By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Konflik Politik di Buton Selatan Memanas: Bupati dan Wakilnya Saling Lapor, GMNI Kritik Ketidakdewasaan Kepemimpinan Daerah

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 20 November 2025 | 02:47 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
La Ode Ahmad Faisal, Ketua DPC GMNI Baubau/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Buton Selatan –Ketegangan politis semakin tajam di Kabupaten Buton Selatan (Busel) menyusul laporan-laporan yang dilayangkan antar elit pemerintahan.

Konflik ini kemudian ditanggapi oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Baubau, yang menyebut perselisihan tersebut sebagai wujud ketidakdewasaan pemimpin daerah, Rabu (21/11/2025).

Latar Belakang Pemilihan dan Sengketa

Ketegangan ini bermula dari dinamika pasca-Pilkada 2024. Empat pasangan calon sebelumnya telah mendaftar ke KPU Busel, dengan pasangan Muhammad Adios – La Ode Risawal ditetapkan sebagai pemenang melalui rekapitulasi resmi.

Namun, proses pemilihan diwarnai tudingan politik uang dari Paslon Nomor 4 (Hardodi – La Ode Amiruddin) yang menyebut adanya praktik money politic secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Mahkamah Konstitusi pada akhirnya menolak permohonan sengketa hasil pemilihan dengan alasan melewati tenggat waktu.

Laporan Saling Serang di Pemerintahan Daerah

Setelah berkuasa, hubungan antara Bupati Busel, Muhammad Adios, dan Wakil Bupati La Ode Risawal diduga mengalami retak. Laporan dugaan penyalahgunaan wewenang kini mencuat:

1. Laporan terhadap Wakil Bupati:

Barisan Pemuda Buton Selatan melaporkan Wakil Bupati ke Kejaksaan Negeri atas dugaan penyimpangan anggaran pada perjalanan dinas.

Mereka menuding bahwa perjalanan dinas Wakil Bupati berlangsung dengan anggaran besar, namun tidak ada pertanggungjawaban publik maupun internal pemerintahan. Laporan tersebut diserahkan melalui aksi demonstrasi ke Kejari Buton pada awal November 2025. kilasbalik.id

2. Laporan terhadap Bupati:

Sementara itu, Aliansi Masyarakat Barakati di Buton Selatan melaporkan Bupati Muhammad Adios ke Kejaksaan Negeri atas dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurut aliansi ini, ada ketidakwajaran dalam pengelolaan anggaran proyek dan kebijakan anggaran yang tidak transparan. Kendari Kita

Kedua laporan ini sejatinya mencerminkan konflik internal elite daerah, bukan hanya pertikaian antar kelompok masyarakat biasa.

Baca Juga:   Tanggapi Isu-Isu Liar Mengenai Konflik Internal, DPC GMNI Kota Gorontalo: Proses Hukum Masih Berjalan

Respons dari GMNI

Organisasi mahasiswa GMNI — yang dikenal aktif dalam mengawasi dinamika politik lokal — ikut memberi respons keras terhadap konflik tersebut.

Menurut Ketua DPC GMNI Kota Baubau selaku Putra Daerah Buton Selatan, La Ode Ahmad Faisal melihat seri tindakan saling laporan sebagai indikasi kegagalan kepemimpinan:

1. Mereka menilai pemimpin daerah seharusnya menggunakan jalur mediasi internal sebelum membawa persoalan ke jalur hukum.

2. Tindakan publik seperti demonstrasi, laporan pidana, dan tudingan korupsi antar pemimpin puncak pemerintah, menurut GMNI, memperlihatkan bahwa prioritas kekuasaan lebih besar daripada pelayanan publik.

4. GMNI menyerukan agar Bupati dan Wakil Bupati menahan diri dari eskalasi konflik dan segera membuka dialog untuk menyelesaikan masalah tanpa merusak citra pemerintahan dan menimbulkan ketidakstabilan di masyarakat.

Potensi Dampak bagi Pemerintahan Daerah

Konflik ini berisiko menimbulkan beberapa dampak negatif:

1. Gangguan Tata Kelola: Jika konflik terus memanas, kinerja pemerintahan bisa terganggu. Fokus pada pelaporan mungkin mengalihkan perhatian dari program pembangunan dan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat.

