By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Konflik Politik di Buton Selatan Memanas: Bupati dan Wakilnya Saling Lapor, GMNI Kritik Ketidakdewasaan Kepemimpinan Daerah

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 20 November 2025 | 02:47 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
La Ode Ahmad Faisal, Ketua DPC GMNI Baubau/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Buton Selatan –Ketegangan politis semakin tajam di Kabupaten Buton Selatan (Busel) menyusul laporan-laporan yang dilayangkan antar elit pemerintahan.

Konflik ini kemudian ditanggapi oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Baubau, yang menyebut perselisihan tersebut sebagai wujud ketidakdewasaan pemimpin daerah, Rabu (21/11/2025).

Latar Belakang Pemilihan dan Sengketa

Ketegangan ini bermula dari dinamika pasca-Pilkada 2024. Empat pasangan calon sebelumnya telah mendaftar ke KPU Busel, dengan pasangan Muhammad Adios – La Ode Risawal ditetapkan sebagai pemenang melalui rekapitulasi resmi.

Namun, proses pemilihan diwarnai tudingan politik uang dari Paslon Nomor 4 (Hardodi – La Ode Amiruddin) yang menyebut adanya praktik money politic secara terstruktur, sistematis, dan masif.

Mahkamah Konstitusi pada akhirnya menolak permohonan sengketa hasil pemilihan dengan alasan melewati tenggat waktu.

Laporan Saling Serang di Pemerintahan Daerah

Setelah berkuasa, hubungan antara Bupati Busel, Muhammad Adios, dan Wakil Bupati La Ode Risawal diduga mengalami retak. Laporan dugaan penyalahgunaan wewenang kini mencuat:

1. Laporan terhadap Wakil Bupati:

Barisan Pemuda Buton Selatan melaporkan Wakil Bupati ke Kejaksaan Negeri atas dugaan penyimpangan anggaran pada perjalanan dinas.

Mereka menuding bahwa perjalanan dinas Wakil Bupati berlangsung dengan anggaran besar, namun tidak ada pertanggungjawaban publik maupun internal pemerintahan. Laporan tersebut diserahkan melalui aksi demonstrasi ke Kejari Buton pada awal November 2025. kilasbalik.id

2. Laporan terhadap Bupati:

Sementara itu, Aliansi Masyarakat Barakati di Buton Selatan melaporkan Bupati Muhammad Adios ke Kejaksaan Negeri atas dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurut aliansi ini, ada ketidakwajaran dalam pengelolaan anggaran proyek dan kebijakan anggaran yang tidak transparan. Kendari Kita

Kedua laporan ini sejatinya mencerminkan konflik internal elite daerah, bukan hanya pertikaian antar kelompok masyarakat biasa.

Baca Juga:   GMNI Jakarta Selatan Desak Bawaslu Bertindak Tegas Terkait Pernyataan Kontroversial Suswono

Respons dari GMNI

Organisasi mahasiswa GMNI — yang dikenal aktif dalam mengawasi dinamika politik lokal — ikut memberi respons keras terhadap konflik tersebut.

Menurut Ketua DPC GMNI Kota Baubau selaku Putra Daerah Buton Selatan, La Ode Ahmad Faisal melihat seri tindakan saling laporan sebagai indikasi kegagalan kepemimpinan:

1. Mereka menilai pemimpin daerah seharusnya menggunakan jalur mediasi internal sebelum membawa persoalan ke jalur hukum.

2. Tindakan publik seperti demonstrasi, laporan pidana, dan tudingan korupsi antar pemimpin puncak pemerintah, menurut GMNI, memperlihatkan bahwa prioritas kekuasaan lebih besar daripada pelayanan publik.

4. GMNI menyerukan agar Bupati dan Wakil Bupati menahan diri dari eskalasi konflik dan segera membuka dialog untuk menyelesaikan masalah tanpa merusak citra pemerintahan dan menimbulkan ketidakstabilan di masyarakat.

Potensi Dampak bagi Pemerintahan Daerah

Konflik ini berisiko menimbulkan beberapa dampak negatif:

1. Gangguan Tata Kelola: Jika konflik terus memanas, kinerja pemerintahan bisa terganggu. Fokus pada pelaporan mungkin mengalihkan perhatian dari program pembangunan dan pelayanan publik yang dibutuhkan masyarakat.

