By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Rencana Pembangunan Pasar Rakyat di Tanah Milik Jenol oleh PJ Bupati Mamasa, GMNI Soroti Anggaran Pembebasan Lahannya

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 24 Juli 2024 | 15:16 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Gabriel D Swares, Ketua DPC GMNI Mamasa Sulbar/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Mamasa – Dengan adanya pernyataan Pj. Bupati Mamasa yang akan segera membangun pasar Jenol, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamasa Gabriel D Swares menyoroti besaran angka anggaran pembebasan lahan.

“Dengan diputuskannya pasar Jenol sebagai tempat pembangunan pasar maka kami mempertanyakan berapa anggaran pembebasan lahannya,” ujarnya saat dalam keterangan persnya, Rabu (24/7/2024).

Menurut pengakuannya, angka anggaran yang mencapai sampai 30 miliar adalah pemborosan dibalik keuangan APBD Mamasa yang tidak stabil.

“Kami dengar-dengar angkanya sampai mencapai 30 Miliar, apakah angka itu benar? Jika benar menurut kajian kami itu adalah pemborosan anggaran. Katanya kondisi keuangan Mamasa tidak stabil, kok mau membebaskan lahan dengan biaya yang cukup fantastis?,” sambungnya.

Ia juga meminta Pj Bupati untuk mempertimbangkan pembangunan pasar tersebut, katanya, kalau pasar itu dibangun ditanah milik pemda tak jadi masalah sehingga meminimalisir pengeluaran anggaran untuk pembebasan lahan.

“Kami meminta PJ. Bupati Mamasa untuk mempertimbangkan kembali keputusan itu. Kalau pasar dibangun di tanah milik Pemda tak harus lagj mengeluarkan biaya lagi sehingga biaya yang mau dialokasikan kepada pembebasan lahan itu digunakan untuk hal-hal yang lebih perlu,” lanjutnya.

Saat ini juga, ia juga menjelaskan bahwa anggaran pilkada sampai saat ini juga belum dituntaskan oleh Pemda dengan alasan tidak ada anggaran, belum lagi adanya seorang guru untuk gaji triwulan ke 2 belum terbayarkan dengan devisif anggaran.

“Anggaran Pilkada belum tuntas, ditambah lagi Tamsil seorang guru untuk gaji triwulan ke 2 belum terbayarkan dengan alasan defisit anggaran. Pasar tua juga yang disulap menjadi taman kota yang tidak ada asas manfaatnya seharusnya sangat strategis untuk dibangun kembali dengan bertingkat dan tidak harus ada pembebasan lahan lagi,” jelasnya.

Baca Juga:   GMNI di DIY Keluhkan Kurangnya Program Pengembangan Kader

Diakhir, GMNI meminta Pj. Bupati Mamasa agar dapat membangun pasar ditanah milik Pemda untuk mengantisipasi adanya pemborosan anggaran dari pembayaran ganti rugi lahan.

“Oleh karna itu kami dari GMNI dengan tegas meminta PJ. Bupati Mamasa untuk membangun pasar di tanah milik Pemda dan tidak ada pengeluaran untuk pembebasan lahan,” tandasnya.***

Penulis: Bung Ardes/ Editor: Bung Wadhar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Kritik Pernyataan Imanuel, Eksponen GMNI: Ada Pelecehan Demokrasi yang Ditutupi Demi Memenangkan Pilpres

Marhaenist.id, Jakarta - Eksponen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menyayangkan pernyataan Imanuel…

Indonesia Lagi Tabola-Bale!

Marhaenist.id - Tanggal 17 Agustus 2025 Indonesia menyalurkan bantuan 800 ton beras…

Deklarasi Kepengurusan DPD GMNI DKI Jakarta Periode 2026–2028: Komitmen Persatuan dan Penguatan Marwah Organisasi

Marhaenist.id, Jakarta, - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Masa Jabatan Legislatif Tanpa Ujung: Celah yang Mengancam Alam Demokrasi

Marhaenist.id - Diskursus mengenai pembatasan masa jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)…

Manajer Asing Pimpin BUMN: Saatnya Berhenti Merasa Rendah Diri

Marhaenist.id - Rencana pemerintah membuka peluang bagi manajer asing untuk memimpin Badan…

Mengenal Aliran-Aliran Filsafat!

Marhaenist.id - Ada satu teman bertanya yang telah lama mengusik dalam pikirannya.…

Ajukan Banding atas Putusan PN Jakpus Nomor 115/Pdt.G/2025/PN Jkt.Pst, DPP GMNI Ajak Penggugat Dialog dan Mediasi

Marhaenist.id, Jakarta – Didampingi Tim Kuasa Hukum PSHN & Partners, Dewan Pimpinan…

Bung Karno Bukanlah Komunisme!

Marhaenist.id - Sukarno itu Marxis sejati tetapi bukanlah komunis sama sekali, karena…

Ketika Buku Menjadi Batas Hidup: Tragedi Seorang Anak di NTT dan Gugatan Ideologis atas Pendidikan Indonesia

Marhaenist.id -- Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berusia 10 tahun di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?