By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Obituari Faisal Basri, Ekonom Kritis Yang Selalu Berjarak Dengan Kekuasaan

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Kamis, 5 September 2024 | 12:07 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Ekonom senior Faisal Basri. FILE/IST. Photo
Bagikan

MARHAENIST – Ekonom senior Faisal Basri meninggal dunia pada dini hari ini pukul 03.50 WIB, Kamis (05/09/2024) di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan. Pria yang juga merupakan salah satu pendiri lembaga riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini wafat pada usia 65 tahun.

“Innalillahi wa innailaihi rodji’un. Telah berpulang ke rahmatullah hari ini Kamis, 5 September 2024, pukul 03.50 WIB di RS Mayapada, Kuningan, Jakarta, suami, ayah, anak, abang, adik, uwak, mamak, kami tersayang, Bapak Faisal Basri bin Hasan Basri Batubara pada usia 65 tahun,” berikut kabar yang beredar luas di sejumlah WA group dan media sosial.

“Mohon doanya semoga Rahimahullah diberikan tempat terbaik Jannatul Firdaus, diampuni segala khilafnya, dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan,” lanjut kabar tersebut.

Jenazah Faisal Basri rencananya akan berada di rumah duka di Komplek Gudang Peluru Blok A 60 Jakarta Selatan.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menilai Faisal Basri merupakan ekonom senior dengan analisis yang tajam dan kritis. Esther mengaku mengenal almarhum ketika kuliah perekonomian Indonesia saat studi Magister Ilmu Ekonoomi di Universitas Indonesia.

“Bagi saya, Bang Faisal Basri bukan hanya founder INDEF, tetapi juga sebagai bapak dan senior yang selalu memberi bimbingan kepada kami. Pendiriannya teguh dan jujur serta analisis yang kritis dan tajam tidak hanya menginspirasi kami, tapi juga membuka wacana pemikiran publik,” tutur Esther, Kamis (05/09/2024).

Dalam kesempatan berbeda, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual mengatakan dia pernah menjadi murid almarhum Faisal Basri untuk dua mata kuliah, yakni ekonomi pembangunan dan ekonomi politik.

Baca Juga:   PB Jakarta Bangun Koperasi 'Bottom Up'

“Ketika saya menjadi mahasiswa, beliau terbuka berdiskusi dengan berbagai kalangan dan orangnya sederhana sekali. Sering hanya pakai tas ransel dan sandal gunung saja kemana-mana,” kata David.

Waktu berlalu, hingga akhirnya David sering berada satu panggung dengan sang guru di berbagai acara seminar ekonomi.

“Memang sejak jadi dosen saya tahun 1993, beliau konsisten menyuarakan kritik-kritik tajam tapi membangun dengan data-data yang reliable untuk kemajuan bangsa,” ujar David.

Almarhum Faisal Basri lahir di Bandung pada 6 November 1959 tersebut meraih gelar sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) pada 1985 dan melanjutkan studinya dengan meraih gelar Master of Arts bidang ekonomi di Vanderbilt University Amerika Serikat (AS) pada 1988.

Selain masih aktif sebagai ekonom, Faisal merupakan seorang dosen senior di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) dan Kepala Dewan Penasehat Indonesia Research & Strategic Analysis (IRSA).

Karirnya sebagai pengajar dimulai saat mengajar di FEB UI untuk mata kuliah Ekonomi Politik, Ekonomi Internasional, Ekonomi Pembangunan, dan Sejarah Pemikiran Ekonomi sejak 1981.

Faisal juga mengajar di program Magister Akuntansi (Maksi), Program Magister Manajemen (MM), Program Magister Perencanaan dan Kebijakan Pembangunan (MPKP), dan Program Pascasarjana UI sejak 1988.

Setelah itu, Faisal Basri sempat menjadi Ketua Jurusan Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UI pada 1995-1998, serta menjadi ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Perbanas Jakarta di tahun 1999-2003.

