By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Polithinking

Kampanye 315 Titik, Ganjar Serap Aspirasi untuk Perbaiki Ekonomi Rakyat

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 4 Februari 2024 | 18:22 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Ganjar Pranowo berorasi di hadapan ratusan ribu pendukungnya di acara kampanye akbar bertajuk “Hajatan Rakyat” di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (3/2/2024)/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Ganjar Pranowo berorasi di hadapan ratusan ribu pendukungnya di acara kampanye akbar bertajuk “Hajatan Rakyat” di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

Calon presiden nomor urut 03 itu menyebut telah berkeliling ke-315 titik di Indonesia menyerap aspirasi untuk memperbaiki ekonomi rakyat.

Stadion GBK hari itu benar-benar menjadi lautan manusia. Mereka bersama-sama meneriakan “Ganjar Presiden 2024”. Semangat itu semakin menyala ketika Ganjar naik di atas panggung di tengah massa. Ganjar pun seperti mendapat tambahan energi dan semakin bersemangat saat menyampaikan orasi politiknya.

“Sudah 315 titik (daerah di Indonesia) yang Ganjar-Mahfud datangi. Pak Mahfud bersama saya berkeliling Indonesia untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat,” ujar Ganjar.

Lebih dari itu, Ganjar menemui rakyat melalui forum-forum terbuka, dialog spontan di pasar-pasar, kampung, dan bahkan rela tidur di rumah warga. Hal itu, tak lain untuk mendengarkan sekaligus merasakan apa yang menjadi kegelisahan rakyat.

“Kami tidur di rumah warga, masuk ke pasar-pasar, berdiskusi dengan mereka. Dan ternyata ibu-ibu mereka mengeluhkan harga beras tinggi,” paparnya.

Ia juga mendapati anak-anak muda di Bekasi, Jawa Barat yang harus menyogok untuk mendapatkan pekerjaan.

“Kami juga mendengarkan perempuan dan penyandang disabilitas, katanya apakah kami bisa mendapatkan akses yang sama agar kami bisa berkembang dan berjuang,” kisahnya.

Dari pengalaman itu, calon presiden berambut putih itu menyebut kondisi Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Sehingga masyarakat berharap pemilu kali ini bisa membawa nasib mereka jauh lebih baik.

Begitu pula dengan petani, yang mengeluhkan pupuk langka. Maka, mereka meminta pupuk mudah dan murah, serta keterserapan hasil produksi.

“Dan luar biasa sekali, mereka menyampaikan, Pak Ganjar kalau cuma menanam singkong saja kami ini petani jagonya. Kami sanggup menyelesaikan itu,” terangnya.

Baca Juga:   Bakal Mundur dari Kabinet, Mahfud Soroti Pejabat yang Pakai Fasilitas Negara Buat Politik

Dari cerita pengalamannya itu, ia bersama Mahfud DM berkomitmen untuk memperbaiki ekonomi rakyat melalui 21 program. Di antaranya program satu keluarga miskin satu sarjana, satu desa satu faskes satu nakes dan lain sebagainya.

“Dan di 315 tempat itu, mereka memberi pesan kepada kami dan menuliskan di punggung kami dengan bahasa lugu dan sederhana. ‘Pak Ganjar Pak Mahfud tolong jangan tinggalkan rakyat’,” tegasnya.

Untuk itu, Ganjar menambahkan, proses politik tanggal 14 Februari 2024 adalah penentuan nasib Indonesia ke depan.

“Biarkan rakyat menentukan sendiri kebebasannya memilih. Biarkan aparatur sipil negara, TNI, Polri bekerja melayani masyarakat, biarkan mereka netral,” tandasnya.***

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Hitam Putihnya Hukum, Penganiayayan Siswa 14 Tahun Tantangan Untuk Penegak Hukum
Senin, 23 Februari 2026 | 03:46 WIB
Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Tual, Anak 14 Tahun Meninggal Dunia
Senin, 23 Februari 2026 | 03:35 WIB
Indonesia Menggugat: GMNI Jakarta Timur Desak Pencopotan Menteri HAM
Senin, 23 Februari 2026 | 03:24 WIB
Prof. Arief Hidayat: Perjanjian Dagang RI–AS Jadi Ujian Konstitusi dan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Minggu, 22 Februari 2026 | 21:23 WIB
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Resah Terhadap Kondisi Bangsa, GMNI Ikut Serta Dalam Aksi #IndonesiaGelap di Depan Istana Presiden

Marhaenist.id, Jakarta - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ikut ambil bagian dalam…

GMNI Pandeglang Ingatkan Anggota Dewan, Masih Banyak Jalan Rusak

Marhaenist.id, Pandeglang- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan…

Foto: Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Dendy Se. MARHAENIST

Surati Sejumlah Lembaga Pemerintah, GMNI Jaksel Tolak Penganugrahan Gelar Phalawan terhadap Soeharto

Marhaenist.id, Jaksel – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ketika Mantan Lawan di Pilpres Ingin Merapat ke Pemerintahan

Marhaenist - Harlah ke-26 PKB menjadi ajang bagi sejumlah partai di luar…

Implikasi Putusan MK Yang Menghapus Presidential Threshold

Marhaenist.id - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan ketentuan Pasal 222 UU…

Pekerja PT BMS Alami Kecelakan Kerja, Ini Respon GMNI Palopo!

Marhaenist.id, Palopo - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Aksi Turun Gunung SBY Melawan Oligarki Rezim, Berhasilkah?

Marhaenist - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melemparkan…

Sudah Sejahterakah Buruh Hari Ini? Telaah Kritis Melalui Perspektif Marxis

Marhaenist.id - Di tengah kemajuan teknologi, liberalisasi ekonomi, dan pergeseran dunia kerja,…

Abdy Yuhana: Dirgahayu TNI ke 79, Politik TNI Adalah Politik Kebangsaan dan Kenegaraan

Marhaenist.id, Jakarta -  Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?