By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu
Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
DPD PA GMNI Sultra Ucapkan Selamat HUT ke-62 Harmoni Sultra, Dukung ASR Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Ketika Khamenei Muda Menjelaskan Bung Karno di Penjara

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 5 Maret 2026 | 22:10 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Ayatollah Ali Khamenei dan Bung Karno (Sumber: samudra.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Kekaguman terhadap Sukarno dengan penyebutan namanya dengan hormat banyak saya temukan secara tidak langsung dalam berbagai literatur pemimpin dunia Nelson Mandela, Yasser Arafat, Nehru bahkan Che Guevara! Iya Che Guevara yang wajahnya menjadi ikon para aktivis kiri menyebutkan Sukarno sebagai pemimpin dunia yang paling dia kagumi dalam buku biografi tentang dirinya!

Namun yang bagi saya luar biasa dan baru saya temukan ketika membaca Memoar Rahbar Imam Ali Khamenei berjudul Cell No.14, sesaat setelah dia dibunuh dengan rudal secara biadab. Saya menemukan Khamenei menyebut nama Sukarno sebagai pemersatu kekuatan anti-imperialisme dunia!

Dalam memoar itu disebutkan oleh Khamenei ketika dirinya dipenjara oleh regime Shah Reza Pahlevi bersama salah seorang aktivis komunis. Aktivis komunis yang baru saja diseret ke penjara pada hari itu. Khamenei menyaksikan bahwa sepertinya kawan komunis tadi tidak diberi makan, lalu Khamenei memberikan makanannya dari jatah iftarnya, kali pertama kawan komunis itu diam. Karena melihat kawan satu selnya itu sangat lemas, maka dia agak memaksakan makanan dia suapkan ke mulutnya.

Setelah makan sesuap demi sesuap, kawannya itu mulai bertenaga. Khamenei menemani kawan itu terus. Pada malam hari ketika Khamenei muda hendak sholat, tiba2 kawannya ini bicara: saya adalah seorang komunis dan tidak mempercayai agama apapun. Oh, Khamenei kemudian menangkap pikiran kawannya, karena dia dengan identitasnya adalah aktivis Islamis (Khamenei memakai turban) sepertinya mungkin dia menganggap bahwa sikap halus Khamenei ini sebagai cara dia untuk mengajak kawan satu selnya mendekat dan memeluk Islam.

Khamenei menunda sebentar sholatnya dan dia berkata: Bung pasti kamu tahu tentang seorang figur pejuang anti Imperialisme namanya Sukarno. Sukarno dengan pikiran dan tindakannya hendak menyatukan kekuatan anti-imperialisme Asia-Afrika melalui Konferensi Bandung 1955 bukan berdasarkan persamaan ras, suku, etnik, agama atau ideologi yang sama, namun karena kita masing-masing memiliki kesatuan kebutuhan dan kesatuan aspirasi untuk merdeka dari penindasan. Kita saat ini disatukan oleh nasib dan takdir kedepan kita sama-sama tidak tahu.

Baca Juga:   Peristiwa Cikini: Upaya Pembunuhan Terhadap Presiden Soekarno

Setelah itu dia melihat kawannya lebih tenang dan Khamenei menyarankan kawannya komunis itu istirahat dan dia bersama kawan lainnya memulai untuk sholat malam.

Sukarno telah mencairkan suasana diantara kawan-kawan dipenjara. Saat ini ketika Khamenei wafat salah seorang anak dari Sukarno, Presiden Kelima Megawati Sukarnoputri mengucapkan belasungkawa dan memberi hormat setinggi-tingginya kepada syahidnya Rahbar Imam Ali Khamenei.

Sukarno, Ali Khamenei dan kawan aktivis kiri satu sel dipersatukan oleh kehendak untuk merdeka!***


Sumber: Facebook Fakta Sejarah.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Masyarakat Loloda Utara Keluhkan Tarif Angkutan Naik, GMNI Halut Ingatkan Pemda Jangan Diam
Senin, 27 April 2026 | 18:09 WIB
GMNI Bukan Milikmu: Kritik Sunyi dari Kader Akar Rumput
Senin, 27 April 2026 | 09:36 WIB
Kelas Menengah Diperas Biaya Hidup: Stabilitas yang Menipu
Minggu, 26 April 2026 | 17:00 WIB
Gelar Halal Bihalal, PA GMNI Serukan Penguatan Karakter dan Gotong Royong Hadapi Tekanan Global
Minggu, 26 April 2026 | 13:51 WIB
DPD PA GMNI Sultra Ucapkan Selamat HUT ke-62 Harmoni Sultra, Dukung ASR Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Minggu, 26 April 2026 | 12:27 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Gelar PPAB, GMNI UIN Salatiga Tanamkan Jiwa Nasionalis dan Sosialis

Marhaenist.id, Salatiga - Dewan Pimpinan Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Sevisi Dengan Kader PDIP Yogyakarta, Arya Siap Dipasangkan Jadi Wakil Walikota

Marhaenist, Yogyakarta - Ariyanto menyatakan dirinya siap menjadi calon wakil walikota untuk…

GMNI Soroti Debat Pilkada Bantaeng di Makassar: Bikin Malu, Ricuh di Kampung Orang

Marhaenist.id, Makassar - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Implikasi Putusan MK Yang Menghapus Presidential Threshold

Marhaenist.id - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan ketentuan Pasal 222 UU…

DPC dan DPK GMNI Se-Bangka Belitung Resmi di Lantik

Marhaenist.id, Bangka - Dengan mengusung tema “Mewujudkan Tri Sakti Bung Karno yang…

6 DPK GMNI Halut Setujui Copot Wilson Musa Sebagai Ketua Cabang

Marhaenist.id, Halut - 6 (Emam) Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Marhaenisme & Pengentasan Kemiskinan: Momentum Hari Raya Idul Fitri

Marhaenist - Hari raya Idul fitri 1445H telah berlalu, menjadi momentum bagi…

Ahmad Yandi Khadafi: Hakim Tak Boleh Jadi Alat Kekuasaan: Wujudkan Asas Keadilan, Bebaskan Hasto!

Tangerang, Marhaenist.id - Proses hukum terhadap Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kini…

Foto: Deodatus Sunda Se, Direktur Institut Marhaenisme 27 (Dokpri)/MARHAENIST

Reformasi Sigit dan Reformasi Kepolisian

Marhaenist.id - Beberapa waktu yang lalu, pasca momentum tragedi Agustus kelabu–bukti nyata…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?