By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Paul Finsen Mayor Senator Papua Barat Daya dan Jan Prince Permata Bahas Mitigasi Bencana dan Penerapan Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas 2045

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Pertemuan satu meja Ust. Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, Anna Latuconsina, I Komang Merta Jiwa, Paul Finsen Mayor (Bung Paul), dan Dr. Habib Ali Alwi (Foto Sang)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Tangerang Selatan  – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menggelar diskusi publik bertajuk “Peran Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Menanggulangi Bencana Ekologi di Indonesia” di Hotel Aston Bintaro, Jumat (30/1/2026), mulai pukul 13.00 WIB.

Acara ini menghadirkan anggota DPD, pakar lingkungan, akademisi, dan aktivis untuk membahas strategi mitigasi bencana ekologis, koordinasi lintas lembaga pemerintah, serta peran masyarakat dalam membangun ketahanan ekologis.

Ust. Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, Anna Latuconsina, I Komang Merta Jiwa, Paul Finsen Mayor (Bung Paul), dan Dr. Habib Ali Alwi, Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, Dr. Harsanto Nursadi, Zenzi Suhadi, Dr. Sadino, Dr. (Can) Jan Prince Permata, S.P., M.Si.,

Pakar dan akademisi yang menjadi narasumber meliputi Prof. Dr. dr. Basuki Supartono (UPN Veteran Jakarta/BNPB), Dr. Harsanto Nursadi (UI), Zenzi Suhadi (mantan Direktur Eksekutif WALHI), Dr. Sadino (Universitas Al Azhar Indonesia), serta Dr. (Can) Jan Prince Permata, S.P., M.Si., pembina Yayasan Kekal Berdikari, yang akrab disapa Bung Jan.

Dalam kesempatan ini, Bung Jan menyoroti bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025 hingga awal 2026. Ia menekankan bahwa bencana di Indonesia bukan sekadar fenomena alam, melainkan dampak dari lemahnya tata kelola ruang, pengelolaan kawasan hulu yang kurang memadai, serta ekspansi perkebunan dan pertambangan yang tidak terkendali.

“Data BNPB hingga Januari 2026 mencatat sekitar 1.200 korban meninggal, lebih dari 140 hilang, dan lebih dari 113.000 warga mengungsi akibat kerusakan permukiman dan infrastruktur. Aceh menjadi wilayah terdampak paling parah, diikuti Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Di Jawa Barat dan Jawa Tengah, longsor dan banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kerugian sektor pertanian hingga miliaran rupiah. Ini bukti nyata bahwa bencana ekologis juga merupakan masalah sosial,” ungkap Bung Jan.

Baca Juga:   Gelar Pelantikan Advokat Melalui Daring, PERADI UTAMA Tegaskan Komitmen Cetak Advokat Beritegiritas

Ia menyoroti ketidakadilan ekologis (environmental injustice), di mana masyarakat miskin yang tinggal di wilayah rawan menanggung dampak paling besar. Keputusan pembangunan yang mengabaikan aspek lingkungan dan keberlanjutan meningkatkan kerentanan terhadap bencana. Bung Jan menekankan pentingnya mitigasi berbasis risiko dan partisipasi masyarakat, mencontohkan keberhasilan Jepang dan Belanda dalam mengurangi korban bencana melalui tata ruang berbasis risiko, sistem peringatan dini, dan keterlibatan warga. Di Indonesia, praktik lokal seperti sistem Subak di Bali, leuweung kolot di Banten, dan praktik smong di Simeulue terbukti efektif membangun ketahanan ekologis komunitas.

Selain Bung Jan, Senator Paul Finsen Mayor (Bung Paul) dari Provinsi Papua Barat Daya juga menjadi narasumber utama. Bung Paul menegaskan pentingnya membangun kerangka kerja strategis menuju Indonesia Emas 2045, dengan melibatkan para pakar di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta rektor perguruan tinggi.

