By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Dr. H. Sutrisno: Pengawasan Persaingan Digital Adalah Kewajiban Konstitusional
Menghidupkan Marhenisme: Lanfang dan Monterado sebagai Warisan Geopolitik Nusantara
DPP GMNI Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara
Hadiri Kaderisasi GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Tengah Maraknya Hoaks

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Polithinking

Pemimpin Baru Yogya Harus Bisa Wujudkan Kota Yang Bersih, Berbudaya, Bermartabat dan Berkemajuan

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Sabtu, 3 Agustus 2024 | 22:36 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Bakal Calon (Balon) Wali Kota Yogyakarta, Gunawan Hartono atau akrab disapa Kawier dan Balon Wakil Wali Kota, Ariyanto. MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist.id, Yogyakarta – Lima tahun ke depan, Yogyakarta akan menjadi kota yang bersih, berbudaya, bermartabat dan berkemajuan. Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar dan pusat kebudayaan Jawa, harus berbenah diri untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah. Pemimpin baru bersama pemerintah dan masyarakat harus dapat mengambil langkah strategis dalam mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang bersih, berbudaya, bermartabat dan berkemajuan.

Demikian gagasan yang keluar dari Bakal Calon (Balon) Wali Kota Yogyakarta, Gunawan Hartono atau akrab disapa Kawier dan Balon Wakil Wali Kota, Ariyanto di warung kopi Jalan Kiai Mojo Yogyakarta tadi malam.

Diketahui Kawier adalah kader PDIP Kota Yogyakarta yang juga aktivis gerakan politik tahun 1990 dan mantan anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) UGM. Ia juga pernah menjadi pengurus DPC PDIP Kota Yogyakarta 2010 – 2015 dan Tenaga Ahli anggota DPR RI A-218 dari Fraksi PDIP Sementara Ariyanto yang akrab disapa Arya adalah penggiat pariwisata dan UMKM Yogyakarta sekaligus dosen Universitas BSI dan Akademi Pariwisata API Yogyakarta. Ia juga merupakan Direktur Utama PT Jogkem Grup.

Dalam perumusan gagasan tersebut, Arya Ariyanto akan menjadikan Kota Yogyakarta sebagai destinasi wisata unggul yang berkelanjutan, berdaya saing, berwawasan budaya lokal serta menjadi pusat pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Ia juga akan melakukan pengentasan pengangguran guna mewujudkan masyarakat makmur sejahtera.

“Syarat mutlak Yogja unggul dalam pariwisata, budaya dan pendidikan adalah Yogja harus bersih dari sampah. Ini menjadi target utama kita,” katanya kepada redaksi, Sabtu (03/08/2024).

Ia mengatakan, ke depan Pemerintah Kota Yogyakarta harus menggiatkan program “Yogja Bersih”. Program ini akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, dari pelajar hingga kalangan profesional, dalam kegiatan gotong-royong membersihkan lingkungan secara periodik.

Baca Juga:   Empat Syarat untuk Menegakkan Demokrasi di Indonesia

“Langkah berikutnya adalah pelestarian budaya. Sebagai kota dengan kekayaan budaya yang luar biasa, Yogyakarta terus melestarikan dan mengembangkan seni dan tradisi lokal. Festival seni dan budaya digelar secara rutin untuk mempromosikan kebudayaan kepada generasi muda dan wisatawan,” bebernya.

“Sekolah-sekolah juga diimbau untuk memasukkan kurikulum berbasis budaya lokal, sehingga nilai-nilai luhur tetap terjaga,” tegasnya.

Dalam rumusan itu, untuk menjaga martabat dan integritas kota, pemerintah dan masyarakat harus berkomitmen memberantas praktik-praktik yang merusak citra kota. Salah satunya adalah dengan memperketat regulasi mengenai bangunan bersejarah dan ruang publik serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya.

