By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno
GMNI Penajam Paser Utara Nilai Pilkada DPRD Langgar Putusan MK dan Legalkan Politik Dagang Sapi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
InfokiniKabar GMNI

Polda Metro Jaya Jakarta Didatangi Warga Kebun Sayur, Tuntut Pembebasan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpa Syarat

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Minggu, 17 Agustus 2025 | 16:12 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Warga Kebun Sayur Geruduk Polda Metro Jaya Untuk Bebaskan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpah Syarat/MARHAENIST
Foto: Warga Kebun Sayur Geruduk Polda Metro Jaya Untuk Bebaskan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpa Syarat. MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Warga Kebon Sayur bersama Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur yang terdiri dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria, Front Mahasiswa Nasional, Gerakan Mahasiswa Nasional Jakarta Selatan, Pemuda Baru Indonesia, serta Serikat Pengacara Hukum Progresif melakukan aksi geruduk Polda Metro Jaya sebagai ujung dari penangkapan salah seorang warga bernama Wardai alias Juned pada hari Rabu (13/8/2025).

Dalam aksi damai ini, warga menuntut tiga hal, pertama untuk membebaskan Wardai alias Juned tanpa syarat. Kedua adalah menghentikan segala bentuk kriminalisasi dan intimidasi terhadap rakyat Kebon Sayur yang memperjuangkan tanahnya, serta mendesak Polda Metro Jaya harus memihak kepada rakyat Kebon Sayur.

Dalam orasi politik Koordinator Lapangan Aksi, Deodatus Sunda Se menyebutkan bahwa “penangkapan atas bapak Juned adalah tindakan yang cacat hukum dan prosedural, karena surat tugas penangkapan tidak pernah sampai ke pihak keluarga”.

Selain itu, menurut pemaparan dari Rikmadenda selaku Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional, ” “tindakan Polda dalam proses penangkapan pak Juned dan hambatan terhadap kuasa hukum aliansi adalah wajah buruk kepolisian yang justru akan semakin merusak citra dan integritas kepolisian Republik Indonesia”

Aksi geruduk Polda yang dihadiri oleh lebih dari 100 warga Kebon Sayur ini berjalan lancar dan damai walupun sempat ada sedikit cekcok dengan pihak Polda Metro Jaya. Tim negosiator aksi berupaya mendorong agar Polda mengizinkan pihak keluarga, tim pengacara, maupun perwakilan aliansi untuk masuk bertemu dengan bapak Juned, membuat surat kuasa dan memasukkan surat penangguhan penahanan.

Pada pukul 10.20 WIB perwakilan massa aksi diperbolehkan untuk masuk membezuk bapak Juned beserta memasukkan surat penangguhan penahanan. Menjelang waktu sholat Jum’at, massa aksi diperbolehkan untuk masuk ke dalam lingkungan gedung Polda dan menunggu keputusan dari perwakilan.

Baca Juga:   Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Pihak perwakilan keluar pada pukul 12.07 WIB, kemudian perwakilan tim pengacara aliansi dari Serikat Pengacara Hukum Progresif, Pius Situmorang SH menjelaskan bahwa “hasil audiensi dengan Karo Wasidik dan kasubdit pimpinan Jatanras unit 2 setidaknya ada beberapa poin yang didapat:

  1. Polda menutup mata atas kasus pertanahan di Kebon Sayur, namun bertindak atas laporan pengerusakan (pidana). Hal ini untuk mengaburkan proses perjuangan agraria. Mempidana masyarakat adalah pelemahan terhadap perjuangan warga kebon sayur.
  2. Kita mendorong para pimpinan polri untuk merespon kasus pengrusakan dari mafia tanah untuk menunjukkan kesetaraan hukum.
  3. Surat penangguhan penahanan untuk Pak Wardai sudah diterima dan akan berjalan sesuai prosedur melalui BIR Brimob dan akan didiskusikan kembali dengan tim kuasa hukum.”
  4. Surat kuasa hukum bapak Juned dari Polda sudah dicabut, serta diganti oleh pengacara pihak aliansi”

Namun tak dinyana, bahwa menurut Erwin yang juga anggota Serikat Pengacara Hukum Progresif bahwa “ada dua nama yang ditahan pihak Polda, bukan hanya Pak Juned tetapi juga Pak Jumadi yang sehari sebelumnya sudah ditangkap di kota Semarang”.

Dengan hasil yang demikian, pada pukul 14.47 WIB tim aksi memutuskan untuk pulang sembari bersih-bersih lokasi di lingkungan gedung Polda.

Penulis: Redaksi/Editor: Trian Walem

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB
Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:43 WIB
GMNI Penajam Paser Utara Nilai Pilkada DPRD Langgar Putusan MK dan Legalkan Politik Dagang Sapi
Minggu, 11 Januari 2026 | 13:20 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Maret 2025, PA GMNI Berduka: 3 Kadernya Telah Pergi

Marhaenist.id - Di Bulan Maret 2025, Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Reformasi Disabotase: Ketika TNI dan Polri Ingin Berkuasa Lagi

Marhaenist.id - Reformasi 1998 adalah tonggak sejarah penting dalam demokratisasi Indonesia. Salah…

GMNI Pandeglang Ingatkan Anggota Dewan, Masih Banyak Jalan Rusak

Marhaenist.id, Pandeglang- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan…

Ahok: Mas Ganjar Paling Pantas Jadi Presiden, Layak Diperjuangkan

Marhaenist.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama yang baru saja mundur dari Komisaris…

Bung Karno: Roh dan Semangat Muda adalah Dasar Mencapai Tujuan

Marhaenist.id - Semangat juang tidak boleh mati dalam jiwa setiap pemuda. Roh…

Wacana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, GSNI Surabaya Khawatir Bentuk Pengkhianatan Integritas Bangsa

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI)…

Lima Nahdiyin Bertemu Presiden Israel, PBNU Lakukan Pemanggilan, Berikan Sanksi?

Marhaenist - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali mengatakan bahwa…

GMNI Situbondo Gelar Dies Natalies ke 71 dengan Berbagi Takjil dan Diskusi

Marhaenist.id, Situbondo - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Situbondo menggelar kegiatan Dies…

Menjadikan Organisasi sebagai Ratu Adil

Marhaenist.id - Fenomena influencer politik yang beberapa waktu belakangan ini ramai menjadi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?