By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
IHSG, MSCI, dan Ekonomi Rakyat: Membaca Risiko Pasar Global dalam Tafsir Marhaenisme Nusantara
Solidaritas Padang Halaban Desak Gubernur Sumatera Utara Lakukan Mediasi Konflik Agraria
Penggusuran di Padang Halaban Oleh PT. SMART di Bawah Pengawalan Aparat adalah Bukti Keberpihakan Negara kepada Korporat
Waketum DPP GMNI: Sugiono Punya Modal Lengkap Pimpin Menko PMK
Eko-Marhaenisme Menagih Janji, Keadilan Sosial dalam Luka Ekologi Krisis Pesisir Tulungagung

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

IHSG, MSCI, dan Ekonomi Rakyat: Membaca Risiko Pasar Global dalam Tafsir Marhaenisme Nusantara

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 30 Januari 2026 | 19:47 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Ilustrasi AI Bayu Sasongko/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Januari 2026 tidak dapat dibaca semata sebagai koreksi teknikal atau sentimen sesaat.

Penurunan tajam lebih dari 8 persen dalam satu sesi perdagangan mencerminkan persoalan struktural pasar modal Indonesia yang beririsan langsung dengan disiplin modal global, sebagaimana tercermin dalam sinyal Morgan Stanley Capital International (MSCI).

MSCI bukan lembaga berbasis opini atau kepanikan. Ia bekerja sebagai instrumen tata kelola risiko global. Yang dinilai bukan sekadar pertumbuhan ekonomi atau kinerja emiten, melainkan satu pertanyaan mendasar:

apakah investor institusional dapat keluar dari pasar secara tepat waktu, dengan harga wajar, tanpa gangguan likuiditas dan regulasi, terutama dalam situasi tekanan?

Ketika jawaban atas pertanyaan ini meragukan, risiko capital entrapment, jebakan modal, dianggap meningkat. Konsekuensinya bersifat mekanis dan rasional: eksposur dikurangi, dana baru menahan diri, dan dana lama memilih keluar lebih awal. Ini bukan panic selling, melainkan risk-avoidance behavior yang lazim dalam manajemen portofolio global.

Dari sisi teknis, sinyal MSCI menyoroti problem klasik namun krusial: free float yang rendah dan kedalaman pasar yang rapuh. Banyak saham berkapitalisasi besar di Indonesia secara struktural dikuasai pemegang saham mayoritas atau Ultimate Beneficiary Owner (UBO), dengan porsi saham publik yang beredar bebas sering kali hanya 10–20 persen.

Dalam kondisi normal, struktur ini tampak stabil. Likuiditas seolah terjaga, harga bergerak terkendali. Namun stabilitas ini bersifat semu. Ketika investor besar ingin keluar secara bersamaan:

* Suplai melonjak tajam,
* Pembeli menghilang,
* Pemegang saham mayoritas tidak berkewajiban menjadi market maker,
* Harga jatuh drastis dan biaya keluar menjadi sangat mahal.

Dalam bahasa pasar global: harga terlihat stabil saat naik, tetapi rapuh saat turun. Di titik inilah MSCI mempertanyakan investability pasar Indonesia, bukan soal moral atau niat manipulasi, melainkan apakah harga benar-benar dibentuk oleh mekanisme pasar yang sehat atau oleh sempitnya saham yang beredar.

Baca Juga:   YLBHI: 10 Faktor Jokowi Layak Disebut Pemimpin Korup dan Pelanggar Hukum dan HAM Terorganisir

Membaca gejolak IHSG hanya dari kacamata teknis akan menghasilkan kesimpulan parsial. Di sinilah tafsir marhaenisme dan geopolitik Nusantara menjadi relevan.

Pasar modal Indonesia berdiri di atas fondasi ekonomi nasional yang khas: ekonomi konsumsi domestik, sektor riil, UMKM, petani, buruh, nelayan, dan keragaman wilayah Nusantara.

Dalam kerangka marhaenisme, pasar modal bukan tujuan akhir, melainkan alat. Ia seharusnya mempertemukan modal dengan kerja produktif rakyat, bukan sekadar arena akumulasi kapital finansial yang terlepas dari denyut ekonomi riil.

Ketika IHSG bergejolak sementara konsumsi rumah tangga relatif terjaga dan sektor riil tetap bergerak, koreksi pasar justru menyingkap jarak antara logika finansial global dan realitas ekonomi rakyat.

Karena itu, sinyal MSCI patut dibaca sebagai alarm teknis, bukan vonis atas kegagalan ekonomi Indonesia. Alarm bahwa arsitektur pasar modal kita masih terlalu sempit dan elitis untuk menampung arus modal besar secara berkelanjutan, bukan karena ekonomi rakyat lemah, melainkan karena pasar finansial belum sepenuhnya berakar pada struktur produksi nasional.

Gejolak ini sekaligus menguji peran negara. Dalam logika pasar global, negara diharapkan menjaga kepastian aturan, memperdalam likuiditas, dan menghindari perubahan regulasi saat tekanan.

