By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Soroti Debat Pilkada Bantaeng di Makassar: Bikin Malu, Ricuh di Kampung Orang

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 27 Oktober 2024 | 20:28 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Jabal Rakhmad, Ketua DPC GMNI Bantaeng - Sulsel/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Makassar – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan (Sulsel), menyoroti soal kericuhan di sekitaran lokasi debat terbuka perdana Pilkada Bantaeng 2024 yang digelar di Hotel Novotel Makassar Grand Shayla, Jl. Chairil Anwar, Ujung Pandang, Makassar, Sulsel, Sabtu (26/10/2024) malam.

Melalui Ketuanya, Jabal Rakhmad, DPC GMNI) Kabupaten Bantaeng mengatakan bahwa insiden tersebut telah merusak citra Kabup Bantaeng di mata publik meskipun pemilihan lokasi oleh KPU yang dianggap demi alasan keamanan namun disayangkan karena prosesnya dinilai tidak sesuai harapan.

“Cukup histeris dan sangat disayangkan yah polemik yang terjadi ricuh di kampung orang di lokasi debat semalam. Harapan kita dengan KPU Bantaeng menempatkan lokasi debat di Kota Makassar itu dapat menekan potensi kerusuhan. Namun dalam prosesnya hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan itu mencoreng wajah masyarakat Bantaeng sebagai daerah yang majemuk,” kata Jabal, Minggu (27/10/2024).

Jabal menyebut insiden itu menjadi bahan evaluasi bagi aparat kepolisian agar tak menjadi bumerang saat debat selanjutnya. Ia menyesalkan, momen debat yang seharusnya mempersatukan visi misi daerah justru tercoreng lantaran insiden tersebut.

“Peristiwa ricuh semalam juga menjadi PR bagi pihak aparat keamanan agar lebih siap siaga dan lihai lagi melihat potensi itu terjadi supaya bisa dicegah sebelum terjadinya kerusuhan,” sambungnya.

Lanjut, Jabal tak mempersoalkan lokasi debat yang digelar di luar daerah. Namun, ia meminta kepolisian menyiapkan personel dua kali lipat jika debat selanjutnya digelar di Bantaeng demi menjaga situasi tetap kondusif.

“Soal lokasi debatnya, mau ditempatkan di Makassar atau pun di Bantaeng itu tidak jadi soal, tetapi apabila mau ditempatkan di Bantaeng maka itu harus di back up oleh aparat keamanan yang dua kali lipat dari sebelumnya di Makassar,” lanjutnya.

Baca Juga:   Gelar Kongres Persatuan, DPC GMNI Ternate Dorong Adanya Rekonsoliasi Nasional

Dirinya juga melayangkan permintaan persamaan perspektif kepada KPU Bantaeng terkait pengosongan area luar arena debat dari pendukung paslon untuk mencegah potensi konflik. Menurutnya, area tersebut menjadi titik krusial yang rawan benturan antar pendukung.

“Dan dengan catatan bahwa apa yang telah ditetapkan oleh KPU Bantaeng semisal 75 orang setiap paslon maka itu yang harus datang dan masuk ruangan. Yang diluar ruangan itu tidak ada selain aparat keamanan, itupun kalau ada pendukung paslon yang mau datang harus diusir karena disitu titik krusial terjadinya benturan antar pendukung,” tandas Ketua DPC GMNI Bantaeng itu.

Diberitakan sebelumnya, Komisioner KPU Bantaeng, Aspar Ramli mengklaim debat pertama itu berlangsung kondusif. Meskipun ia tak mengesampingkan keributan kecil yang sempat terjadi di luar ruangan debat.

“Alhamdulillah, pelaksanaan debat ini berlangsung kondusif tanpa persoalan. Soal kericuhan, kami tidak melihat itu, tapi kami akan berkoordinasi kepada pihak keamanan. Tapi kata salah satu anggota kepolisian itu sudah selesai. Tentu dalam momen Pilkada begini ada gesekan-gesekan, tapi masyarakat mohon untuk tetap tenang,” kata Aspar.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Rabu, 7 Januari 2026 | 04:01 WIB
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Rabu, 7 Januari 2026 | 02:04 WIB
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
Selasa, 6 Januari 2026 | 23:30 WIB
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Selasa, 6 Januari 2026 | 22:03 WIB
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas
Selasa, 6 Januari 2026 | 19:47 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Lembaga Kebudayaan Untuk Merajut Kebhinekaan Indonesia

Bulan Oktober identik dengan peringatan Sumpah Pemuda. Pada tanggal 27-28 Oktober 1928…

Aksi Mahasiswa dibubarkan oleh Preman Bayaran di Mahkamah Konstitusi/Marhaenist.id.

Kronologi Preman Bayaran Membubarkan Paksa Aksi Mahasiswa di Mahkamah Konstitusi

Marhaenist.id, Jakarta – Gerakan Mahasiswa yang mewakili berbagai kampus di jakarta melakukan…

Selama Ego Masih Menggebu, Bicara Persatuan di Tubuh GMNI Hanyalah Omong Kosong – Refleksi Perjalanan GMNI

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah fusi peleburan tiga organisasi…

Peran Partai Politik dalam Mewujudkan Keadilan Sosial

Marhaenist.id - Sejak awal kemerdekaan, upaya meningkatkan kesadaran nasional terus menyebar luas,…

Komitmen Berantas Premanisme, Ketua Pemuda Demokrat Surabaya: Parkir Liar Rugikan Masyarakat dan PAD

Marhaenist.id, Surabaya – Viral kasus dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oleh juru…

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristianto. Dok. PDIP

PDIP Balas Tudingan SBY Soal Akan Adanya Kecurangan Pemilu 2024

Marhaenist - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut gelaran Pemilu…

Donald Trump Ditembak Saat Sedang Berpidato di Pennsylvania

Marhaenist - Tembakan muncul saat Donald Trump berpidato di Pennsylvania, dan mantan…

Inggit Garnasih Pahlawan Nasional yang Tak Kunjung Diakui dan Telupakan

Marhaenist.id - Pada tanggal 7 Februari 1980, mantan Gubernur DKI Bang Ali…

Kirimkan Tulisan Anda ke Marhaenist.id, Inilah Syarat dan Ketentuannya!

Marhaenist.id - Marhaenist dengan tagline Ever Onward Never Retreat merupakan media online…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?