By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Kecam Keras Intervensi Militer AS ke Venezuela: Dunia Bukan Milik Satu Negara

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 5 Januari 2026 | 16:18 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Penangkapan Nicolas Maduro Presiden Venezuela oleh Pasukan Elit AS Delta Force (Sumber: Gatranews)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam dan mengutuk keras agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Republik Bolivarian Venezuela. Intervensi militer tersebut dinilai sebagai bentuk nyata imperialisme dan neo-kolonialisme yang secara terang-terangan dipertontonkan kepada masyarakat global.

Agresi militer AS ditandai dengan pengerahan pasukan elit Delta Force yang dilaporkan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, di kediamannya di Caracas pada 3 Januari 2025. Serangkaian ledakan besar yang mengguncang Pangkalan Udara La Carlota dan kompleks militer Fuerte Tiuna menjadi sinyal dimulainya agresi militer langsung AS ke negara berdaulat tersebut.

GMNI mencatat, agresi ini merupakan intervensi militer AS ke-71 terhadap negara lain dalam 81 tahun terakhir, dan sejarah menunjukkan bahwa dua di antaranya pernah terjadi di Indonesia.

Dalam keterangan persnya, GMNI melalui Ketua DPP GMNI Bidang Geopolitik, Andreas H. Silalahi, menegaskan bahwa tindakan AS telah melampaui batas hukum internasional.

“Tidak ada satu pun negara, sekuat apa pun, yang berhak memperlakukan kepala negara lain sebagai subjek hukum domestiknya sendiri. Ini bukan penegakan hukum, melainkan praktik penjajahan modern. Amerika Serikat harus sadar bahwa dunia ini bukan miliknya,” tegas Andreas, Senin (5/1/2026).

GMNI menilai situasi Venezuela harus menjadi pelajaran penting bagi Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Venezuela tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, mencapai 303 miliar barel, melampaui Arab Saudi dan Iran. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa agresi militer AS berkaitan erat dengan kepentingan geopolitik dan penguasaan sumber daya alam.

Sebelum penangkapan Presiden Maduro, diketahui telah berlangsung pertemuan diplomatik antara pemerintah Venezuela dan utusan Tiongkok di Istana Miraflores pada 2 Januari 2025.

Baca Juga:   Gelar Kampanye Publik di Hari Sumpah Pemuda, GMNI Jaktim: Kami Melonak Sikap Apatisme terhadap Persoalan Bangsa dan Negara

Venezuela dan Tiongkok memiliki hubungan ekonomi jangka panjang, khususnya di sektor minyak, yang terhubung dengan utang Venezuela kepada Beijing sejak era Presiden Hugo Chavez.

GMNI menilai dinamika ini tidak bisa dilepaskan dari eskalasi perang dagang dan perebutan pengaruh global antara AS dan Tiongkok.

Pasca penangkapan Maduro, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan rencana AS untuk mengambil alih pengelolaan produksi minyak Venezuela dan melibatkan perusahaan-perusahaan minyak raksasa AS.

Pernyataan tersebut, menurut GMNI, semakin menguatkan bahwa agresi militer ini berorientasi pada kontrol ekonomi dan sumber daya alam, bukan penegakan demokrasi atau pemberantasan narkoba seperti yang diklaim AS dan pola ini bukan hal baru.

“Sejarah Indonesia pada masa Presiden Sukarno memberi pelajaran pahit. Ketika Bung Karno konsisten melawan imperialisme melalui politik Non-Blok dan NEFO, tekanan asing dilakukan secara sistematis hingga kekuasaannya runtuh pasca 1965,” ujar Andreas.

Dalam konteks tersebut, GMNI menilai tindakan terhadap Presiden Venezuela merupakan kelanjutan praktik lama imperialisme global: menghukum negara yang berani menempuh jalan politik dan ekonomi yang tidak sejalan dengan kepentingan Washington.

“Mengkriminalisasi atau menangkap kepala negara berdaulat bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi serangan terhadap hak rakyat suatu bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri,” tambahnya.

GMNI juga mengkritisi sikap pemerintah Indonesia yang dinilai masih normatif dan abu-abu dalam merespons agresi AS ke Venezuela. Sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas-aktif dan berprinsip anti-penjajahan, Indonesia didesak untuk bersikap lebih tegas.

“Pemerintah Indonesia wajib menggalang solidaritas global, khususnya negara-negara Non-Blok, untuk menentang intervensi AS di Venezuela, sebagaimana konsistensi Indonesia dalam membela Palestina dari agresi Israel,” pungkas Andreas.

GMNI menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di garis perjuangan anti-imperialisme, membela kedaulatan bangsa-bangsa, dan menjaga amanat konstitusi bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.***

Baca Juga:   Api Perjuangan Marhaenisme: Merayakan 70 Tahun GMNI dalam Mempertahankan Kesejahteraan Kaum Marhaen

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Pasaman Kutuk Keras Penganiayaan Brutal terhadap Ibu Saudah, Korban Penolak Tambang Emas Ilegal
Rabu, 7 Januari 2026 | 04:01 WIB
Warga TPU Kebun Nanas Didampingi GMNI Jakarta Timur dan Yayasan Teman Baik Ajukan Pengaduan ke Komnas HAM RI
Rabu, 7 Januari 2026 | 02:04 WIB
Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu
Selasa, 6 Januari 2026 | 23:30 WIB
GMNI Gelar Dialog Terbuka Kader, Bahas Tantangan dan Potensi Organisasi Ideologis
Selasa, 6 Januari 2026 | 22:03 WIB
Tragis! Nenek Penolak Tambang Emas Ilegal di Pasaman Timur Dianiaya Brutal dan Dibuang, Sempat Dikira Tewas
Selasa, 6 Januari 2026 | 19:47 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Kedepankan Spirit Gotong-Royong, GMNI Resmi Terbentuk di Bumi Lamaranginang

MARHAENIST - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Indonesia Luwu Utara menggelar Pekan…

Spekulasi Makan Siang Gratis Rp7.500, Ini Kata Kubu Prabowo

Marhaenist.id, Jakarta - Anggota Tim Sinkronisasi Prabowo-Gibran membantah spekulasi yang beredar mengenai…

Lucunya Negeri Ini Bersama Jokowi Diakhir Masa Jabatannya

Marhaenist.id - Kalau dulu ada lagu yang diciptakan untuk Gayus Tambunan dengan…

Gelar Aksi Peringati Hari Sumpah Pemuda, DPK GMNI FISIP UHO Ajak Pemuda Teguhkan Nilai Kebangsaan dalam Sumpah Pemuda 1928

Marhaenist.id, Kendari -  Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Dewan Pimpinan…

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat berjalan bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. FILE/GolkarpediaKetua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat berjalan bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. FILE/Golkarpedia

Survei CSIS: PDIP Kalah Populer Dari Golkar Untuk Pemilih Muda

Hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menempatkan Golkar menjadi…

Antara Disiplin TNI dan Ancaman Terhadap Supremasi Sipil Dalam Demokrasi Indonesia

Marhaenist.id -Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah lama dikenal sebagai institusi yang disiplin…

GMNI Situbondo Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Kepada Soeharto

Marhaenist.id, Situbondo - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Dunia Berubah Total dalam Lima Tahun

Marhaenist.id - Pada 27 Maret 2025, sebuah artikel dari CNBC Indonesia menarik…

Alfamart dan Indomaret Sudah Monopolistik dan Predatorik

Marhaenist.id - Masifnya pertumbuhan jaringan minimarket modern seperti Alfamart dan Indomaret saat…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?