2. Kepercayaan Publik Menurun: Penduduk Buton Selatan bisa kehilangan kepercayaan pada pemimpinnya jika terus menyaksikan pertikaian kekuasaan alih-alih kerja sama pembangunan.

3. Pengawasan Hukum dan Transparansi: Laporan ke kejaksaan membuka peluang proses hukum, yang bisa memunculkan audit anggaran, investigasi, dan bahkan potensi sanksi jika dugaan benar. Ini bisa menjadi pisau bermata dua: memperkuat akuntabilitas, tetapi juga menciptakan polarisasi politik.

Analisis Politik dari GMNI

1. Friksi internal elite: Konflik ini bisa jadi mencerminkan adanya ketegangan yang lebih dalam antara kubu Bupati dan Wakil Bupati — mungkin karena perbedaan visi, kepentingan proyek, atau distribusi kekuasaan.

2. Peran masyarakat sipil: Organisasi pemuda seperti BPBS dan mahasiswa GMNI mengambil peran pengawas dan kontrol sosial. Ini menunjukkan bahwa di Busel saat ini, rakyat dan kaum muda siap untuk menuntut transparansi dan akuntabilitas.

Baca Juga:   Peringatan Bulan Bung Karno, GMNI Touna: Membakar Semangat Nasionalisme dan Patriotisme Kader Marhaenis

3. Risiko stabilitas demokrasi lokal: Jika konflik tak dikelola dengan baik, bisa melemahkan institut demokrasi lokal. Namun, jika diselesaikan melalui dialog dan hukum, ini bisa menjadi contoh positif bahwa demokrasi lokal bisa mempergunakan mekanisme checks & balances.

Kesimpulan dan Seruan GMNI

1. Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan perlu menanggapi laporan saling serang ini dengan serius, tetapi juga dewasa dengan membuka ruang dialog.

2. GMNI dan kelompok pemuda lainnya bisa menjadi mediator moral: menekan agar konflik tidak melebar dan agar tanggung jawab pemerintah tetap pada pembangunan, bukan drama politik.

3. Penegak hukum (Kejari) harus memeriksa laporan-laporan dengan transparan dan adil, tanpa pandang bulu, agar kepercayaan publik tidak semakin terkikis.

4. Masyarakat umum harus diajak terlibat dalam pemantauan anggaran dan kebijakan supaya konflik semacam ini tidak melemahkan pelayanan dasar dan aspirasi pembangunan.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Ketika Praktik Medis Berhadapan dengan Hukum: Peran Strategis Majelis Disiplin Profesi dalam Sistem Hukum Kesehatan Indonesia

Marhaenist.id - Pelayanan medis merupakan ruang praktik yang sarat dengan kerumitan. Kompleksitasnya…

GMNI Situbondo Gelar Dies Natalies ke 71 dengan Berbagi Takjil dan Diskusi

Marhaenist.id, Situbondo - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Situbondo menggelar kegiatan Dies…

GMNI Rokan Hulu Tegas Tolak Wacana Penempatan Polri di Bawah Kementerian

Marhaenist.id, Rokan Hulu — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Bupati Kubu Raya Ajak Alumni Muapun Kader GMNI Jaga Peradaban Unggul

Marhaenist - Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengajak seluruh kader Gerakan Mahasiswa…

Foto: Warga Kebon Sayur yang di Tangkap Paksa oleh Aparat (Bapak Juned)/MARHAENIST.

Penangkapan Paksa Warga Kebon Sayur dan Upaya Intimidasi dari aparat Kepolisian

Marhaenist, Jakarta – Pada hari Rabu (13/08/2025) telah terjadi penangkapan paksa oleh…

Audiens Bersama Kapolres, DPC GMNI Kota Metro Lampung Siap menjadi Mitra Kritis Polisi

Marhaenist.id, Kota Metro Lampung - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Perlindungan Anak: Paparan Media Sosial dan Konten Digital

Marhaenist.id - Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang…

Penjarahan & Anarkisme: Berdasarkan Narasi Rakyat vs Narasi Negara

Marharnist.id - (Pengantar) Kekerasan massa (termasuk penjarahan oleh segelintir orang) kerap muncul…

Dialektika

Marhaenist - Maka itu, hukum-hukum dialektika diabstraksikan dari sejarah alam dan masyarakat…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?