“Poin mendasar dalam membangun dasar kerangka itu adalah mengatasi masalah pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan lingkungan. Empat pilar ini harus kuat,” ujar Bung Paul. Ia menambahkan bahwa visi besar ini sejalan dengan semangat Soekarnoisme, menekankan pentingnya mempersiapkan generasi yang tahan uji dan siap mental. “Saya optimistis tujuan Indonesia Emas 2045 akan terwujud apabila kita bersatu,” katanya.

Bung Paul juga menekankan kearifan lokal Indonesia sebagai modal penting dalam menjaga lingkungan. “Negara kita memiliki ribuan suku dan kearifan lokal yang terbukti efektif menjaga alam. Pendekatan ini harus diintegrasikan dalam kebijakan mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Diskusi publik ini menegaskan bahwa bencana di Indonesia bukan sekadar persoalan alam, melainkan masalah struktural yang berakar pada ketidakadilan ekologis. Kerentanan geografis memang tidak dapat diubah, tetapi risiko bencana dapat ditekan jika pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPD RI bersinergi melalui kebijakan berbasis risiko, edukasi komunitas, dan penegakan hukum lingkungan yang konsisten.

Baca Juga:   Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku "Bawaslu di Tengah Era Big Data"

Para narasumber dan peserta sepakat bahwa momentum ini penting untuk mendorong langkah preventif dan transformatif, agar tragedi serupa tidak terus berulang, sekaligus menjadi dasar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada rakyat.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Sabtu, 4 April 2026 | 08:53 WIB
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
Jumat, 3 April 2026 | 21:24 WIB
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Jumat, 3 April 2026 | 20:00 WIB
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Jumat, 3 April 2026 | 18:34 WIB
Foto: Sonny T Danaparamita, Anggota DPR RI (Dokpri)/MARHAENIST.
Soroti Kemacetan Ketapang, Sonny T. Danaparamita: Ini Kegagalan Manajemen Logistik
Kamis, 2 April 2026 | 11:45 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Jakarta Utara Memerah, Ribuan Warga Turun Jelang Debat Terakhir dan Pesta Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta - Jelang debat pamungkas calon Presiden RI Ganjar Pranowo menyapa…

Peringati Hari Buruh Internasional, GMNI Kendari: Pemda Sultra Harus Memberikan Perlindungan Penuh terhadap Hak Buruh

Marhaenist.id, Kendari -Dewan pimpinan cabang (DPC) Gerakan mahasiswa Nasional indonesia (GMNI) Kota Kendari…

Menteri ATR/BPN Temui Warga Kebon Sayur Setelah Didesak Massa Aksi untuk Tuntaskan Konflik Sengketa Lahan 

Marhaenist.id, Jakarta — Setelah didesak oleh warga, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala…

Dilanda Bencana Alam, GMNI Touna Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Gempa Poso

Marhaenist.id, Touna - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tojo Una-Una (Touna) melakukan…

Jaga Demokrasi, Ribuan Alumni Perguruan Tinggi se-Jawa Barat Deklarasi Dukung Ganjar

Marhaenist.id, Jakarta - Ribuan alumni perguruan tinggi se-Jawa Barat mendeklarasikan diri untuk…

GMNI Jaktim Tanyakan Kemana Pemangkasan Alokasi Dana Pendidikan dan Tuntut Percepatan Pengesahan RUU PRT

Marhaenist.id, Jakarta - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur Jaktim mengkritik…

Netral, DPC PA GMNI Solo Larang Anggota Hadiri Deklarasi Dukungan Capres-Cawapres

Marhaenist - Ketua DPC Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI)…

Gelar Dialog Nasional, Alumni GMNI: Etika Bernegara Pancasila Untuk Menegakkan Supremasi Sipil

Marhaenist.id, Jakarta – Bangsa ini semakin terus mengalami defisit demokrasi, untuk itu…

Pemerintah Lewat Danantara Tunjuk BUMN PT Berdikari Bangun Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Alumni GMNI UB: Negara Hadir Jaga Harga Peternak

Marhaenist.id, Malang - Pemerintah melalui Danantara memulai groundbreaking proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?