Di akhir pembahasan gagasan, Arya menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan inovasi merupakan hal penting yang harus dilaksanakan. Yogja tidak hanya ingin menjadi kota yang nyaman ditinggali, tetapi juga kota yang berkemajuan. Investasi dalam infrastruktur teknologi dan inovasi menjadi prioritas utama. Smart city initiative telah diluncurkan dengan pengembangan berbagai aplikasi layanan publik yang memudahkan akses informasi dan layanan bagi warga. Selain itu, inkubator bisnis dan startup semakin banyak bermunculan, memberikan ruang bagi anak muda untuk berkreasi dan berinovasi.

Sementara itu Kawier, politikus alumnus Fisipol UGM ini mengatakan bahwa Yogja ke depan bukan hanya bersih dari sampah, namun juga harus bersih dari korupsi dalam tata kelola pemerintahan. Pemerintah kota dalam melayani warganya harus dipimpin oleh seorang wali kota yang memahami dan mendasarkan pada nilai-nilai demokrasi sesuai dengan budaya masyarakat Yogja.

“Meningkatkan indeks kebahagiaan warga masyarakat merupakan salah satu upaya yang harus terus dilakukan oleh pemerintah kota Yogja,” kata Kawier.

Terkait dengan pariwisata, Kawier mengatakan Kota Yogyakarta secara fisik adalah sebuah kota tua (heritage) yang tertata apik sehingga di setiap sudut kota adalah destinasi, dan setiap peristiwa adalah atraksi.

Baca Juga:   Hasto Sebut Banyak Manuver PSI Yang Merugikan PDI Perjuangan

“Sebagai kota budaya dan tujuan wisata, semestinya masyarakat setempat menampilkan ciri-ciri sebagai wong Yogya yang ramah, humanis, jujur, disiplin, toleran, berpikiran maju dan berperilaku modern serta memanfaatkan segenap kelebihan kotanya itu,” tandasnya.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Dr. H. Sutrisno: Pengawasan Persaingan Digital Adalah Kewajiban Konstitusional
Selasa, 27 Januari 2026 | 14:46 WIB
Menghidupkan Marhenisme: Lanfang dan Monterado sebagai Warisan Geopolitik Nusantara
Selasa, 27 Januari 2026 | 11:26 WIB
DPP GMNI Desak DPR RI Segera Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Senin, 26 Januari 2026 | 23:10 WIB
Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara
Senin, 26 Januari 2026 | 22:59 WIB
Hadiri Kaderisasi GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Tengah Maraknya Hoaks
Senin, 26 Januari 2026 | 03:18 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Mari Mengenal 9 Istri Bung Karno!

Marhaenist.id - Dalam perjalanan hidupnya, Soekarno atau akrab disebut Bung Karno sering…

Pidato Bung Karno Saat Konferensi Besar GMNI di Kaliurang 17 Februari 1959

Lenyapkan Sterilitiet Dalam Gerakan Mahasiswa Pidato tertulis PJM Presiden Sukarno pada Konferensi…

Firman Tendry: Indonesia Alami State Capture, Pemberantasan Korupsi Masih Ilusi

Marhaenist.id, Jakarta — Diskusi publik bertajuk “Anomali Pemberantasan Korupsi 2025 & Harapan…

Marhaenisme: Suatu Tanya Jawab Sederhana

Marhaenist.id -Tanya jawab sederhana berikut ini penulis buat atas dasar inisiatif penulis…

Peningkatan PPN akan Menjadi Disinsentif Bagi Masyarakat Kecil

Marhaenist.id - Keputusan pemberlakuan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen…

Revisi UU Minerba, Apakah Solusi atau Musibah?

Marhaenist.id - Pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia, khususnya di sektor…

Bersikaplah Realistis dan Lihatlah ke Masa Depan, Deng Xiaoping

MARHAENIST - Sehubungan dengan pengembangan industri, perhatian utama saya adalah bagaimana bersikap…

Membelah Nasionalis, Merapikan Kekuasaan: Tangan Imanuel Cahyadi, Setneg & BIN di Balik Perpecahan GMNI?

Marhaenist.id - Perpecahan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam Kongres Bandung bukan…

Usai Biden Mundur, Kini Harris Justru Unggul Tipis Dari Donald Trump

Marhaenist - Kamala Harris nampaknya semakin pede bakal melenggang setelah hasil survei…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?