By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Indonesiana

Lagi Viral, Tren Pengibaran Bendera One Piece adalah Simbol Keresahan Rakyat terdahap Pemerintah

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 2 Agustus 2025 | 22:30 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Bendera One Piece/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, media sosial diramaikan oleh fenomena unik karena warga di berbagai daerah mengibarkan bendera bajak laut Topi Jerami dari serial One Piece di halaman rumah, gang kecil, hingga jalan protokol.

Tren ini menuai pro dan kontra di kalangan publik. Sebagian menilai pengibaran bendera Jolly Roger ala Luffy dan kawan-kawan ini sebagai bentuk ekspresi kebebasan generasi muda yang tumbuh bersama budaya pop Jepang.

Bendera kru Topi Jerami di serial One Piece sendiri adalah simbol solidaritas, kebebasan, dan pemberontakan terhadap kekuasaan yang menindas.

Hal ini membuatnya mudah dikaitkan dengan semangat perlawanan yang dirasakan oleh sebagian anak muda di Indonesia.

Alih-alih simbol formal, mereka memilih narasi dan simbol yang lebih dekat dengan kehidupan dan imajinasi mereka sehari-hari.

Namun, aparat dan pemerintah mengimbau agar pengibaran bendera selain Merah Putih tidak dilakukan sembarangan, terutama jika ditempatkan sejajar atau lebih tinggi dari simbol negara.

Fenomena bendera One Piece di Indonesia mengilustrasikan bagaimana budaya pop dapat menjadi sarana alternatif dalam mengekspresikan keresahan publik.

Kini pengibaran bendera One Piece ramai dikibarkan di berbagai daerah, dari kendaraan umum, rumah-rumah, hingga ruang publik.

Meskipun pengibaran bendera nasional (Merah Putih) tetap menjadi simbol utama persatuan dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa, gelombang ekspresi ini memperlihatkan adanya jarak antara harapan masyarakat dengan realitas kebijakan yang sedang berjalan.

Banyak yang menyebut aksi ini sebagai bentuk kritik kreatif, ekspresi keresahan terhadap kondisi sosial dan politik, hingga simbol alternatif bagi mereka yang merindukan makna kemerdekaan yang lebih luas dan nyata dalam kehidupan.

Uniknya, banyak warga yang mengibaran bendera ini berdampingan dengan bendera Merah Putih, seolah menyandingkan semangat persahabatan, perlawanan, dan kebebasan khas dunia One Piece dengan semangat perjuangan dan nasionalisme Indonesia.

Baca Juga:   Mahfud MD Resmi Mundur dari Jabatannya Sebagai Menko Polhukam di Kabinet Jokowi

Dalam serialnya, bendera ini menjadi simbol utama yang menandakan keberanian, perlawanan terhadap ketidakadilan, cita-cita besar, serta semangat persahabatan dan kebebasan.

Bagi penggemarnya di Indonesia, mengibarkan bendera ini menjelang hari kemerdekaan bukanlah sekadar gaya-gayaan, namun juga ekspresi kritik sosial dan sindiran terhadap kondisi bangsa yang dirasa makin jauh dari idealisme kemerdekaan.

Banyak warganet dan masyarakat melihat pengibaran bendera ini sebagai bentuk jeritan dan perlawanan rakyat kecil yang merasa terpinggirkan oleh kebijakan pemerintah.

Melalui simbol bajak laut ini, mereka ingin mengingatkan bahwa perjuangan akan kebebasan dan keadilan masih menjadi mimpi besar yang belum sepenuhnya terwujud bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bahkan, ada yang menilai tindakan ini sebagai media satir atas situasi sosial-politik yang dilakukan pemerintah Indonesis yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat kecil atau dengan kata lain menyengsarakan rakyat kecil.

Pengibaran Bendera One Piece adalah simbol keresahan rakyat kepada kebijakan pemerintah yang belum bisa mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.***


Tulisan ini dirangkum dari berbagai sumber oleh Redaksi Marhaenist.id.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Tantangan dan Potensi Peternakan Berkelanjutan di Masa Depan

Marhaenist.id - Pada tahun 2050, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai sembilan miliar jiwa.…

Sikap GMNI Bandung: Bandung Bukan Arena Konsolidasi Patologi, Tetapi Historis Manifestasi Persatuan Ideologi

Marhaenist.id - Di Bandung, Soekamo tak hanya belajar menuntut ilmu, melainkan membangun…

Kedaulatan Negara Dalam Bayang-Bayang Amerika: Berkaca dari Kasus Penangkapan Presiden Venezuela

Marhaenist.id - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan elite Amerika Serikat…

Todung Mulya Lubis: MK Paling Berwenang Melakukan Diskualifikasi Paslon

Jakarta, Marhaenist.id - Tim Hukum Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 3, Ganjar…

Khitan Massal Bapak H. Abidin Fikri DPR RI Masih Dibuka, 135 Anak Telah Terdaftar

Marhaenist.id, Tuban — Kegiatan Khitan Massal yang diselenggarakan oleh Bapak H. Abidin…

Gelar PPAB, GMNI Morowali Lahirkan 13 Generasi Baru Pejuang Marhaenis yang Siap Mengabdi untuk Rakyat

Marhaenist.id, Morowali - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Survei Negara Paling Bahagia dan Paradoks Indonesia

Marhaenist.id - besar manusia Indonesia di panggung global hari ini terperangkap dalam…

Tigalisme, Klimaks Kehancuran GMNI: Persatuan???

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), sebagai organisasi kader yang lahir…

Aksi Turun Gunung SBY Melawan Oligarki Rezim, Berhasilkah?

Marhaenist - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melemparkan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?