By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Tambang Rampok Hak Rakyat, Ketua PA GMNI Kaltim Desak Presiden Prabowo Hentikan Operasi 13 Perusahaan Raksasa

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 13 Oktober 2025 | 11:36 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Mis Heldy Zahri, Ketua DPD PA GMNI Kalimantan Timur (Sumber foto: harianrepublik.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Samarinda – Gelombang kekecewaan publik terhadap skandal korupsi di sektor tambang kembali memuncak. Terbuktinya praktik korupsi dalam penjualan batubara non-subsidi kepada 13 perusahaan besar yang terafiliasi dengan kelompok oligarki, menjadi tamparan keras bagi wajah keadilan ekonomi nasional.

Mis Heldy Zahri, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Timur, menyatakan bahwa kasus ini bukan sekadar tindak pidana korupsi biasa, melainkan perampokan sistematis terhadap hak rakyat.

“Dengan terbuktinya korupsi atas penjualan non-subsidi kepada 13 perusahaan tambang besar milik oligarki, semakin panjang daftar hak rakyat yang dirampok oleh pengusaha serakah. Sudah saatnya Presiden Prabowo berani menghentikan operasi perusahaan-perusahaan tersebut,” ujarnya, Minggu, (12/10/2025) di Samarinda.

DPD PA GMNI Kaltim mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat dengan menghentikan seluruh operasi tambang yang terlibat dalam kasus ini, hingga mereka mengembalikan kerugian negara dan masyarakat.

“Jangan biarkan mereka terus beroperasi sementara rakyat hanya mendapat debu dan kerusakan lingkungan. Negara harus hadir! Kalau mereka benar-benar punya itikad baik, tunjukkan dengan mengembalikan hak rakyat dan berjanji tidak mengulangi pelanggaran ini,” ujar Miz Heldy Zahri lagi dengan nada keras.

praktik korupsi di sektor tambang selama ini menjadi sumber terbesar ketimpangan sosial dan kerusakan ekologis di daerah penghasil. Rakyat di lingkar tambang kehilangan tanah, air, dan udara bersih sementara segelintir korporasi menikmati keuntungan supermewah.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa oligarki ekonomi masih mencengkeram kuat kebijakan negara. Di balik jargon “pembangunan dan investasi”, masih ada praktik penjarahan legal yang meminggirkan kepentingan rakyat dan merusak semangat kedaulatan ekonomi bangsa.

Ketua DPD PA GMNI Kaltim itu juga menegaskan bahwa kebijakan ekonomi nasional tidak boleh tunduk pada kepentingan kelompok elite.

Baca Juga:   Berharap Dualisme Segera Berakhir, Dua Alumni GMNI Dukung adanya Kongres Persatuan

“Negara tidak boleh takut pada oligarki. Pemerintah harus menegakkan hukum dengan keberanian revolusioner. Bila Presiden Prabowo ingin tercatat dalam sejarah sebagai pemimpin sejati, inilah momentum untuk berpihak pada rakyat, bukan pada para perampok sumber daya bangsa,” tegas Mis Heldy Zahri.

Ia juga menyoroti bahwa korupsi tambang bukan hanya soal uang negara yang hilang, tetapi soal martabat bangsa yang diinjak-injak.

Kasus ini menjadi alarm keras agar pemerintah kembali menegaskan arah pembangunan nasional yang berjiwa kerakyatan dan berlandaskan Pancasila.

Sektor strategis seperti tambang seharusnya dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir elit ekonomi.

“Kita tidak anti investasi, tapi kita anti penjajahan ekonomi. Jika sumber daya alam dikuasai oleh segelintir oligarki, maka Indonesia hanya merdeka di atas kertas,” pungkas Mis Heldy Zahri.***

Penulis: Jurnalis LenteraDjoang.Com/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Sambut Bulan Suci Ramadhan GMNI Touna Bersih-Bersih Mesjid Nurul Hidayah Labiabae

Marhaenist.id, Touna - Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Gerakan Mahasiswa Nasional…

Mengapa AS Berani Menangkap Maduro?

Marhaenist.id - Secara sejarah mereka punya legal precedent (1961 bay of pigs…

Perlu Perubahan Paradigma dan Sistem untuk Pembangunan UMKM dan Koperasi

Marhaenist.id - Sudah berpuluh tahun program pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)…

Abdy Yuhana: Dirgahayu TNI ke 79, Politik TNI Adalah Politik Kebangsaan dan Kenegaraan

Marhaenist.id, Jakarta -  Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA)…

Tolak Perusahaan Sawit di Wilayah Adat Suku MOI Kabupaten Sorong Papua

Marhaenist.id - Dengan Kabar baru dari pemerintah pusat melalui menteri ESDM bahwa…

Fenomena Kotak Kosong dalam Pilkada: Analisis Hukum dan Keadilan Demokrasi

Marhaenist.id-Fenomena politik dalam Pemilihan Umum mengaminkan elemen penting, yaitu yang jujur dan…

Menjelang Kemerdekaan RI Ke 80 Dibawah Banyang-Banyang Premanisme dan Distopia Orwellian

Marhaenist.id – Ditengah gelombang tanda tanya dikalangan pengusaha perihal logo HUT ke…

Peringati Dies Natalis yang ke 70 Tahun, GMNI Kendari Berbagi Takjil dan Serahkan Bantuan Sosial ke Panti Asuhan

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Menimbang Arah Indonesia dari Cermin Sejarah

Marhaenist.id - “Sejarah berulang,” begitulah teori klasik yang mengonfirmasi bacaan kita tentang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?