By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Firman Tendry: Indonesia Alami State Capture, Pemberantasan Korupsi Masih Ilusi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 30 Desember 2025 | 02:25 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Firman Tendry Masengi, Praktisi Hukum, Alumni GMNI (Sumber: RMOL)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Diskusi publik bertajuk “Anomali Pemberantasan Korupsi 2025 & Harapan untuk 2026” yang digelar di Jakarta, Minggu (28/12/2025), menyuguhkan potret buram kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Forum ini tidak hanya membahas angka kerugian negara, tetapi juga mengulas kegagalan sistemik negara hukum dalam menghadapi praktik korupsi yang kian mengakar.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya praktisi hukum Firman Tendry Masengi, pengamat politik Standarkiaa Latief, serta aktivis mahasiswa Fikri.

Para pembicara sepakat bahwa upaya mewujudkan Indonesia bebas dari korupsi masih jauh dari harapan, terutama tanpa adanya keseriusan nyata dari negara dan aparat penegak hukum.

Firman Tendry Masengi menilai, problem utama pemberantasan korupsi terletak pada produk hukum yang justru dinilai “ramah” terhadap pelanggar. Kondisi ini diperparah dengan aparat penegak hukum yang dituding ikut terlibat dalam praktik koruptif.

“Ada harapan enggak sih 2026 bebas korupsi dengan segala persoalan yang ada ini? Negara hari ini, dia sendiri yang memproduksi hukum-hukum koruptif,” ujar Firman dalam diskusi tersebut.

Alumni GMNI itu juga menyinggung janji politik untuk mengejar koruptor hingga ke Antartika—yang merujuk pada pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto saat Pilpres 2024. Menurutnya, janji tersebut bertolak belakang dengan realitas yang terjadi di dalam negeri.

“Dia bilang akan mengejar koruptor sampai ke Antartika, tapi di saat yang sama membiarkan korupsi tumbuh di antara kita. Kan gila namanya,” tegas Firman.

Lebih lanjut, Firman menyampaikan pesimismenya terhadap keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi.

Ia menyebut Indonesia telah mengalami state capture, yakni kondisi ketika negara justru menjadi produsen kejahatan dan korupsi itu sendiri.

“Kita ini sudah mengalami state capture. Kalau bicara aparat penegak hukum—polisi, kejaksaan, KPK—jangan terlalu berharap. Mereka juga bagian dari ekosistem korupsi itu sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga:   Saatnya Alumni GMNI Perkuat Narasi Persatuan di Medsos

Senada dengan itu, pengamat politik Standarkiaa Latief menilai pemberantasan korupsi tidak bisa dilepaskan dari kemauan politik (political will) penguasa.

Sementara aktivis mahasiswa Fikri menegaskan pentingnya peran masyarakat sipil dan generasi muda untuk terus mengawasi serta menekan negara agar tidak abai terhadap agenda reformasi hukum.

Diskusi ini menjadi refleksi kritis atas kondisi pemberantasan korupsi sepanjang 2025, sekaligus peringatan bahwa harapan menuju Indonesia yang bersih di tahun 2026 hanya dapat terwujud jika ada keberanian negara membenahi sistem hukum dan membersihkan aparatnya sendiri dari korupsi.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB
Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka
Jumat, 20 Februari 2026 | 13:15 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Menilai Keterlibatan TNI dalam Pelatihan KPU

Marhaenist.id-Pelatihan yang diberikan oleh TNI kepada penyelenggara pemilu, memunculkan sejumlah kekhawatiran yang…

Aliansi Cipayung Plus Soroti Intervensi Pihak UBMG Terhadap Mahasiswa untuk Tidak menjadi Anggota Organisasi Ekstra Kampus

Marhaenist.id, Gorontalo - Aliansi Cipayung Plus, yakni: Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan…

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, berolahraga dengan bersepeda di Kota Surabaya, bertajuk “Gowes Keliling Surabaya”, Sabtu (15/10/2022) pagi. FILE/IST. Photo

Bersepada Keliling Surabaya, Hasto Sampaikan Pesan Megawati

Marhaenist - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berolahraga dengan bersepeda di Kota…

Sukarno, Marhaenisme dan Proletariat

MARHAENIST - Di dalam konferensi di kota Mataram baru-baru ini, Partindo telah…

Hari Ke 8 Kawal Aksi Masyarakat Talaga Raya atas PT AMI, GMNI Baubau Minta Agar Perundingan Bisa Melahirkan Solusi

Marhaenist.id, Buteng - Hari ke 8 masyarakat Talaga Raya bersama Dewan Pimpinan…

Beredar Akun Facebook Palsu Atas Nama Dirinya, Karyono Wibowo: Ada Orang yang tidak Bertanggungjawab – Mohon Abaikan

Marhaenist.id, Jakarta - Salah satu Dewan Redaksi Marhaenist.id yang juga Direktur Eksekutif…

GMNI Halut Kepemipinan Erik Sibu dan Fridodis Korois Resmi Memasuki Sekretariat Baru

Marhaenist.id, Halut - Erik Sibu dan Fridodis Korois yang baru saja terpilih…

Kedepankan Spirit Gotong-Royong, GMNI Resmi Terbentuk di Bumi Lamaranginang

MARHAENIST - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Indonesia Luwu Utara menggelar Pekan…

Kinerja Kepolisian Dipertanyakan, GMNI Mimika: Patroli Tidak Efisien Sebabkan Korban Begal di Mimika

Marhaenist.id, Timika - Kinerja aparat kepolisian di Kabupaten Mimika kembali menuai sorotan.…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?