By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Menuju Jalan Rekonsoliasi Nasional, Ketum Terpilih Kongres GMNI Bandung dan Kubu Arjuna – Dendy Sepakat Menyulam Persatuan

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 11 Agustus 2025 | 07:57 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Sujahri Somar ditemani Yakobus Apri Amfotis, nampak duduk satu meja dengan M Ageng Dendy Setiawan sebagai Sekjend DPP GMNI kubu Arjuna–Dendy. Ini menjadi langkah awal untuk merajut kembali benang persatuan yang sempat terurai perbedaan yang terjadi sejak Kongres Ambon 2019 lalu/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Di tengah riuh dinamika pasca Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke XXII di Bandung Kubu Imanuel – Sujarhi, yang dimenangkan oleh Sujarhi Somar-Amir Mahfut, terjadi sebuah pertemuan antara pimpinan GMNI yang menjadi titik terang adanya persatuan ditubuh GMNI.

Pertemuan tersebut dilakukan oleh Sujarhi Somar sebagai Ketua Umum DPP GMNI yang terpilih di Kongres GMNI ke XXII bersama Pimpinan DPP GMNI Kubu Arjuna – Dendy di Al-Jazeera Lounge sekitaran Cikini Jakarta, Minggu (10/8/2025).

Sujahri Somar ditemani Yakobus Apri Amfotis, nampak duduk satu meja dengan M Ageng Dendy Setiawan sebagai Sekjend DPP GMNI kubu Arjuna–Dendy yang menjadi langkah awal untuk merajut kembali benang persatuan yang sempat terurai perbedaan yang terjadi sejak Kongres Ambon 2019 lalu.

Pertemuan berlangsung di sebuah ruang sederhana namun hangat, dengan suasana yang jauh dari kesan kaku. Tidak ada podium, tidak ada jarak yang memisahkan—hanya lingkar diskusi yang merefleksikan semangat egaliter yang menjadi napas perjuangan GMNI sejak kelahirannya.

Dalam lertemuan tersebut, Sujahri Somar menekankan bahwa GMNI sebagai organisasi kader ideologis yang lahir dari rahim sejarah perjuangan bangsa, tidak boleh terjebak dalam polarisasi yang melemahkan daya juang.

“Kita tidak boleh terjebak dalam polarisasi yang melemahkan perjuangan. Dari itu, perbedaan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai menjadi jurang pemisah. Kita punya cita-cita yang sama: membumikan ajaran Marhaenisme dan mengabdi pada rakyat,” ujar Pemuda asal Kota Ambon itu yang biasa dipanggil Sujarhi.

Sementara itu, M Ageng Dendy Setiawan menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar basa-basi politik, melainkan bagian dari ikhtiar serius untuk memastikan GMNI tetap satu rumah, satu cita, dan satu garis perjuangan.

Baca Juga:   Refleksi Hari Jadi Kabupaten Rohul Ke-26 Tahun, GMNI: Momentum Evaluasi Pembangunan dan Penguatan Nasionalisme Kerakyatan

”ini adalah bagian dari ikhtiar untuk memastikan GMNI tetap satu rumah, satu cita, dan satu garis perjuangan. Dari itu, kita ingin generasi setelah kita mengingat bahwa pada masa penuh tantangan ini, para pemimpinnya memilih untuk bersatu, bukan saling menjatuhkan,” tegas Dendy sapaan akrabnya dalam.pertemuan itu.

Disisi lain, Yakobus Apri Amfotis yang juga merupakan Ketua DPC GMNI Kefamenanu menyebut bahwa momen ini sebagai awal dari babak baru bagi GMNI menuju jalan persatuan dimana ego personal dikalahkan oleh kepentingan kolektif.

“ini adalah babak baru jalan menuju persatuan. Dulu GMNI lahir di tengah badai politik nasional, dan mampu bertahan karena para pendahulunya memilih merangkul. Sejarah itu harus kita ulangi hari ini,” tuturnya dengan nada optimis akan persatuan.

