By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kawal Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 T, Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Ketiga & Serahkan Berkas Laporan Resmi ke Kejaksaan Agung
Di Balik Kenaikan BBM: Ketika Beban Fiskal Dialihkan kepada Masyarakat dan Paradoks Swasembada Energi
DPC GMNI Jakarta Timur Serukan “Revolusi Total”, Soroti Krisis Ekonomi hingga Dugaan Korupsi Program Strategis Negara
Papan Catur Global dan Jerat Fosil: Menggugat Rabun Jauh Penguasa atas Kenaikan BBM dan Hilangnya Marwah Bangsa
Prof. Ikrar Nusa Bhakti Soroti Minimnya Keterlibatan Dubes dalam Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Historical

Jenderal A.H. Nasution, Sang Prajurit Idealistis yang Menolak Jadi Presiden Meski Punya Peluang Besar

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 10 November 2025 | 04:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: A.H. Nasution bersama Bung Karno (Sumber: Arsip Nasional RI(/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id — Jenderal Besar Abdul Haris Nasution dikenal sebagai sosok militer yang teguh pada prinsip dan setia pada jalur konstitusi. Setelah peristiwa G30S/PKI, posisi politik Nasution sebenarnya sangat kuat. Ia dihormati sebagai pahlawan yang berhasil lolos dari percobaan pembunuhan oleh PKI dan dinilai banyak pihak, baik dari kalangan militer maupun sipil, layak menggantikan Presiden Soekarno yang kala itu posisinya mulai goyah.

Namun, Nasution menolak ambisi politik tersebut. Ia memilih untuk tetap setia pada aturan konstitusi dan mendukung Letjen Soeharto yang kemudian menerima Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar). Dalam berbagai kesempatan, Nasution menegaskan bahwa dirinya tidak haus kekuasaan. “Saya bukan orang yang haus kekuasaan. Saya hanya ingin negara ini selamat,” ujarnya suatu ketika.

Sikapnya yang teguh membuat banyak pihak menghormati Nasution sebagai prajurit sejati, bukan politisi kekuasaan. Sejak muda, ia telah berpegang pada prinsip bahwa tugas militer adalah menjaga negara, bukan merebut kekuasaan. “Saya ini tentara. Tugas saya menjaga republik, bukan merebutnya,” pernah ia katakan kepada orang dekatnya.

Setelah G30S/PKI, ketika desakan untuk mengambil alih kekuasaan kian kuat, Nasution tetap berpegang pada jalur hukum dan prosedur negara. Ia mendorong penyelesaian melalui MPRS, bukan dengan kudeta. Ia menilai Indonesia harus dijaga agar tidak kembali terjerumus dalam kekacauan politik seperti masa revolusi.

Tragedi G30S/PKI juga meninggalkan luka mendalam bagi dirinya. Putrinya, Ade Irma Suryani, tewas tertembak, dan ajudannya, Pierre Tendean, gugur karena disangka dirinya. Nasution yang lolos dari maut itu memilih untuk tidak lagi mengejar jabatan politik, melainkan berfokus pada pemulihan keamanan dan ketertiban nasional.

Sebagai tokoh militer, A.H. Nasution meninggalkan warisan besar bagi bangsa Indonesia. Ia dikenal sebagai arsitek utama Doktrin Pertahanan Rakyat Semesta (Hankamrata), tokoh penting dalam pembangunan TNI modern, serta simbol keteguhan hati dan kesetiaan terhadap negara.

Baca Juga:   Bung Tomo, Sang Pahlawan Peniup Semangat Perjuangan yang Ditangkap oleh Orba dengan Tuduhan Pengacau Negara

Jenderal Besar Abdul Haris Nasution wafat pada 6 September 2000 dan dimakamkan dengan penghormatan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.***

Catatan: FB Catatan Sejarah Indonesia/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kawal Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 T, Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Ketiga & Serahkan Berkas Laporan Resmi ke Kejaksaan Agung
Kamis, 11 Juni 2026 | 19:02 WIB
Di Balik Kenaikan BBM: Ketika Beban Fiskal Dialihkan kepada Masyarakat dan Paradoks Swasembada Energi
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:02 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur Serukan “Revolusi Total”, Soroti Krisis Ekonomi hingga Dugaan Korupsi Program Strategis Negara
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:55 WIB
Papan Catur Global dan Jerat Fosil: Menggugat Rabun Jauh Penguasa atas Kenaikan BBM dan Hilangnya Marwah Bangsa
Rabu, 10 Juni 2026 | 22:54 WIB
Prof. Ikrar Nusa Bhakti Soroti Minimnya Keterlibatan Dubes dalam Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo
Rabu, 10 Juni 2026 | 14:21 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Foto: Deodatus Sunda Se, Ketua DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.

Pernyataan Sikap GMNI DKI Jakarta: Menggugat Hegemoni Otoritarian dan Teror Terhadap Pembela HAM

"Hanya Bangsa yang Berani Mengambil Nasib ke Dalam Tangannya Sendiri, Akan Dapat…

Rumah Kelahiran Sang Fajar Bung Karno

Marhaenist.id - Presiden RI pertama lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901.…

ABC Dialektika Materialis, Trotsky 1939

Marhaenist.id - Belakangan ini, terutama sejak runtuhnya Tembok Berlin, ada serangan yang…

Gelar Acara Silahturahmi, GMNI Kendari Pererat Jalinan Kekeluargaan Antara Anggota dan Kader Se-Kota Kendari

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tamansiswa: Membangun Pedagogi Indonesia

Marhaenist.id - Setiap tahun tanggal 2 Mei dirayakan sebagai Hari Pendidikan Nasional…

PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Marhaenist.id, Samarinda — Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Aliansi Perjuangan Kalimantan…

Manifesto Rejuvenasi Rahim Ibu Pertiwi

Marhaenist.id - Energi ​Idul fitri masih menyisakan getaran spiritual dalam momentum Halal…

Skuad DPD GMNI Jawa Timur (Foto: Mochammad Faizin)/MARHAENIST.

DPC GMNI Jember Soroti Keretakan Internal DPD GMNI Jawa Timur dalam Polemik Misi Dagang Pemprov Jatim

Marhaenist.id, Jember — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Perjuangkan Tanah Rakyat, GMNI Kendari: Kades Polindu Lakukan Perbuatan Melawan Hukum

Marhaenist.id, Kendari - Puluhan massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?