By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Spirit Wisanggeni di Tubuh GMNI: Api Ideologi di Tengah Pusaran Konflik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Sulbar Soroti Pembangunan Kantor KDMP Tanpa Papan Proyek, Desak Kejari dan DPRD Jalankan Tupoksi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 10 April 2026 | 12:50 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Rihardes Langi' Memanna, Ketua Bidang Politik GMNI Sulawesi Barat (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Mamasa — Pembangunan kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menuai sorotan. Pasalnya, proyek fisik tersebut diduga tidak memasang papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan dalam prinsip keterbukaan informasi publik.

Kondisi ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Di media sosial, warga mulai mempertanyakan transparansi anggaran pembangunan KDMP yang dinilai tidak terbuka.

Ketua Bidang Politik GMNI Sulawesi Barat, Rihardes Langi’ Memanna, menegaskan bahwa setiap proyek yang masuk ke desa wajib diketahui secara jelas oleh masyarakat.

“Setiap proyek yang masuk ke desa harus transparan dan informatif, apalagi ini menyangkut Koperasi Desa Merah Putih yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat desa,” ujarnya kepada awak media, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, pemasangan papan informasi proyek bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban sebagai bentuk keterbukaan penggunaan anggaran negara.

Papan tersebut harus memuat informasi penting seperti sumber anggaran, nilai kontrak, waktu pelaksanaan, hingga pelaksana kegiatan.

“Jika papan informasi tidak dipasang, maka wajar jika masyarakat menaruh curiga. Ini bisa menimbulkan dugaan ketidakjelasan anggaran hingga potensi penyalahgunaan wewenang,” tegasnya.

Rihardes juga menambahkan bahwa dalam aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah, keberadaan papan proyek merupakan keharusan untuk mencegah potensi penyelewengan. Terlebih, pembangunan KDMP bersumber dari anggaran negara seperti APBN, APBD, maupun dana desa.

Lebih lanjut, GMNI Sulbar mendesak Kejaksaan Negeri Mamasa agar menjalankan fungsi pendampingan hukum secara optimal dalam proyek tersebut.

“Kami mempertanyakan sejauh mana pendampingan yang telah dilakukan. Apakah proyek tanpa papan informasi seperti ini sudah sesuai prosedur?” ujar Rihardes.

Selain itu, GMNI Sulbar juga meminta DPRD Kabupaten Mamasa untuk menjalankan fungsi pengawasan dengan memanggil pihak pelaksana proyek melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Baca Juga:   DPP GMNI Pertanyakan Transparansi Impor, Ribuan Pick up Mahindra Sudah Tiba di Tanjung Priok

“Kami mendorong DPRD Mamasa untuk segera melakukan RDP guna mengungkap kejanggalan proyek ini yang terkesan tertutup,” tambahnya.

Sebagai dasar hukum, GMNI Sulbar mengacu pada sejumlah regulasi yang mewajibkan keterbukaan informasi publik, antara lain:

• Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008

• Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018

• Permendagri Nomor 20 Tahun 2018

• Permendagri Nomor 113 Tahun 2014

Berdasarkan aturan tersebut, setiap kegiatan pembangunan desa wajib mencantumkan papan informasi proyek yang memuat nama kegiatan, nilai anggaran, waktu pelaksanaan, dan pelaksana kegiatan.

GMNI Sulbar menilai, tidak dipasangnya papan informasi proyek merupakan pelanggaran terhadap prinsip transparansi publik dan berpotensi dikenai sanksi.

“Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih adalah proyek strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Karena itu, harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel,” pungkas Rihardes.

GMNI Sulbar menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ke tingkat pusat melalui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB
Spirit Wisanggeni di Tubuh GMNI: Api Ideologi di Tengah Pusaran Konflik
Sabtu, 11 April 2026 | 11:18 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pertamina Perkuat Sinergi Dengan GMNI dan Cipayung Plus di Proyek RDMP Balikpapan

MARHAENIST - Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan dan…

Komedi tanpa Nurani: Pandji Pragiwaksono dan Luka Kolektif Masyarakat Toraja

Marhaenist.id - Belakangan ini panggung komedian menjadi sorotan publik yang dinilai telah…

Orasi Hannah Arendt, Jean Jasques Rousseau, Pierre Bourdieu dan St. Agustinus Dalam Memahami Tuhan

Marhaenist.id - Bagaimana memahami orasi mereka tentang individualitas, komunalitas, dualitas dan pengakuan…

Demokrasi yang Merawat

Marhaenist.id - Sebagai pengawas Pemilu, saya terbiasa berbicara tentang integritas pemilu, electoral…

Gelar Aksi, Aliansi Masyarakat Rohil Desak Bupati Copot Dirut PT BPR Rohil

Marhaenist.id, Rohil - Puluhan mahasiswa, masyarakat dan karyawan Bank Rohil, Provinsi Riau yang…

Dukung Putusan MK, GMNI Kalsel Lakukan Unjuk Rasa di Gedung DPRD

MARHAENIST - Aparat kepolisian tetap siaga menghadapi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Nasional…

GMNI Kecam Keras Intervensi Militer AS ke Venezuela: Dunia Bukan Milik Satu Negara

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Abdy Yuhana: Gelar Profesor Kehormatan Megawati Soekarnoputri dari Silk Road International University Perkokoh Pengakuan Dunia

Marhaenist.id - Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Alumni GMNI, Abdy Yuhana mengapresiasi atas prestasi…

IHSG Anjlok!!!

Marhaenist.id - IHSG di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan signifikan pada perdagangan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?