhaenist.id - Lebaran tahun ini mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita mungkin…

DPD GMNI Aceh Salurkan Bantuan Hasil Perkebunan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tengah

Marhaenist.id, Takengon — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Food Estate Gagal, Warga Kalteng: Warga Sering Kebanjiran

Marhaenist.id, Palangkaraya - Kegagalan program food estate di beberapa daerah Kalimantan Tengah…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?