By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Presiden atau Cuma OMON-OMON?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 21 Februari 2025 | 05:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Prabowo Subianto/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Prabowo Subianto mungkin punya satu keinginan sederhana: namanya tercatat dalam sejarah sebagai seorang presiden. Dan pada akhirnya, ia telah menjadi presiden.

Setelah bertahun-tahun meniti jalan politik, tiga kali kalah dalam pemilu, dan entah berapa banyak strategi yang diubah, akhirnya kursi RI-1 berhasil ia duduki. Mungkin ada rasa puas di hatinya, sebuah perasaan bahwa segala perjuangannya telah berbuah.

Namun, terkadang sejarah tidak mencatat usaha. Sejarah tidak peduli berapa kali seseorang mencoba, seberapa keras ia berjuang, atau berapa banyak pengorbanan yang telah ia lakukan. Sejarah hanya peduli satu hal: hasil. Dan jika hasilnya tidak sebanding dengan ekspektasi, maka sejarah bisa menjadi hakim yang kejam.

Seorang pemimpin diingat dalam sejarah karena dua alasan: pertama, karena keberhasilannya dalam membawa perubahan nyata; kedua, karena kegagalannya yang begitu mencolok hingga sulit dilupakan.

Soekarno diingat karena memimpin bangsa menuju kemerdekaan. Habibie dikenang karena membawa era teknologi dan reformasi. Tapi ada juga pemimpin lain yang diingat bukan karena kejayaannya, melainkan karena kebijakannya yang berantakan atau keputusan-keputusan yang tak masuk akal.

Dan di sinilah letak kekhawatiran itu. Dengan kebijakan yang tampak lebih seperti pencitraan daripada strategi jangka panjang, Prabowo berisiko masuk dalam kategori yang kedua.

Jika Prabowo tidak hati-hati, sejarah mungkin tidak akan mengenangnya sebagai pemimpin besar, tetapi justru sebagai Presiden OMON-OMON—sosok yang tampak gagah dan penuh gebrakan di luar, tetapi kosong dan tidak berdampak di dalam.

Foto: Edi Subroto/MARHAENIST.

Mungkin Prabowo ingin dikenang seperti pemimpin besar di masa lalu—seorang yang membawa perubahan dan mengukir jejak dalam sejarah. Tapi kalau pola ini terus berlanjut, maka ia berisiko dikenang bukan sebagai pemimpin hebat, melainkan sebagai simbol dari kebijakan yang banyak janji tapi minim realisasi.

Baca Juga:   Jelang Pemilu, Apa saja Isu yang Fokus Disuarakan Caleg Perempuan Sulbar Sebagai Wujud dari Afirmasi Keterwakilan Perempuan?

Sejarah akan tetap mencatat bahwa Prabowo pernah menjadi presiden. Itu fakta yang tak terbantahkan. Tetapi bagaimana sejarah mengenangnya? Itu soal lain.

Jika arah kepemimpinannya tetap seperti ini, jangan heran kalau di masa depan, ia lebih banyak dikenang sebagai Presiden OMON-OMON—pemimpin yang penuh semangat di awal, tetapi tidak meninggalkan warisan yang berarti.***


Penulis: Edi Subroto, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Sekelompok suporter membawa seorang korban pria di stadion Kanjuruhan, Malang selama huru-hara keributan terjadi. AFP/Getty Images

Polisi Dalami Rekaman CCTV Durasi 3 Jam di Kanjuruhan Yang Dihapus

Marhaenist - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan mengungkap adanya…

DPP GMNI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Kenaikan PPN 12%

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI),…

Gelar PPAB Raya, GMNI Lebak Cetak Puluhan Kader

Marhaenist.id, Lebak - Gerakan Mahasiwa Nasional Indonseia (GMNI) Lebak gelar Pekan Penerimaan…

Megawati Terbahak Dengar Ada Raja Jawa Yang Bisa Bawa Celaka

MARHAENIST - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengatakan…

Jadi PM Baru dan Termuda di Thailand, Ini Rekam Jejak Paetongtarn Shinawatra

Marhaenist.id - Parlemen Thailand telah melakukan pemungutan suara atas pencalonan Paetongtarn Shinawatra, putri…

Kembali Turun ke Jalan, GMNI Hadang Pengesahan RUU TNI

Marhaenist.id, Jakarta - Walaupun mendapat penolakan di masyarakat, DPR tetap mengesahkan revisi…

GMNI Soroti Debat Pilkada Bantaeng di Makassar: Bikin Malu, Ricuh di Kampung Orang

Marhaenist.id, Makassar - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPD GMNI Jatim Desak Pemerintah Prabowo-Gibran Pertimbangkan Ulang Kenaikan PPN 12%

Marhaenist, Surabaya – Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

Sosok Perempuan Inspiratif Susi Pudjiastuti

Marhaenist.id – Susi Pudjiastuti lahir pada 15 Januari 1965 di Pangandaran, Jawa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?