Faisal Basri juga pernah menjadi tim perkembangan perekonomian dunia pada Asisten II Menteri Koordinator Bidang EKUIN (kini Menko Perekonomian) pada tahun 1985-1987 dan anggota tim Asistensi Ekuin Presiden RI pada tahun 2000.

Di luar dunia ekonomi, Faisal Basri diketahui juga merupakan salah satu pendiri Majelis Amanah Rakyat (MARA) yang merupakan cikal bakal Partai Amanat Nasional (PAN). Dia menjadi Sekjen PAN di era reformasi periode 1998–1999.

Baca Juga:   PBNU Akan Berikan Sanksi Pada 5 Nahdliyin Yang Temui Presiden Israel

Pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012. Faisal saat itu bersama Biem Benyamin, mencalonkan diri sebagai calon Gubernur dan calon wakil Gubernur DKI dari jalur independen, Faisal juga menjadi salah satu penasehat di Barisan Nasionalis, yaitu perkumpulan yang terdiri dari berbagai organisasi nasionalis, dan kerap mengkritik serta menentang kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, dan hanya menguntungkan para pemegang jabatan di pemerintahan saja.

Tak cuma lantang dalam vokal, Faisal Basri kerap menuangkan pandangan, pemikiran, hasil penelitian, dan analisis terkait perekonomian dalam berbagai jurnal ilmiah, makalah, dan buku-buku yang telah dipublikasikan.

Pria berdarah Mandailing Natal ini pernah meraih penghargaan sebagai Pejuang Anti Korupsi pada 2003. Sosok yang kerap mengkritik keras pemerintah membuatnya terus berjarak dengan kekuasaan. Kritik yang pernah menjadi perhatian publik adalah ketika dia mengatakan utang kereta cepat WHOOSH tidak akan lunas hingga kiamat.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Mao Zedong, Beberapa Masalah Mengenai Metode Memimpin

Marhaenist.id - Mao Zedong adalah mantan pemimpin Republik Rakyat China atau disingkat RRC.…

Didingklik: Wajah Baru Layanan Digital bagi Pelayanan Publik dan Tata Kelola Daerah di Pandeglang

Marhaenist id - Pandeglang terus berbenah dalam meningkatkan kualitas tata kelola daerah,…

Sivitas Akademika Unair Kritik Demokrasi Era Jokowi: Pelemahan, Intervensi, dan Ketidakadilan

Marhaenist.id, Surabaya - Sivitas Akademika Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melontarkan kritik pedas…

Revolusi Energi: Bongkar Mafia BBM, Tindak Tegas Pengkhianat Rakyat!

Marhaenist.id -Ditengah penderitaan rakyat akibat melonjaknya biaya hidup, mafia energi terus menghisap…

Jika atas Dasar Cinta, Permata Indonesia Tantang Walikota Kendari Permanenkan Penghentian Proyek KOPPERSON di Tapak Kuda

Marhaenist.id, Kendari — Pemerhati Mafia Tanah (Permata):Indonesia menantang Walikota Kendari Siska Imbran…

Terpilih dalam Konfercab V, Aji Darmawan-Diman Safaat Resmi Pimpin DPC GMNI Kendari Periode 2025–2027

Marhaenist.id, Kendari - Aji Darmawan dan Diman Safaat resmi terpilih secara sah…

Pernyataan Sikap Politik Konsolidasi Barisan Nasionalis

___________________________________________________ Terdiri dari perwakilan 27 organisasi dan para tokoh kaum Nasionalis BK.…

Hadirkan 3 Ketum, DPC GMNI Jaktim akan Gelar Dialog Marhaenis dan Pelantikan Pengurus Baru Periode 2025–2027

Marhaenist.id, Jaktim — Dengan semangat Trisakti Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC)…

Hadiri Sidang Palti Hutabarat, Ganjar: Ini Soal Persaudaraan dan Kemanusiaan

Marhaenist - Mantan Capres dan politisi PDIP, Ganjar Pranowo hadir langsung dalam…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?