Namun dalam sistem ekonomi konstitusional Indonesia, peran negara tidak berhenti sebagai wasit netral. Negara adalah arsitek yang memastikan pasar selaras dengan tujuan pembangunan nasional dan keadilan sosial.

Target optimistis IHSG di level 10.000 tidak keliru secara angka, tetapi berpotensi hampa makna jika tidak disertai:

* Peningkatan free float yang nyata,
* Pendalaman pasar yang sehat,
* Perlindungan investor ritel,
* serta keberpihakan pada sektor produktif nasional.

Pasar modal yang kuat bukan sekadar pasar yang ramah bagi exit investor global, melainkan pasar yang terhubung secara organik dengan ekonomi rakyat, sehingga volatilitas finansial tidak langsung berujung pada guncangan sosial-ekonomi.

Baca Juga:   Indonesia di Persimpangan Geopolitik: Peluang dan Tantangan Dalam Menjalin Kerja Sama Dengan Uni Eropa

Ke depan, potensi pelonggaran likuiditas global dan pergeseran geopolitik akan menguji negara mana yang memiliki ekonomi berbasis nilai riil, bukan gelembung finansial. Indonesia memiliki modal strategis itu. Namun keunggulan tersebut hanya bermakna jika pasar modal dibenahi secara teknis tanpa kehilangan orientasi ideologisnya.

MSCI telah membunyikan lonceng. Tugas kita bukan menolak bunyinya, melainkan menafsirkan maknanya dengan kepala dingin dan keberanian politik.

Disiplin pasar global perlu dijawab dengan reformasi struktural pasar modal, tetapi arah reformasi itu harus berpijak pada satu prinsip dasar: pasar untuk pembangunan, dan pembangunan untuk rakyat.

Di sanalah IHSG menemukan maknanya yang sejati—bukan sekadar angka, melainkan cermin ekonomi Nusantara yang berdaulat, produktif, dan berkeadilan.***


Penulis: Bayu Sasongko, Pengamat Budaya Ekonomi Geopolitik Nusantara, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Solidaritas Padang Halaban Desak Gubernur Sumatera Utara Lakukan Mediasi Konflik Agraria
Jumat, 30 Januari 2026 | 16:22 WIB
Penggusuran di Padang Halaban Oleh PT. SMART di Bawah Pengawalan Aparat adalah Bukti Keberpihakan Negara kepada Korporat
Jumat, 30 Januari 2026 | 13:58 WIB
Waketum DPP GMNI: Sugiono Punya Modal Lengkap Pimpin Menko PMK
Jumat, 30 Januari 2026 | 05:16 WIB
Foto: Krisna Wahyu Yanuar, Aktivis Literasi dan Gerakan Rakyat Kedaulatan Laut (Dokpri)/MARHAENIST.
Eko-Marhaenisme Menagih Janji, Keadilan Sosial dalam Luka Ekologi Krisis Pesisir Tulungagung
Kamis, 29 Januari 2026 | 23:32 WIB
GMNI Surabaya Dukung Polri Tetap Berada di Bawah Presiden
Kamis, 29 Januari 2026 | 21:23 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

PA GMNI Solo Sikapi Hal Terkait Kadernya Yang Ikut Daftar Bakal Cawawali Solo

Marhaenist - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Orde Baru Tak Pernah Pergi…

Marhaenist.id - Orde Baru Tak Pernah Pergi. Ia hanya menjelma bayang-bayang yang…

Peringati Dies Natalis Ke 70, DPK GMNI STAI YPIQ Baubau Gelar Diskusi Publik dalam Menyambut PILKADA Serentak 2024

Marhaenist.id, Baubau - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Darimana Asal Mula Istilah Kiri Itu Muncul, Ini Jawabnya!

Marhaenist.id - Istilah "kiri" kini seringkali diidentikkan dengan komunisme. Padahal dilihat dari…

Bung Tomo, Sang Orator Si Pembakar Semangat Perjuangan Melawan Penjajah

Marhaenist.id - Sutomo atau dikenal dengan panggilan Bung Tomo tercatat sebagai pahlawan…

JAMKI Bedah Mandeknya Pemberantasan Korupsi, Firman Tendri Masengi: Hukum Bergerak atas Tekanan Opini Publik dan Viralitas Media Sosial

Marhaenist.id, Jakarta — Mandeknya pemberantasan korupsi di Indonesia kembali disorot dalam Diskusi Publik…

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. FILE/Dok PDIP

Bertemu Dengan Muhaimin Iskandar, Puan: Begini Saja Sudah Sinyal

Marhaenist - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani tidak menampik adanya potensi…

Gelar Dialog Interaktif, DPC GMNI Kendari Ulas Perspektif Pergerakan Perempuan di Masa Kini

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Akar Desa Indonesia Gelar Seminar dan Luncurkan Buku Pedoman Perdes Transisi Energi dan Keadilan Iklim

Marhaenist.id, Jakarta - Akar Desa Indonesia resmi meluncurkan Buku Pedoman Pembentukan Peraturan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?