By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari
DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Polithinking

Presiden Berkampanye dan Memihak Karena Elektabilitas Prabowo-Gibran Mandek

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Jumat, 26 Januari 2024 | 18:36 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/01/2024)./Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Pengamat politik Ray Rangkuti mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa presiden dan menteri boleh berkampanye serta berpihak pada pasangan capres-cawapres tertentu.

Ray menilai pernyataan Jokowi dipicu oleh mandeknya elektabilitas capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka jelang perhelatan Pilpres 2024.

Sementara di satu sisi, ungkap Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) itu, elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD terus menanjak.

Menurutnya, sejak dua pekan lalu Lima telah memprediksi bahwa Jokowi akan secara terang-terangan mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Gibran pada masa kampanye terbuka, jika hasil survei menunjukkan elektabilitas paslon yang diusung Koalisi Indonesia Maju itu tetap mandek atau mengalami kemacetan.

“Sudah saya sampaikan, bahwa bila sampai tanggal 20 Januari tanda-tanda elektabilitas Paslon 2 tetap mandek, maka tak menutup kemungkinan Presiden Jokowi akan secara terang-terangan mendeklarasikan dukungan kepada salah satu Paslon,” kata Ray dalam keterangannya, (25/01/2024).

Ray menyampaikan, hingga debat keempat Pilpres 2024 pada Minggu (21/01/2024), elektabilitas Prabowo-Gibran macet, meskipun masih menempati urutan pertama dibandingkan Ganjar-Mahfud dan pasangan capres- cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Hal itu, lanjutnya, menunjukkan ketua partai, tim sukses bahkan Prabowo dan Gibran sulit mendongkrak elektabiltasnya. Gimik gemoy pun makin sulit menjadi ikon elektabilitas.

Lebih sulit lagi, tutur Ray, karena performa Gibran pada debat terakhir bagi cawapres berakhir dengan kesan negatif paling tinggi di antara 3 kandidat cawapres.

“Satu-satunya yang bisa mengangkat elektabilitas paslon 2 hanyalah Pak Jokowi, bapak dari Gibran yang menjadi cawapres nomor urut 2,” ujar Ray.

Dijelaskannya, dengan tingkat kepuasaan masyarakat yang masih relatif tinggi seperti diungkapkan berbagai lembaga survei, daya tarik Jokowi diyakini dapat meningkatkan elektabilitas paslon 2.

Baca Juga:   Ganjar-Mahfud Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran, Ajak Bersatu Kembali untuk Bangsa

Apalagi, katanya, masa akhir kampanye semakin dekat, sehingga keterlibatan Jokowi dalam kampanye akan membuka kemungkinan untuk mengejar target Prabowo-Gibran menang satu putaran pada Pilpres 2024.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa seseorang yang menjabat sebagai presiden atau menteri bisa berkampanye dan memihak dalam sebuah kontestasi politik.

Hal itu disampaikan Jokowi saat ditanya perihal menteri-menteri yang berasal dari bidang nonpolitik malah aktif berkampanye pada saat ini.

“Ini kan hak demokrasi, hak politik setiap orang. Setiap menteri sama saja, yang paling penting presiden itu boleh lho kampanye, boleh lho memihak. Boleh,” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (24/01/2024).

Pasalnya, sebut Jokowi, selain sebagai pejabat politik, presiden dan menteri juga merupakan pejabat politik.

“Kita ini pejabat publik sekaligus pejabat politik, masa berpolitik nggak boleh, boleh. Menteri juga boleh,” ujarnya.

Menurutnya, yang terpenting adalah presiden dan menteri tidak menggunakan fasilitas negara saat berkampanye.

“Tapi yang paling penting waktu kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas negara,” tutur Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kembali menegaskan bahwa pilihan untuk berkampanye tersebut merupakan hak setiap individu yang boleh dilakukan.

“Semua itu pegangannya aturan. Kalau aturan boleh, silakan. Kalau aturan boleh, silakan. Kalau aturan tidak boleh, tidak. Sudah jelas itu,” ucap Jokowi.

“Jangan presiden tidak boleh. Boleh berkampanye, boleh, tetapi kan dilakukan atau tidak dilakukan, terserah individu masing-masing,” tandasnya.

Jokowi pun menekankan dirinya boleh kampanye asalkan cuti dan tidak menggunakan fasilitas negara.

“Ya boleh saja saya kampanye, tapi harus cuti dan tidak gunakan fasilitas negara,” tutur ayah dari Wali Kota Solo sekaligus cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka itu.

Baca Juga:   Awali Debat Pamungkas, Ganjar: Tuanku ya Rakyat, Jabatan Hanyalah Mandat

Saat ditanya apakah dirinya akan mengambil kesempatan untuk berkampanye mendukung salah satu pasangan calon di Pilpres 2024, Jokowi menjawab “Ya nanti dilihat”.**

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari
Senin, 13 April 2026 | 12:29 WIB
DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
Minggu, 12 April 2026 | 23:11 WIB
Foto: Fauzan Luthsa, Analis Geopolitik Eurasia Strategi Institute (Dokpri)/MARHAENIST.
Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum
Minggu, 12 April 2026 | 16:52 WIB
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Survei Negara Paling Bahagia dan Paradoks Indonesia

Marhaenist.id - besar manusia Indonesia di panggung global hari ini terperangkap dalam…

Jejak Tragis Pemimpin Timur Tengah: Antara Perlawanan, Intervensi, dan Kepentingan Global

Marhaenist.id - Sejarah geopolitik Timur Tengah menunjukkan satu pola yang kerap memicu…

Foto: Warga Kebun Sayur Geruduk Polda/MARHAENIST

Warga Kebun Sayur Geruduk Polda: Stop Kriminalisasi, Intimidasi, dan Provokasi terhadap Warga!

Marhaenist, Jakarta - Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur (PWKS) - Aliansi Gerakan…

Tanggapi Kenaikan PPN 12%, DPD GMNI Sultra Sebut Pemerintahan Prabowo-Gibran Tak Lagi Memegang Amanat Rakyat

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Hari Pers Nasional: Pers dan Spirit Marhaenisme di Era Digital

Marhaenist.id, Jakarta — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) setiap 9 Februari menjadi…

Konferda V Tetapkan Miartiko Gea Sebagai Ketua DPD Persatuan Alumni GMNI Jakarta Raya

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Pengesahan RUU KUHAP Dinilai Mengancam Demokrasi: DPR Dituding Abaikan Gelombang Kritik Publik

Marhaenist.id, Jakarta - Pengesahan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU…

Dari Desa Hadapi Perubahan Iklim, Akar Desa Indonesia Teken MoU dengan Kemendes PDT

Marhaenist.id, Jakarta – Komitmen bersama dalam menghadirkan desa sebagai pusat perubahan kembali…

Quo Vadis Hari Anak Nasional 2024: Telaah Kritis

Marhaenist.id - Momentum Hari Anak Nasional tak cukup sekedar dilaksanakan secara seremonial,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?