By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Spirit Wisanggeni di Tubuh GMNI: Api Ideologi di Tengah Pusaran Konflik

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Firman Tendry: Indonesia Alami State Capture, Pemberantasan Korupsi Masih Ilusi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 30 Desember 2025 | 02:25 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Firman Tendry Masengi, Praktisi Hukum, Alumni GMNI (Sumber: RMOL)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Diskusi publik bertajuk “Anomali Pemberantasan Korupsi 2025 & Harapan untuk 2026” yang digelar di Jakarta, Minggu (28/12/2025), menyuguhkan potret buram kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Forum ini tidak hanya membahas angka kerugian negara, tetapi juga mengulas kegagalan sistemik negara hukum dalam menghadapi praktik korupsi yang kian mengakar.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya praktisi hukum Firman Tendry Masengi, pengamat politik Standarkiaa Latief, serta aktivis mahasiswa Fikri.

Para pembicara sepakat bahwa upaya mewujudkan Indonesia bebas dari korupsi masih jauh dari harapan, terutama tanpa adanya keseriusan nyata dari negara dan aparat penegak hukum.

Firman Tendry Masengi menilai, problem utama pemberantasan korupsi terletak pada produk hukum yang justru dinilai “ramah” terhadap pelanggar. Kondisi ini diperparah dengan aparat penegak hukum yang dituding ikut terlibat dalam praktik koruptif.

“Ada harapan enggak sih 2026 bebas korupsi dengan segala persoalan yang ada ini? Negara hari ini, dia sendiri yang memproduksi hukum-hukum koruptif,” ujar Firman dalam diskusi tersebut.

Alumni GMNI itu juga menyinggung janji politik untuk mengejar koruptor hingga ke Antartika—yang merujuk pada pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto saat Pilpres 2024. Menurutnya, janji tersebut bertolak belakang dengan realitas yang terjadi di dalam negeri.

“Dia bilang akan mengejar koruptor sampai ke Antartika, tapi di saat yang sama membiarkan korupsi tumbuh di antara kita. Kan gila namanya,” tegas Firman.

Lebih lanjut, Firman menyampaikan pesimismenya terhadap keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi.

Ia menyebut Indonesia telah mengalami state capture, yakni kondisi ketika negara justru menjadi produsen kejahatan dan korupsi itu sendiri.

“Kita ini sudah mengalami state capture. Kalau bicara aparat penegak hukum—polisi, kejaksaan, KPK—jangan terlalu berharap. Mereka juga bagian dari ekosistem korupsi itu sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga:   Beri Kritik Keras Ke Kabinet Prabowo-Gribran, Paul Finsen Mayor Sebut Gemuk Struktur

Senada dengan itu, pengamat politik Standarkiaa Latief menilai pemberantasan korupsi tidak bisa dilepaskan dari kemauan politik (political will) penguasa.

Sementara aktivis mahasiswa Fikri menegaskan pentingnya peran masyarakat sipil dan generasi muda untuk terus mengawasi serta menekan negara agar tidak abai terhadap agenda reformasi hukum.

Diskusi ini menjadi refleksi kritis atas kondisi pemberantasan korupsi sepanjang 2025, sekaligus peringatan bahwa harapan menuju Indonesia yang bersih di tahun 2026 hanya dapat terwujud jika ada keberanian negara membenahi sistem hukum dan membersihkan aparatnya sendiri dari korupsi.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB
Perkuat Pembangunan Nasional, PA GMNI di Sultra Gaungkan Kolaborasi Antar Organ Alumni Cipayung
Sabtu, 11 April 2026 | 19:21 WIB
Wacana Pemakzulan Presiden, Firman Tendry Masengi: Titik Temu Legalitas Konstitusi dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 18:07 WIB
Pemakzulan, Konstitusi, dan Legitimasi Rakyat
Sabtu, 11 April 2026 | 12:16 WIB
Spirit Wisanggeni di Tubuh GMNI: Api Ideologi di Tengah Pusaran Konflik
Sabtu, 11 April 2026 | 11:18 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI dan GSNI Gelar Audiensi dengan Ketua DPRD Surabaya: Soroti Program MBG, Efiensi Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

Marhaenist.id, Surabaya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Airlangga Buka Suara Terkait Pemeriksaan Kasus Korupsi CPO

Marhaenist.id - Mantan Ketua Umum Golkar yang baru saja mengundurkan diri secara mendadak,…

Rifqi Sukarno (Founder Depok Youth Movement)/Marhaenist.id.

Founder Depok Youth Movement Ajak Masyarakat Berefleksi atas 25 Tahun Kota Depok dan Pentingnya Partisipasi Pemuda

Marhaenist.id, Depok - Dalam rangka merayakan 25 tahun berdirinya Kota Depok, pendiri…

GMNI Desak Kejari segera Tersangkakan Pelaku Tambak Udang di Bengkalis

Marhaenist.id, Bengkalis - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Biografi Singkat Bung Karno

Marhaenist.id - Para Marhaenis pasti sudah tidak asing lagi dengan Ir. Soekarno…

SPMB 2025 di Banten: Ketika Pendidikan Jadi Kantor Pos Wakil Rakyat

Marhaenist.id - Di tengah hiruk-pikuk Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) 2025…

Survei Terbaru, Ganjar Terus Meroket Puncaki Elektabilitas Capres

Marhaenist - Lembaga Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru terkait elektabilitas calon…

Darent Azareal Pimpin Rekonsiliasi Internal GMNI Se-Sulteng, Wacanakan Pembentukan DPD

Marhaenist.id, Palu – Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Sulawesi Tengah…

Gelar UPA di Februari 2026, PERADI UTAMA Lanjutkan Program Beasiswa Advokat Bersama PA-GMNI dan KOPRI PMII

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) UTAMA…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?