By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Minim Subtansi, Maha Sakti Esa Jaya: Debat Pilkada Penajam Paser Utara Jadi Ajang Jual Program

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 1 November 2024 | 18:23 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Maha Sakti Esa Jaya, Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara – Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Maha Sakti Esa Jaya mengkritik pelaksanaan debat Calon Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara sebagai ruang dialektika yang dianggapnya minim Pertarungan Gagasan.

Dirinya mengkritik keempat pasangan Calon Bupati Penajam Paser Utara yang hanya sebatas menawarkan pesan-pesan normatif dan kurang interaktif yang tidak memberikan pandangan berbasis data dan riset terkait dengan isu-isu sosial dalam masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara sehingga sebagian warga dan pemuda mempertanyakan makna debat.

“Tadi malam kita sudah melihat debatnya. Dan hasilnya setiap kandidat hanya membicarakan persoalan PPU sebatas tekstual Visi-Misi-nya yang minim pada pertarungan gagasan. Mestinya debat tadi malam masyarakat dapat disajikan kontekstual persamalahan sebagai ukuran yang jelas akan masing-masing potensi program dari setiap Kandidat,” katanya, Jumat (1/11/2024).

Maha sapaan akrabnya, menilai keempat pasangan memiliki visi misi yang cukup menarik, dan potensi yang sangat baik apabila diulas secara lebih mendalam terkhususnya dalam soal pembangunan, birokrasi dan lingkungan hidup.

“Akan tetapi, kami sangat menyayangkan ruang dialektika semalam hanya di jadikan ajang untuk jual-jual program kerja tanpa ada ulasan yang lebih spesifik dan ukuran yang jelas,” sambung Maha.

Ia juga mengkritik panggung debat pada Pilkada Kabupaten Penajam Paser Utara yang bersifat normatif dan tidak memenuhi syarat dari kualitas debat Pilkada.

“Pangung debat yang dipergunakan dan dipilih oleh KPU untuk depat kandidat Pasangan Calon Bupati Penajam Paser Utara tidak memenuhi standar dan kualitas debat Pilkada,” lanjut Maha.

Ia juga sangat menyayangkan tidak adanya dialog yang interaktif dalam ruang komunikasi politik sebagai penggambaran dari debat gagasan. Hal itu juga menguatkan pandangan tentang keterbatasan debat yang dibuatnya hanya sekadar formalitas.

Baca Juga:   Menapaki Jalan Persatuan: Rekonsiliasi Menjadi Konsekuensi Logis dari Perpecahan GMNI

“Debat di Indonesia ini memang masih bersifat formalitas, sehingga jarang dipergunakan untuk menggali potensi dan mengadu gagasan.” lanjut Maha lagi.

Ia juga sangat menyayangkan 2 momen debat pada sesi akhir yang tidak dipergunakan sebaik mungkin untuk mengupas kasus atau persoalan sosial untuk dibedah secara tajam.

“Tadi malam kita bisa lihat, dari beragam persoalan yang ada di PPU hanya Korupsi (Birokrasi) yang hanya disentuh dalam debat. Ini menimbulkan tanya di kelompok kaum muda akan keseriusan calon pemimpin dalam melihat persoalan isu-isu strategis di wilayah Penajam Paser Utara,” tandas Maha.

Diketahui, Pilkada Kabupaten Penajam Paser Utara diikuti empat pasangan, meliputi Pasangan Mudyat Noor-Abdul Waris Muin, Desmon Hariman Sormin-Naspi Arsyad, Hamdan Pongrewa-Ahmad Basir, dan Andi Harahap-Dayang Donna Faroek.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Gemini Club Prediksikan Ganjar-Mahfud Akan Menang Tipis Pada Pilpres 2024

Marhaenist.id, Jakarta - Debat capres-cawapres dinilai bisa berpengaruh secara signifikan terhadap elektabilitas…

Soroti Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Pasar, GMNI Mamasa Desak Kejati Sulbar Segera Tetapkan Tersangkanya

Marhaenist.id, Mamasa - Terkait dengan kasus korupsi pembebasan lahan Pasar Mamasa, pihak…

Usai CFD, Ganjar dan Istri Ngemie Ayam Bareng Warga Di Trotoar Sudirman

Marhaenist.id, Jakarta - Ganjar Pranowo bersama istri, Siti Atikoh menikmati mie ayam di…

Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Wacana tentang kekuasaan totaliter secara tradisional didominasi oleh visi…

Sarinah dan Cita-Cita Kesetaraan: Perempuan dalam Bingkai Nasionalisme

Marhaenist id - Hari Perempuan Internasional yang setiap tahunnya diperingati tanggal 8…

Jelang Pemilu 2024, DPD GMNI Sultra Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu Damai dan Tolak Politik Uang

Marhaenist.id, Kendari - Jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2024, Dewan…

Menimbang Arah Indonesia dari Cermin Sejarah

Marhaenist.id - “Sejarah berulang,” begitulah teori klasik yang mengonfirmasi bacaan kita tentang…

Pemimpin Baru Yogya Harus Bisa Wujudkan Kota Yang Bersih, Berbudaya, Bermartabat dan Berkemajuan

Marhaenist.id, Yogyakarta - Lima tahun ke depan, Yogyakarta akan menjadi kota yang…

Cak Imin Doakan Puan Jadi Presiden, Puan Doakan Cak Imin Jadi Wapres

Marhaenist - Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?