Dalam pertemuan tersebut, secara garis besar membahas beberapa agenda krusial diantaranya sebagai berikut: (1) Penyatuan agenda organisasi pasca-kongres kubu Imanuel-Sujarhi di Bandung , (2) Konsolidasi struktural agar tidak ada dualisme kepemimpinan, serta (3) Pembentukan forum bersama untuk merumuskan langkah strategis dalam menghadapi situasi sosial-politik nasional.

Menutup pertemuan itu, kedua belah pihak bersepakat untuk melanjutkan dialog dalam forum-forum lanjutan yang melibatkan seluruh elemen organisasi di kedua kubu.

Meskipun tidak semua perbedaan langsung terhapus dalam satu pertemuan, tetapi gesture saling mendengar dan menghargai menjadi sinyal kuat bahwa pintu persatuan sangat terbuka lebar.

Meskipun pula tak ada perjanjian tertulis yang diteken hari itu, tetapi pertemuan itu meninggalkan kesan mendalam: jabat tangan hangat diakhir pertemuan, yang seakan menjadi simbol bahwa GMNI tetaplah menjadi rumah besar bersama tanpa terkecuali.

Langkah ini menjadi pengingat bahwa persatuan bukanlah hadiah yang datang tiba-tiba, melainkan tenunan yang harus disulam bersama, benang demi benang, dengan kesabaran, kejujuran, dan komitmen perjuangan yang tidak dilandasi ego (Sentris, Sektoral, maupun Politik).***

Baca Juga:   Kembali Turun ke Jalan, GMNI Hadang Pengesahan RUU TNI

Penulis: Bung Raden Hernawan/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Urgensi Kawal Pususan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan Nomor 70/PUU-XXII/2024 dalam Penyelenggaraan Pilkada 2024

Marhaenist.id - Pada tanggal 22-23 Agustus 2024, demonstrasi massal di depan gedung…

Menjadi Negeri Para Jenderal, Firman Tendry Masengi Kritik Dominasi Militer dalam Ruang Publik dan Politik Nasional

Marhaenist.id, Jakarta - Advokat sekaligus alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Firman…

Sepakbola Indonesia di selimuti awan hitam menyusul tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (01/10/2022) malam WIB. FILE/Ist. Photo

Tragedi Kanjuruhan, GBN Desak Jokowi Segera Mereformasi Polri

Marhaenist - Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) turut berbelasungkawa sekaligus menyatakan prihatin, atas…

Lawan Pengkhianatan Terhadap Konstitusi Oleh Penguasa Yang Merusak Keluhuran Pilkada 2024

Marhaenist.id - Indonesia adalah negara hukum yang demokratis, hal tersebut merupakan amanat…

Integritas vs Manipulasi: Tantangan Lembaga Survei Dalam Pemilihan Kepala Daerah

Marhaenist.id –Lembaga survei memiliki peran penting dalam proses pemilihan calon kepala daerah. Mereka…

Refleksi 17 Agustus 1945: Menuju Kemerdekaan RI, Mengenang Peristiwa Rengasdengklok

Marhaenist.id - Pada 15 Agustus 1945, sekitar pukul 19.00, pertemuan dengan berbagai…

Koalisi Mahasiswa Balikpapan: HUT RI dan IKN Untuk Siapa?

Marhaenist.id - Konflik agraria telah menjadi permasalahan mendalam yang menghantui tanah air…

DPC GMNI Binjai Apresiasi Langkah Kapolres dalam Upaya Menjaga Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan

Marhaenist.id, Binjai - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPK GMNI FAPERTASAINSTEK UNARS Situbondo Kritisi Penulisan Ulang Sejarah: ‘Siapa yang Mengontrol Narasi, Mengontrol Ingatan Kolektif?’

Marhaenist.id, Situbondo : Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?