2. Kepercayaan Publik Menurun: Penduduk Buton Selatan bisa kehilangan kepercayaan pada pemimpinnya jika terus menyaksikan pertikaian kekuasaan alih-alih kerja sama pembangunan.

3. Pengawasan Hukum dan Transparansi: Laporan ke kejaksaan membuka peluang proses hukum, yang bisa memunculkan audit anggaran, investigasi, dan bahkan potensi sanksi jika dugaan benar. Ini bisa menjadi pisau bermata dua: memperkuat akuntabilitas, tetapi juga menciptakan polarisasi politik.

Analisis Politik dari GMNI

1. Friksi internal elite: Konflik ini bisa jadi mencerminkan adanya ketegangan yang lebih dalam antara kubu Bupati dan Wakil Bupati — mungkin karena perbedaan visi, kepentingan proyek, atau distribusi kekuasaan.

2. Peran masyarakat sipil: Organisasi pemuda seperti BPBS dan mahasiswa GMNI mengambil peran pengawas dan kontrol sosial. Ini menunjukkan bahwa di Busel saat ini, rakyat dan kaum muda siap untuk menuntut transparansi dan akuntabilitas.

Baca Juga:   DPP GMNI Audiensi dengan Kementerian UMKM, Dorong Inkubator Bisnis dan Penguatan Ekosistem Wirausaha

3. Risiko stabilitas demokrasi lokal: Jika konflik tak dikelola dengan baik, bisa melemahkan institut demokrasi lokal. Namun, jika diselesaikan melalui dialog dan hukum, ini bisa menjadi contoh positif bahwa demokrasi lokal bisa mempergunakan mekanisme checks & balances.

Kesimpulan dan Seruan GMNI

1. Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan perlu menanggapi laporan saling serang ini dengan serius, tetapi juga dewasa dengan membuka ruang dialog.

2. GMNI dan kelompok pemuda lainnya bisa menjadi mediator moral: menekan agar konflik tidak melebar dan agar tanggung jawab pemerintah tetap pada pembangunan, bukan drama politik.

3. Penegak hukum (Kejari) harus memeriksa laporan-laporan dengan transparan dan adil, tanpa pandang bulu, agar kepercayaan publik tidak semakin terkikis.

4. Masyarakat umum harus diajak terlibat dalam pemantauan anggaran dan kebijakan supaya konflik semacam ini tidak melemahkan pelayanan dasar dan aspirasi pembangunan.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Proyek Pembangunan Daerah dan Kewenangan Eksekutif Tanpa Persetujuan DPRD

Marhaenist.id - Dalam sistem pemerintahan daerah di Indonesia, hubungan antara kepala daerah…

Diduga Kuat Dikriminalisasi, Inilah Kejanggalan Kasus Hukum Ibu Guru Supriyani!

Marhaenist.id - Kasus dugaan kriminalisasi seorang guru honorer di Kecamatan Baito sontak…

Refleksi Juni, DPK GMNI FISIP UHO Kendari Buka Mimbar Bebas Kenang Perjuangan Sukarno

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Arief Hidayat: Hakim Konstitusi Harus Bertransformasi Menjadi Negarawan, Bukan Lagi Politisi

Marhaenist.id, Jakarta — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Arief Hidayat, menegaskan bahwa…

Bentuk Komite, Prancis dan Palestina Perkokoh Negara Palestina

Marhaenist.id, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron, Selasa, mengumumkan pembentukan komite bersama Prancis–Palestina…

Republik Pengantar Paket

Marhaenist.id - Sekarang marilah kita menyulam kembali ingatan kita tentang pengalaman pahit…

6 Tahun Menghilang, Pengamat Curigai adanya Sosok di Balik Layar Harun Masiku

Marharnist.id, Jakarta — Belum tertangkapnya Harun Masiku yang masuk dalam daftar pencarian…

Cegah Provokasi dan Anarkisme, GSNI Surabaya Tegaskan Komitmen Gerakan Damai

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Kota…

Tragedi Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok: Luka Mendalam dan Evaluasi Total!

Marhaenist.id - Kecelakaan maut bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?